Meski Diperbaiki, Jalan Hotmix Kalumata Masih Rusak: Kontraktor Harus Tanggung Jawab

- Wartawan

Kamis, 26 Oktober 2023 - 09:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Jalan Yang Baru Diperbaiki Bisa Dibongkar Menggunakan Tangan. (Rakyatmu)

Pembangunan Jalan Yang Baru Diperbaiki Bisa Dibongkar Menggunakan Tangan. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Pembangunan jalan hotmix lingkungan RT 12-17 di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, Maluku Utara menyita perhatian publik. Lantaran, jalan yang dibangun tidak sesuai dengan harapan warga setempat.

Padahal jalan tersebut sudah diperbaiki ulang oleh kontraktor pemenang tender pada Senin 23 Oktober 2023. Perbaikan ini, menurut keterangan Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara saat proses penggilasan tiba-tiba alat berat bomag rusak.

Meskipun sudah diperbaiki ulang, tetapi masih ada beberapa titik yang masih keropos dan bisa dibongkar menggunakan tangan, sehingga hasilnya tidak layak untuk dilewati oleh pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan jalan dengan volume 2 Km ini baru dikerjakan sekitar 900 meter. Diketahui, kegiatan fisik tersebut melekat di Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara dan dikerjakan oleh CV. Bintang Jaya Konstruksi menggunakan APBD Tahun Anggaran 2023 senilai Rp 4,4 Miliar.

Pantauan Rakyatmu.com dilokasi pembangunan jalan pada Rabu (25/10/2023), masih ada kerusakan di beberapa titik, sedangkan di RT 17 sampai sekarang belum dilakukan perbaikan dan hanya ditandai dengan cairan pilox berwarna putih.

BACA JUGA :  RAPBD Kota Ternate Tahun 2026 Dirancang Rp926 Miliar

Namun, CV. Bintang Jaya Konstruksi melanjutkan pekerjaan di ruas jalan yang terletak di RT 12. Para pekerja terlihat meratakan material aspal. Selain itu, dua mobil truk dan satu alat bomag bersiaga.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Kahim Arifin mengatakan, spesifikasi umum dalam ketentuan pembangunan jalan aspal ialah setiap penghamparan minimal ada dua alat pemadatan roda baja yang siap dioperasikan dengan kondisi normal.

Kemudian, kata Kahim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemadatan aspal untuk mendapatkan umur jalan yang sesuai perencanaan. Salah satunya faktor penting yang harus diperhatikan adalah proses pemadatan, jika tidak dilakukan dengan benar atau dibawah pengawasan yang lalai, maka resiko kerusakan jalan sangat tinggi.

“Kelalaian dalam penghamparan dan pemadatan itu, agregat campuran pada aspal terpisah, kelenturan aspal sangat berkurang, kemudian porosit yang berlebihan sehingga target perencanaan umur layan jalan yang 10 tahun menurun, bahkan tidak mencapai satu minggu sudah mengalami kerusakan,” ujarnya pada Kamis (26/10/2023).

Menurut Kahim, pengerjaan pembangunan jalan di Kalumata, ada beberapa yang harus di benahi seperti kurangnya pengawasan dan persiapan dari awal pekerjaan, penghamparan, pengaspalan sampai dengan finishing.

BACA JUGA :  BP2RD dan BPRS Bahari Berkesan Ternate Percepatan Digitalisasi: Bayar Pajak dan Retribusi Tanpa Harus Tunai

“Sebelum pemadatan, permukaan harus rata sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam pengaspalan. Ketidakseriusan pengawas dalam mengatasi segala bentuk pekerjaan, baik dari penghamparan hingga pengaspalan,” ungkapnya.

Hahim mendesak, CV Bintang Jaya Konstruksi dan seluruh pihak yang terlibat perlu dievaluasi terkait pengawasan dan perencanaan, karena pembangunan baru pekan kemarin sudah mengalami kerusakan. Ia pun menduga seluruh penyebab kesalahan di lapangan terjadi atas kelalaian pengawas dan hal itu perlu dievaluasi.

“Segala bentuk pengaspalan tidak terlepas dari pengawasan artinya aspal ini sangat sensitif. Kelalaian pengawas yang membuat aspal dingin sebelum sampai di lokasi kerja. Kalaupun aspal yang digunakan baik tetapi tidak dikontrol suhu aspalnya maka hasilnya tetap tidak layak,” tuturnya.

“Penyebab kerusakan saat pengaspalan, yakni perekatan aspal yang kurang bagus, pemadatan aspal kurang maksimal dan suhu aspal yang sudah terlanjur dingin. Kontraktor harus bertanggung jawab dengan kelalaian tersebut,” pungkasnya. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Full Senyum, Aparat Desa Lohobubba Taliabu Terima Tunjangan dan Insentif
BP2RD Ternate Teken PKS dengan ATR/BPN
Sekda Kota Ternate Paparkan Draf Rencana Induk Aspiring Geopark di Bappenas
Tingkatkan Kualitas Pelaporan Kinerja, Pemda Taliabu Gelar Bimtek LKj-IP
Mahasiswi Asal Taliabu Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Ternate
HPS di Kota Ternate: Momen Perkuat Ekonomi Berbasis Rempah dan Pangan Lokal
Dari Diskusi ke Kesepakatan, Pemkot Ternate Tata Street Coffee Benteng Oranje
Sekda Kota Ternate Resmikan Gedung Sekretariat dan Studio Radio Gemusba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:55 WIT

Full Senyum, Aparat Desa Lohobubba Taliabu Terima Tunjangan dan Insentif

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:18 WIT

Sekda Kota Ternate Paparkan Draf Rencana Induk Aspiring Geopark di Bappenas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:23 WIT

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Kinerja, Pemda Taliabu Gelar Bimtek LKj-IP

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:41 WIT

Mahasiswi Asal Taliabu Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Ternate

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIT

HPS di Kota Ternate: Momen Perkuat Ekonomi Berbasis Rempah dan Pangan Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:50 WIT

Dari Diskusi ke Kesepakatan, Pemkot Ternate Tata Street Coffee Benteng Oranje

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:31 WIT

Sekda Kota Ternate Resmikan Gedung Sekretariat dan Studio Radio Gemusba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:01 WIT

BP2RD Kota Ternate Optimis PBB Capai 100 Persen

Berita Terbaru