Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar, PT NHM Penjarakan Mantan Karyawan

- Wartawan

Rabu, 16 September 2026 - 12:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Gemini)

Ilustrasi. (Gemini)

RAKYATMU.COM – PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) Kabupaten Halmahera Utara tega penjarakan mantan karyawan bernama Septian Sam setelah dirinya menuntut pembayaran hak pesangon Rp1,8 Miliar.

Pihak perusahaan melalui kuasa hukum, Iksan Maujud melaporkan Septian di Polsek Malifut atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) pada tahun 2020-2022 lalu.

Padahal kasus tersebut sebelumnya tidak terbukti dalam hasil investigasi perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, Septian telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Halmahera Utara, dengan tujuan agar mantan karyawan yang mengabdi selama 15 tahun itu takut menagih pesangon kepada pihak perusahaan.

Atas indikasi ketidakadilan pihak perusahaan tambang emas tersebut, Istri Septian Sam, bernama Eva minta Kapolda dan Kajati evaluasi kinerja penyidik dan mendesak PT NHM segera membayar hak pesangon suaminya.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi BTT Sula Berpotensi ada Tersangka Baru

Sebab, keluarga Septian merasa ada kejanggalan dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menyeret suaminya sebagai tersangka.

“Kapolda dan Kajati Maluku Utara harus tinjau kinerja penyidik Polsek Malifut dan Polres Halmahera Utara Kejari Halmahera Utara,” kata istri Septian, Eva kepada media, Rabu (16/9/2026).

Eva mengatakan, kinerja penyidik dalam pemeriksaan suaminya dirasa janggal.  Lantaran dirinya pernah datangi korban secara langsung dan pihak-pihak yang siap hadir sebagai saksi terlapor tidak pernah diperiksa secara langsung.

“Penahanan suami saya di Rutan Polres Halut atas dugaan pelecehan seksual di tempat kerja dari 2020-2022, saya rasa ada kejanggalan, itu karena saya pernah datangi korban menanyakan langsung kebenaran masalah tersebut tahun 2023, namun pengakuan korban sendiri tidak pernah merasa ada perlakuan tindakan yang dilaporkan pernah terjadi selama bekerja, kemudian disaksikan karyawan-karyawan lain di tempat kerja,” ujarnya.

BACA JUGA :  Oknum Polisi di Kepulauan Sula Nekat Masuk Kamar dan Perkosa Korban, Penanganan Lambat

Selain itu, lanjutnya, selama proses pemeriksaan, penyidik tidak pernah memanggil pihak-pihak yang bisa menjadi saksi untuk suaminya.

“Sebagai istri saya memohon dengan hormat pak Kapolda dan Kejati untuk meninjau kinerja anggota yang dapat merusak dan mencoreng nama baik institusi demi kepentingan pribadi,” harap Eva. (**)

Penulis : Iky

Editor : Diman

Berita Terkait

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula
Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak
Polisi Didesak Tangkap Febby Atas Dugaan Penyelundupan BBM dan Diskriminasi Warga Sula
Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak
Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa
SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton
Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar
Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIT

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:19 WIT

Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:46 WIT

Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:50 WIT

Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:05 WIT

SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:36 WIT

Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIT

Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIT

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar

Berita Terbaru