PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera di Maluku Utara lewat Mekaar

- Wartawan

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian empat unit baru Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera oleh Permodalan Nasional Madani di Maluku Utara. (Istimewa)

Peresmian empat unit baru Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera oleh Permodalan Nasional Madani di Maluku Utara. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Upaya memperluas akses keuangan bagi perempuan prasejahtera terus dilakukan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM). Programnya pun menjangkau wilayah terluar Indonesia.

Di Maluku Utara, empat unit baru Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) resmi dibuka di Kabupaten Pulau Morotai, Kota Tidore Kepulauan Tidore. Kemudian Kecamatan Weda di Halmahera Tengah, hingga Sofifi.

“Keempat wilayah itu selama ini dikenal memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan keuangan formal,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary dalam keterangan tertulis kepada Rakyatmu.com, Kamis (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian empat unit Mekaar itu berlangsung pada Rabu (21/1/2026). Acara tersebut disaksikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menandai dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap penguatan ekonomi masyarakat subsisten, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.

Dodot menjelaskan, ekspansi ke Maluku Utara merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PNM. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dari akses keuangan formal.

BACA JUGA :  Bupati Bassam Kasuba Lepas CJH Halmahera Selatan

“PNM berkomitmen hadir hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk perempuan prasejahtera di wilayah kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses keuangan yang aman, legal, dan disertai pendampingan,” ujar Dodot.

Menurutnya, kehadiran PNM Mekaar bukan semata membuka unit layanan. Tapi membangun ekosistem pemberdayaan yang memberi rasa aman bagi nasabah dalam mengembangkan usaha mereka.

Dengan akses pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan berkelanjutan, lanjut Dodot, perempuan prasejahtera diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat subsisten melalui pendekatan pemberdayaan,” katanya.

Bagi Dodot, di wilayah kepulauan seperti Morotai hingga Weda, keberadaan layanan keuangan yang dekat dan terpercaya menjadi faktor penting untuk mendorong usaha kecil tumbuh dan bertahan.

Pembukaan empat unit Mekaar tersebut menjadi penanda, bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti di pusat-pusat ekonomi. Tapi terus bergerak hingga ke pulau-pulau terluar.

BACA JUGA :  Bakal Berikan Alat Musik untuk Hidupkan Ruang Publik Pandara Kananga, Kota Ternate

“Di mana harapan sering kali tumbuh dari usaha yang dijalankan dengan ketekunan dan keberanian,” jelasnya.

Karena program Mekaar tidak hanya menghadirkan pembiayaan usaha, tapi juga pendampingan rutin dan penguatan kapasitas. Mulai dari pengelolaan keuangan sederhana hingga membangun disiplin usaha.

“Pola ini sangat relevan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini mengandalkan usaha kecil berbasis rumah tangga, sebagai penopang ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjelaskan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah akses modal. Menurutnya, para ibu-ibu kerap bingung harus menjual produk apa, termasuk pelatihan hingga pemasaran.

“Tugas kami di sini memastikan ibu-ibu naik kelas dan literasi keuangan bukan hanya menjadi pr (pekerjaan rumah) PNM, tapi juga Pemprov Maluku Utara,” ungkap Sherly.

Sherly berharap kehadiran PNM Mekaar di empat titik menjadi pintu masuk bagi perempuan prasejahtera untuk membangun usaha yang lebih berkelanjutan, sekaligus keluar dari ketergantungan pada praktik pembiayaan informal yang berisiko.

Penulis : Tim

Editor : Olis

Sumber Berita : ADV

Berita Terkait

Rizal Marsaoly Terpilih sebagai Ketua Umum IBCA MMA Maluku Utara Periode 2026–2030
Sebelum Renovasi Kantor Bupati Taliabu, Ketua Komisi III Tegaskan Kembalikan Temuan Rp1,8 Miliar
Dinsos Pulau Taliabu Perkuat Kapasitas Operator SIKS-NG, Tingkatkan Akurasi Data Bansos
BP2RD Siapkan Strategi Optimalkan PAD melalui Sensus PBB dan Pembaruan ZNT
Banggar DPRD Taliabu Pending Pembahasan KUA-PPAS TA 2027
Dinas P3AKB Pulau Taliabu: Miras Jadi Pemicu Utama KDRT, Kasus Kekerasan terhadap Anak Menurun
PBHTB Lampaui Target, Pemkot Apresiasi Para Wajib Pajak di Kota Ternate
Pemkot Ternate Resmi Luncurkan Logo Rakernas XII JKPI 2026, Usung Semangat ‘Ternate Episentrum Rempah Dunia’

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:14 WIT

Rizal Marsaoly Terpilih sebagai Ketua Umum IBCA MMA Maluku Utara Periode 2026–2030

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:00 WIT

Sebelum Renovasi Kantor Bupati Taliabu, Ketua Komisi III Tegaskan Kembalikan Temuan Rp1,8 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43 WIT

Dinsos Pulau Taliabu Perkuat Kapasitas Operator SIKS-NG, Tingkatkan Akurasi Data Bansos

Senin, 27 Juli 2026 - 17:25 WIT

Banggar DPRD Taliabu Pending Pembahasan KUA-PPAS TA 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 16:47 WIT

Dinas P3AKB Pulau Taliabu: Miras Jadi Pemicu Utama KDRT, Kasus Kekerasan terhadap Anak Menurun

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:55 WIT

PBHTB Lampaui Target, Pemkot Apresiasi Para Wajib Pajak di Kota Ternate

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:52 WIT

Pemkot Ternate Resmi Luncurkan Logo Rakernas XII JKPI 2026, Usung Semangat ‘Ternate Episentrum Rempah Dunia’

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:34 WIT

HUT Bhayangkara ke-80 di Pulau Taliabu, Kapolres Tekankan Kualitas SDM

Berita Terbaru