Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

- Wartawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta memacu kecepatan saat melintasi rute jalanan Kota Ternate dalam ajang Fort to Fort Nusantara Jaya Run 2026.

Sejumlah peserta memacu kecepatan saat melintasi rute jalanan Kota Ternate dalam ajang Fort to Fort Nusantara Jaya Run 2026.

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menggandeng Harita Nickel dalam gelaran Fort to Fort Nusantara Raya Run 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pariwisata berbasis warisan sejarah dan budaya di Kota Ternate. Ajang trail run kategori 5K dan 10K yang digelar dalam rangkaian Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Sabtu (29/8), ini diikuti sekitar 900 pelari dari berbagai wilayah Indonesia.

Fort to Fort Nusantara Jaya Run dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah Ternate. Para peserta melewati sejumlah benteng peninggalan sejarah, di antaranya Benteng Kalamata, Benteng Oranje, dan Benteng Toloko.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyatakan olahraga lari kini menjadi tren gaya hidup yang semakin diminati masyarakat Ternate. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Ternate menetapkan Fort to Fort Run sebagai bagian dari kalender kegiatan pariwisata tahunan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fort to Fort Run kami tetapkan sebagai kalender kegiatan tahunan Kota Ternate. Kami berharap ajang sport tourism ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata sejarah Ternate ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Tauhid.

Ketua Panitia Rakernas XII JKPI yang juga Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Fort to Fort Run menjadi salah satu cara memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka kepada peserta dari berbagai daerah.

“Dari 900 runners yang berpartisipasi, hampir separuhnya berasal dari luar Ternate, termasuk jajaran kepala daerah seperti Wali Kota Surakarta, Wali Kota Probolinggo, hingga Sekda Blitar. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan warisan budaya Ternate kepada lebih banyak orang,” ungkap Rizal.

BACA JUGA :  Bupati Pulau Taliabu: Percepat Bantuan Korban Puting Beliung Desa Bapenu

Rizal menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, penting untuk memperluas ruang bagi inisiatif pariwisata dan kebudayaan di daerah.

“Pengembangan pariwisata dan kebudayaan perlu kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Kami mengapresiasi Harita Nickel yang telah menjadi bagian dari penyelenggaraan Fort to Fort Run sekaligus mendukung upaya kami memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Ternate melalui sport tourism,” ujar Rizal.

Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam Fort to Fort Run merupakan bagian dari dukungan Harita Nickel terhadap berbagai inisiatif yang tumbuh di Maluku Utara, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata dan warisan budaya.

“Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah. Karena itu, ketika ada inisiatif yang mengajak masyarakat untuk mengenal dan merawat kekayaan sejarah serta budaya daerah ini, kami ingin menjadi bagian di dalamnya. Fort to Fort Run menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi cara untuk membawa orang lebih dekat dengan sejarah dan karakter sebuah daerah,” kata Latif.

Menurut Latif, Fort to Fort Run juga memberikan pembelajaran mengenai bagaimana potensi daerah dapat diangkat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan menghubungkan olahraga dengan pengalaman wisata.

“Kegiatan seperti Fort to Fort Run menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk mengangkat potensi daerah sekaligus membuka keterlibatan masyarakat. Pendekatan serupa juga dapat dikembangkan di wilayah lingkar operasional kami di Pulau Obi dengan menyesuaikannya pada karakter dan potensi setempat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kekurangan Personil, Dishub: Butuh Kerjasama Pihak Ketiga

Ia menilai pendekatan tersebut tidak harus menghasilkan kegiatan yang sama, karena setiap wilayah memiliki kekuatan dan ceritanya sendiri.

“Di Ternate, kekuatan itu salah satunya ada pada sejarah dan warisan budayanya. Di Obi, kami melihat kekuatan yang berbeda, seperti kekayaan pesisir, perairan, dan kehidupan masyarakatnya. Yang penting adalah bagaimana potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, ikut menentukan bentuk kegiatannya, serta mengambil bagian secara bermakna dalam membangun daerahnya,” kata Latif.

Salah satu contoh kegiatan yang telah berjalan di wilayah operasional Harita Nickel di Pulau Obi adalah Obi Fishing Tournament yang telah berjalan sejak 2022. Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat di Desa Kawasi dan Soligi, serta karyawan Harita Nickel melalui kegiatan olahraga dan rekreasi berbasis potensi perairan setempat.

“Kami berharap Obi Fishing Tournament dapat kembali diselenggarakan dalam waktu dekat dan terus memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang penyelenggaraannya, tetapi tentang bagaimana masyarakat dapat ikut mengambil peran, menunjukkan potensi daerahnya, dan menjadi bagian dari proses membangun daerah,” ujar Latif.

Ia menambahkan, kegiatan serupa dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Ternate punya sejarah dan warisan budayanya, sementara Obi memiliki potensi pariwisata berbasis pesisir, dan kehidupan serta budaya masyarakatnya. Kami ingin mendukung ruang yang memungkinkan potensi tersebut dikenal dan tumbuh bersama masyarakat Maluku Utara,” tutup Latif. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

KATAM Bantah Kabar PT Smart Marsindo Masih Menambang di Pulau Gebe
BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata
Permudahkan Wajib Pajak, BP2RD Kota Ternate Terapkan Skema Door To Door
Pemkot Ternate Perpanjang Status Tanggap Darurat, Pastikan Api TPA Padam Total
Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak
PGRI Kota Ternate Dorong Transformasi Pembelajaran Hadapi Era Digital
Sekda Kota Ternate Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Api di TPA Buku Deru-Deru
Pemkot Ternate Melalui ASN Peduli Salurkan Bantuan ke Lansia Terdampak Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:15 WIT

KATAM Bantah Kabar PT Smart Marsindo Masih Menambang di Pulau Gebe

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:17 WIT

BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:53 WIT

Permudahkan Wajib Pajak, BP2RD Kota Ternate Terapkan Skema Door To Door

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:15 WIT

Pemkot Ternate Perpanjang Status Tanggap Darurat, Pastikan Api TPA Padam Total

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:40 WIT

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WIT

Sekda Kota Ternate Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Api di TPA Buku Deru-Deru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:10 WIT

Pemkot Ternate Melalui ASN Peduli Salurkan Bantuan ke Lansia Terdampak Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:20 WIT

Dokumen Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu Taliabu Ditandatangani

Berita Terbaru

Suasana Warga Membayar PBB di Pojok Pajak BP2RD Kota Ternate

Daerah

BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:17 WIT

Petugas BP2RD Kota Ternate Menyambangi Wajib Pajak di Kelurahan Kalumata. (RakyatMu)

Daerah

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:40 WIT