Buka Rakernas JKPI 2026, Wali Kota Ternate Bicara Identitas Kota Rempah

- Wartawan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan Rakernas JKPI 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate. (Ongky for RakyatMu)

Pembukaan Rakernas JKPI 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate. (Ongky for RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman secara resmi membuka rangkaian Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya, dan Festival Gastronomi dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026, pada Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Benteng Oranje Ternate itu, menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XII JKPI yang tidak hanya mengangkat sejarah maritim dan kejayaan jalur rempah nusantara, tetapi juga memperkuat solidaritas antardaerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Dalam sambutan, Tauhid menjelaskan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo merupakan wilayah kepulauan yang secara historis dikenal sebagai penghasil pala dan cengkeh serta bagian dari kawasan yang dikenal sebagai Negeri Para Raja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tauhid menyebut Ternate memiliki posisi penting dalam sejarah perdagangan dunia sebagai salah satu titik strategis jalur rempah. Nilai ekonomi cengkeh dan pala pada masa lalu bisa disebut sangat tinggi sehingga menarik bangsa-bangsa besar untuk datang ke nusantara.

BACA JUGA :  Pemuda Asal Gorontalo Tewas Gantung Diri di Kota Ternate

“Mulai dari Romawi, Tiongkok, Arab, Persia, Portugis, Spanyol, Inggris hingga kongsi dagang VOC Belanda, berbagai kekuatan dunia datang mengarungi samudra untuk menguasai perdagangan rempah,” sambungnya.

Melalui Rakernas XII JKPI, lanjutnya, sejarah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat dihidupkan kembali untuk menempatkan kota-kota pusaka sebagai aktor dalam diplomasi global.

Tauhid juga menyoroti tantangan pembangunan perkotaan modern. Menurutnya, diperlukan reformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia memperkenalkan konsep tata kelola pemerintahan yang ekstraktif dan responsif sebagai antitesis terhadap model kolonial yang bersifat opresif.

Dalam konteks tersebut, istilah ekstraktif dimaknai secara positif sebagai kemampuan pemerintah daerah dalam menggali dan mengelola potensi lokal secara bijaksana, adil, dan setara untuk kepentingan masyarakat.

BACA JUGA :  Batal Pinjam Uang di Bank, Gubernur: Sudah ada Masalah Mau Pinjam Apalagi

Tauhid juga menekankan pentingnya menjadikan identitas budaya lokal serta nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sebagai bagian dari solusi menghadapi berbagai persoalan pembangunan perkotaan.

Melalui city branding “Ternate Kota Rempah”, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk mengangkat kembali sejarah serta identitas Ternate ke tingkat global.

Di akhir sambutannya, Tauhid berharap Rakernas XII JKPI tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian cagar budaya dan keberlangsungan kebudayaan di seluruh daerah anggota JKPI.

“Semoga Rakernas ini benar-benar memberikan dampak positif dan menjadi lokomotif yang menggerakkan agenda pemajuan kebudayaan di setiap daerah kita masing-masing,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rakernas XII JKPI Tahun 2026 di Kota Ternate ini akan berlangsung pada 26 hingga 29 Agustus 2026 menghadirkan berbagai agenda kebudayaan. (**)

Editor : Diman

Berita Terkait

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak
PGRI Kota Ternate Dorong Transformasi Pembelajaran Hadapi Era Digital
Sekda Kota Ternate Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Api di TPA Buku Deru-Deru
Pemkot Ternate Melalui ASN Peduli Salurkan Bantuan ke Lansia Terdampak Karhutla
Dokumen Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu Taliabu Ditandatangani
Gaji PNS Hingga PPPK Paruh Waktu Kota Ternate Dipastikan Aman Sampai Akhir Tahun
Lingkar Tambang Taliabu Terbakar: ADT dan BMI Harus Bertanggung Jawab atau Pergi
Jaga Kebersihan Kota, DLH Ternate Rutin Bersih Kali Mati

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:40 WIT

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIT

PGRI Kota Ternate Dorong Transformasi Pembelajaran Hadapi Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WIT

Sekda Kota Ternate Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Api di TPA Buku Deru-Deru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:10 WIT

Pemkot Ternate Melalui ASN Peduli Salurkan Bantuan ke Lansia Terdampak Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:20 WIT

Dokumen Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu Taliabu Ditandatangani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:11 WIT

Lingkar Tambang Taliabu Terbakar: ADT dan BMI Harus Bertanggung Jawab atau Pergi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:18 WIT

Jaga Kebersihan Kota, DLH Ternate Rutin Bersih Kali Mati

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:09 WIT

Pupuk Organik 346,6 Ton Tiba di Pulau Taliabu

Berita Terbaru

Petugas BP2RD Kota Ternate Menyambangi Wajib Pajak di Kelurahan Kalumata. (RakyatMu)

Daerah

Optimalkan PAD, BP2RD Kota Ternate Sambangi Wajib Pajak

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:40 WIT