JKPI 2026, Wali Kota Ternate: Revitalisasi Cagar Budaya Penggerak PAD dan Investasi

- Wartawan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Memaparkan Warisan Budaya dan Pembangunan Perkotaan di depan Delegasi JKPI 2026. (Atu for RakyatMu)

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Memaparkan Warisan Budaya dan Pembangunan Perkotaan di depan Delegasi JKPI 2026. (Atu for RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII di Hotel Bela Ternate pada Kamis (27/8/2026). Di hadapan para delegasi, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman memaparkan strategi revitalisasi cagar budaya sebagai bagian dari pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Tauhid mengatakan, kebudayaan merupakan salah satu unsur penting dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah. Selain memiliki nilai sejarah dan identitas, sektor kebudayaan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dalam konteks ini, revitalisasi cagar budaya merupakan salah satu strategi meningkatkan PAD sekaligus menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan investasi,” kata Tauhid dalam Simposium Internasional tentang Revitalisasi Cagar Budaya dan Investasi Pembangunan Perkotaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ternate terus berupaya menyusun berbagai kebijakan dan program untuk mengembangkan sektor kebudayaan. Salah satunya melalui penggalian, inventarisasi, serta pengembangan berbagai objek kebudayaan, termasuk cagar budaya, agar dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

BACA JUGA :  Sekda Kota Ternate Turun ke Lokasi Kebakaran dan Berikan Bantuan

“Objek-objek kebudayaan yang direvitalisasi, termasuk cagar budaya, dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata budaya untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.

Menurut Tauhid, revitalisasi cagar budaya tidak hanya bertujuan memperbaiki dan meningkatkan nilai kawasan maupun bangunan bersejarah, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan vitalitas kawasan melalui aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di kawasan cagar budaya, masyarakat diharapkan memperoleh peluang untuk berinvestasi, sementara pemerintah daerah dapat meningkatkan pendapatan melalui pajak dan retribusi dari pemanfaatan kawasan tersebut.

“Revitalisasi cagar budaya memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah, baik sebagai investasi untuk meningkatkan PAD, pemerataan dan peningkatan kesempatan kerja serta pendapatan masyarakat, maupun dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan serta mengenal dan melestarikan budaya bangsa,” terangnya.

Tauhid menekankan, keberhasilan revitalisasi cagar budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus berkolaborasi karena masing-masing memiliki peran yang saling berkaitan.

BACA JUGA :  Tebang Pohon Mangrove, Praktisi Hukum Desak Polres Halmahera Selatan Tangkap Farid Abae

Karena itu, kebijakan dan program revitalisasi cagar budaya di Ternate akan diarahkan pada pengembangan kawasan yang layak secara ekonomi sebagai destinasi wisata berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dapat diterima secara sosial, serta mampu diterapkan secara teknologis.

Meski demikian, Tauhid mengakui bahwa revitalisasi cagar budaya bukan merupakan sektor yang secara langsung menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan daerah. Namun, sektor ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD melalui pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.

“Revitalisasi cagar budaya bukanlah sektor penyumbang terbesar dalam pendapatan daerah, tetapi berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dari pemanfaatan cagar budaya, tanpa mengabaikan kaidah konservasi dan aspek pelestarian secara menyeluruh,” tandasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi regulasi dan tata kelola pemerintahan juga diperlukan agar nilai aset pusaka dan cagar budaya di Kota Ternate dapat terus diapresiasi, dilestarikan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tempat Hiburan Malam di Pulau Taliabu Bakal Dipindahkan, Pemda Berikan Waktu 90 Hari
Buka Rakernas JKPI 2026, Wali Kota Ternate Bicara Identitas Kota Rempah
Dinkes Taliabu Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Berbasis Data CKG
DLH Kota Ternate Siapkan Petugas Kebersihan, Angkut Sampah Selama Pelaksanaan JKPI
Ruang Kedatangan Kontingen Rakernas JKPI di Bandara Babullah​ Tematik ‘Ternate Kota Rempah’
Sukseskan Rakernas JKPI, Satpol PP Ternate Tertibkan Kawasan Publik
Karnaval JKPI Diikuti 1.300 Pelajar, Pemkot Ternate Minta Maaf Sejumlah Jalan Akan Ditutup
Warisan Budaya Taliabu Bakal Diusulkan jadi WBTB

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:24 WIT

JKPI 2026, Wali Kota Ternate: Revitalisasi Cagar Budaya Penggerak PAD dan Investasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:32 WIT

Tempat Hiburan Malam di Pulau Taliabu Bakal Dipindahkan, Pemda Berikan Waktu 90 Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:58 WIT

Buka Rakernas JKPI 2026, Wali Kota Ternate Bicara Identitas Kota Rempah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:39 WIT

Dinkes Taliabu Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Berbasis Data CKG

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:42 WIT

Ruang Kedatangan Kontingen Rakernas JKPI di Bandara Babullah​ Tematik ‘Ternate Kota Rempah’

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:33 WIT

Sukseskan Rakernas JKPI, Satpol PP Ternate Tertibkan Kawasan Publik

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:50 WIT

Karnaval JKPI Diikuti 1.300 Pelajar, Pemkot Ternate Minta Maaf Sejumlah Jalan Akan Ditutup

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:23 WIT

Warisan Budaya Taliabu Bakal Diusulkan jadi WBTB

Berita Terbaru