Astaga! Perusahaan Tambang di Halmahera Tengah Tunggak Gaji Karyawan

- Wartawan

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PT Akuwaindo Sejahtera Mandiri Tunggak Gaji Karyawan. (Ilustrasi LP/Rakyatmu)

Ilustrasi PT Akuwaindo Sejahtera Mandiri Tunggak Gaji Karyawan. (Ilustrasi LP/Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Salah satu perusahaan pertambangan di Provinsi Maluku Utara berani-beraninya menunggak gaji karyawan selama tiga bulan. Perusahaan tersebut bernama PT Akuwaindo Sejahtera Mandiri (ASM) yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel, Kabupaten Halmahera Tengah.

Salah satu karyawan yang enggan menyebut namanya, mengatakan perusahaan milik Hi. Ibrahim Pakaya ini memiliki karyawan sebanyak 65 orang. Dan perusahaan telah menunggak gaji pokok karyawan, Tunjangan Hari Raya (THR) serta BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan terhitung sejak bulan Maret hingga Mei 2024.

“Kalau gaji kami belum bayar. Bagaimana dengan karyawan yang sudah berumah tangga, karena sebagian besar karyawan PT ASM sudah berumah tangga. Hal ini sangat berimbas kepada anak-anak mereka yang bersekolah,” ujarnya pada Jumat (7/6/2024).

Dia menyebutkan, ada sebagian karyawan sudah menerima gaji, tetapi pihak perusahaan hanya membayar 2 Juta per orang, mestinya gaji yang harus diterima satu bulan sebesar Rp 4.790.000.

“Itu pun hanya karyawan yang berada di dalam site sementara yang berada diluar site belum dibayar,” ungkapnya.

Selain itu, menurut dia, Direktur Utama PT. ASM Riyan Chal Kh. Husain selalu menghindar saat karyawan mempertanyakan upah/gaji dan beralasan uang dalam proses pemindahan dari rekening investor ke rekening PT ASM.

BACA JUGA :  Siswa SMA Islam Nurul Hasan Lulus 100 Persen, Ini Syarat Kelulusannya

“Sementara, informasi yang saya diterima dari beberapa karyawan, dirinya (Riyan Chal Kh. Husain) secara terang-terangan menyampaikan bahwa Ia tidak mau membayar gaji para karyawannya lagi,” ucapnya.

Usut punya usut, kata dia, penyebabnya dari pemberitaan salah satu media online memberitakan soal penunggakan gaji atau upah karyawan. Merasa kesal, Direktur Utama PT. ASM mengancam tidak membayar gaji karyawannya.

Lebih parah, lanjut dia, ada beberapa karyawan yang sempat cuti, tidak diterima lagi oleh pihak perusahaan. Padahal kontrak kerja masih tersisa enam bulan.

Baca Halaman Selanjutnya…

Penulis : Reswandi

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Idul Adha, Harita Nickel dan Jurnalis Maluku Utara Berbagi Daging Kurban 
Pimpin Upacara 17 Bulan Berjalan, Sekda Pulau Taliabu: ASN Harus Netral dan Profesional 
Baznas Malut Akan Salurkan Bantuan ZMart ke Mustahik, Badaruddin: Tetap Kerja Meski Gaji Tersendat
Tiga Desa di Kabupaten Pulau Taliabu Salat Idul Adha
Wali Kota Ternate Jemput Kedatangan Kajati Maluku Utara Baru
RSUD CB Ternate Gelar Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan
TPPS Mulai Aksi Mengatasi Masalah Stunting di Pulau Taliabu
Pemda Pulau Taliabu Gelar Rapat Koordinasi DAK 2025

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:40 WIT

Idul Adha, Harita Nickel dan Jurnalis Maluku Utara Berbagi Daging Kurban 

Rabu, 19 Juni 2024 - 16:49 WIT

Pimpin Upacara 17 Bulan Berjalan, Sekda Pulau Taliabu: ASN Harus Netral dan Profesional 

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:07 WIT

Baznas Malut Akan Salurkan Bantuan ZMart ke Mustahik, Badaruddin: Tetap Kerja Meski Gaji Tersendat

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:15 WIT

Tiga Desa di Kabupaten Pulau Taliabu Salat Idul Adha

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:09 WIT

Wali Kota Ternate Jemput Kedatangan Kajati Maluku Utara Baru

Sabtu, 8 Juni 2024 - 19:35 WIT

RSUD CB Ternate Gelar Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan

Jumat, 7 Juni 2024 - 18:38 WIT

TPPS Mulai Aksi Mengatasi Masalah Stunting di Pulau Taliabu

Jumat, 7 Juni 2024 - 18:13 WIT

Pemda Pulau Taliabu Gelar Rapat Koordinasi DAK 2025

Berita Terbaru

Hasil Survei Polmark Research Center. (PRC for Rakyatmu)

Ekopol

82 Persen Warga Ternate Apresiasi Kinerja Wali Kota

Rabu, 19 Jun 2024 - 18:50 WIT