RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate terus berupaya menata dan mengoptimalkan ruang publik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para penggiat usaha kopi jalanan (street coffee).
Langkah ini ditandai dengan kesepakatan dalam audiens dan diskusi bersama para pelaku UMKM coffee street yang beraktivitas di kawasan benteng bersejarah Fort Oranje. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan serta Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), pada Selasa (20/10/2026).
Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, penataan ini dilakukan untuk mempertegas hak dan kewajiban para pelaku usaha, terutama terkait aspek kebersihan, kerapian, tata kelola pemanfaatan ruang, hingga kewajiban retribusi.
“Prinsipnya Pemerintah Kota sangat mendukung aktivitas ekonomi kreatif para pemuda ini. Ruang-ruang publik ini kalau tidak diaktivasi juga akan mati. Namun, harus ada aturan dan pengawasan yang jelas agar kawasan tetap rapi, bersih, serta terpelihara,” katanya.
Rizal menambahkan, saat ini tidak ada lagi pengotak-ngotakan pedagang seperti ‘binaan Dinas Kebudayaan’ atau kelompok terpisah lainnya. Seluruh pelaku usaha coffee street yang berjumlah sekitar 20 usaha kini berada di bawah kendali dan pengawasan langsung Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kebudayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain kawasan Benteng Oranje, Pemkot Ternate juga tengah menyiapkan skema penataan kawasan publik lainnya seperti Taman Nukila. Dimana para pelaku usaha kopi menggunakan motor listrik akan dipusatkan di area Taman Nukila (bagian depan jalan). Langkah ini dilakukan untuk memberi ruang khusus tanpa mengganggu kenyamanan maupun akses parkir pengunjung.
Sementara Kawasan Daulasi Ternate sendiri penataan akan melibatkan lurah dan RT setempat guna memastikan tata cara pemanfaatan ruang berjalan sesuai aturan. Sedangkan Pantai Falajawa, Pemkot Ternate berencana membuka kurasi bagi pelaku UMKM yang menggunakan kendaraan atau mobil khusus (seperti konsep food truck atau mobil klasik) untuk berjualan di area Pantai Falajawa.
“Langkah penataan menyeluruh ini diharapkan dapat menghidupkan iklim ekonomi kreatif anak-anak muda di Kota Ternate sekaligus menjadikan ruang-ruang publik lebih tertata, nyaman, dan produktif,” tandasnya.
Editor : Redaksi












