HPS di Kota Ternate: Momen Perkuat Ekonomi Berbasis Rempah dan Pangan Lokal

- Wartawan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly saat Jadi Pemateri di Ajang Peringatan Hari Pangan Sedunia. (Matox for RakyatMu)

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly saat Jadi Pemateri di Ajang Peringatan Hari Pangan Sedunia. (Matox for RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi kekayaan rempah dan pangan lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah serta daya tarik pariwisata masa depan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, saat menjadi pemateri dalam ajang Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dirangkai dengan Peringatan 1 Dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate yang dipusatkan di Aula Nuku, Lantai 4 Rektorat Kampus Gambesi, Ternate, Kamis (22/10/2026).

Dalam paparannya yang bertajuk “Ternate Kota Rempah dan Gastronomi”, Dr Rizal menekankan bahwa city branding “Ternate Kota Rempah” yang telah mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2022 tidak boleh sekadar menjadi slogan atau logo semata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Branding tersebut harus diwujudkan dalam produk nyata, pengalaman kota, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Rempah bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu. Kita harus mengubah kekayaan lokal ini menjadi identitas, pengalaman kuliner, serta manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” tegas Rizal di hadapan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa.

BACA JUGA :  Kehilangan iPhone 11 Pro di Parkiran Swalayan Dua Sekawan Ternate, Juru Parkir Sebut CCTV Rusak

Sekda memaparkan, pengembangan gastronomi Ternate didasarkan pada tiga pilar atau pintu masuk utama.

  1. Rempah Unik (Cengkeh, Pala, Kunyit, Jahe, Lada) : Menjadi identitas aroma, cita rasa, dan sejarah.
  2. Hasil Laut dan Perikanan : Memanfaatkan potensi wilayah perairan Ternate yang mencapai lebih dari 5.500 km² untuk diversifikasi produk olahan ikan.
  3. Pangan Tradisional : Menjaga warisan resep dan pengetahuan lokal antar-generasi dengan sentuhan inovasi kemasan dan penyajian tanpa menghilangkan keasliannya.

“Rempah memberikan karakter pada makanan, sedangkan gastronomi menjelaskan bagaimana rempah tersebut digunakan, diwariskan, dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan,” lanjutnya.

Guna mengintegrasikan ekosistem pangan dari hulu ke hilir, Dr Rizal menggarisbawahi pentingnya kolaborasi Hexa-Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi (kampus), pelaku bisnis/UMKM, komunitas, media, serta aggregator platform.

BACA JUGA :  Tambah Rp 3 Miliar, Pemkot Ternate Terima Aset Kawasan Kuliner Makassar Timur

Sebagai Sekretaris Daerah, Dr Rizal menegaskan siap mengorkestrasi kerja lintas perangkat daerah. Pemkot akan menyatukan agenda pariwisata, kebudayaan, perdagangan, UMKM, pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan agar berjalan selaras.

“Ukuran keberhasilan agenda ini bukan sekadar banyaknya acara (event), melainkan meningkatnya mutu produk, terbukanya akses pasar, naiknya pendapatan pelaku usaha, serta tumbuhnya kebanggaan warga terhadap pangan lokal,” terang mantan Kepala Bappeda Ternate tersebut.

Dia juga mengajak akademisi dan universitas melalui PATPI untuk terus menghubungkan riset dan inovasi teknologi pangan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di pasar.

“Ternate tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang rempah. Melalui gastronomi, kita dapat menghadirkan masa depan yang sejahtera bagi masyarakat Kota Ternate,” tutup Rizal. (**)

Penulis : Diman

Editor : Diman

Berita Terkait

Dari Diskusi ke Kesepakatan, Pemkot Ternate Tata Street Coffee Benteng Oranje
Sekda Kota Ternate Resmikan Gedung Sekretariat dan Studio Radio Gemusba
BP2RD Kota Ternate Optimis PBB Capai 100 Persen
KATAM Bantah Kabar PT Smart Marsindo Masih Menambang di Pulau Gebe
BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata
Permudahkan Wajib Pajak, BP2RD Kota Ternate Terapkan Skema Door To Door
Pemkot Ternate Perpanjang Status Tanggap Darurat, Pastikan Api TPA Padam Total
Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIT

HPS di Kota Ternate: Momen Perkuat Ekonomi Berbasis Rempah dan Pangan Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:50 WIT

Dari Diskusi ke Kesepakatan, Pemkot Ternate Tata Street Coffee Benteng Oranje

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:01 WIT

BP2RD Kota Ternate Optimis PBB Capai 100 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:15 WIT

KATAM Bantah Kabar PT Smart Marsindo Masih Menambang di Pulau Gebe

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:17 WIT

BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:53 WIT

Permudahkan Wajib Pajak, BP2RD Kota Ternate Terapkan Skema Door To Door

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:15 WIT

Pemkot Ternate Perpanjang Status Tanggap Darurat, Pastikan Api TPA Padam Total

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:40 WIT

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Berita Terbaru