PLN Saketa Diduga Markup Tarif Pemasangan Listrik Satu Desa Puluhan Juta

- Wartawan

Selasa, 8 September 2026 - 14:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN (Persero) ULP Saketa, Halmahera Selatan. (Istimewa)

PLN (Persero) ULP Saketa, Halmahera Selatan. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – PT PLN (Persero) ULP Saketa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara diduga markup tarif pemasangan sambungan listrik baru puluhan juta di Desa Ranga-ranga, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Tambahan harga pemasangan listrik ini muncul setelah warga membandingkan biaya yang mereka bayarkan dengan daftar harga resmi pemasangan sambungan listrik baru. Selisihnya disebut mencapai ratusan ribu rupiah per volt ampere (VA).

Untuk pemasangan daya 900 VA, warga mengaku diminta membayar Rp1,3 juta per kepala keluarga. Padahal, berdasarkan harga resmi yang menjadi acuan warga, biaya pemasangan tercatat sekitar Rp843 ribu. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp457 ribu untuk setiap pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan hanya daya 900 VA. Warga juga mempersoalkan tarif pemasangan 1.300 VA yang disebut mencapai Rp1,7 juta. Sementara berdasarkan daftar harga yang mereka pegang, biaya pemasangan untuk daya tersebut sekitar Rp1,218 juta. Terdapat selisih kurang lebih Rp482 ribu per pelanggan.

BACA JUGA :  Gegara Berita BBM, Jurnalis di Halmahera Selatan Dianiaya Anggota TNI AL 

Jika jumlah pelanggan yang memasang sambungan baru mencapai lebih dari 100 kepala keluarga, selisih tersebut tentu bukan angka kecil. Apabila, selisih harga mencapai Rp457 ribu hingga Rp482 ribu per pelanggan, maka pihak PLN bisa mengambil keuntungan tanpa dasar hukum di kisaran Rp40 juta lebih.

Itupun baru tercatat satu desa. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan warga mengenai dasar penetapan tarif yang diberlakukan petugas di lapangan.

Alfian, salah satu warga Ranga-ranga, mengatakan sedikitnya 100 kepala keluarga telah mengikuti pendaftaran pemasangan sambungan baru melalui dua tahap.

“Dong (mereka) langsung kasih harga itu,” ujar Alfian kepada rakyatmu.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, warga tidak mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai komponen biaya yang membuat tarif pemasangan menjadi lebih tinggi dari harga yang mereka ketahui sebagai tarif resmi. Sistem pembayarannya pun dilakukan secara kolektif.

BACA JUGA :  Warga Desa Sumae Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Dunia, Suami Selamat

Alfian menjelaskan, ketika sekitar 30 hingga 50 warga mendaftarkan pemasangan baru, uang dikumpulkan dan dititipkan melalui pemerintah desa.

Setelah Sertifikat Laik Operasi (SLO) masing-masing pelanggan terbit, petugas kemudian datang mengambil uang yang telah dititipkan tersebut.

Pola pembayaran itu, kata dia, berlangsung dalam proses pemasangan sambungan listrik baru di desa tersebut.

“Desa Ranga-ranga sudah dua tahap, pendaftaran sudah lebih dari 100 kepala keluarga,” bebernya.

Akses listrik sendiri baru masuk ke Desa Ranga-ranga sejak Juli 2026. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap sambungan listrik baru cukup tinggi.

Warga bahkan menduga perbedaan harga tersebut bukan hanya terjadi di Ranga-ranga, tetapi berpotensi terjadi di desa lain yang sedang melakukan pemasangan sambungan baru.

Terpisah, Kepala ULP PLN Saketa, Muhammad Munir enggan merespons upaya konfirmasi rakyatmu selama dua hari pada Senin (7/9) hingga Selasa (8/9). (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Markup Tarif Pasang Listrik PLN Saketa: Warga Ranga-ranga Dirugikan
KATAM Desak Polisi Tetapkan Kevin He Sebagai Tersangka Dugaan Pembakaran Limbah Ban
Pembakaran Ban di PT IWIP, Netizen: Siapa Tak Tahu Keamanan PT IWIP Kok Bisa Ada OTK
Pembakaran Ribuan Ban, KATAM: Modus PT IWIP Hemat Pengelolaan Limbah B3
Polisi Didesak Tetapkan Petinggi PT IWIP Sebagai Tersangka Dugaan Kebakaran Limbah Ban
Pernyataan PT IWIP Soal Kebakaran Limbah Ban, Netizen: OTK Jadi Sihir Andalan
Jangan Tergesa-gesa: Penyelidikan Kebakaran Limbah Ban di PT IWIP Harus Berbasis Bukti
KPK Diminta Usut Penyelundupan BBM hingga Dugaan Pemotongan Fee Proyek di PLN UP3 Ternate

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:22 WIT

PLN Saketa Diduga Markup Tarif Pemasangan Listrik Satu Desa Puluhan Juta

Senin, 7 September 2026 - 16:15 WIT

Dugaan Markup Tarif Pasang Listrik PLN Saketa: Warga Ranga-ranga Dirugikan

Minggu, 6 September 2026 - 12:38 WIT

KATAM Desak Polisi Tetapkan Kevin He Sebagai Tersangka Dugaan Pembakaran Limbah Ban

Sabtu, 5 September 2026 - 11:14 WIT

Pembakaran Ban di PT IWIP, Netizen: Siapa Tak Tahu Keamanan PT IWIP Kok Bisa Ada OTK

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIT

Pembakaran Ribuan Ban, KATAM: Modus PT IWIP Hemat Pengelolaan Limbah B3

Kamis, 3 September 2026 - 20:25 WIT

Polisi Didesak Tetapkan Petinggi PT IWIP Sebagai Tersangka Dugaan Kebakaran Limbah Ban

Kamis, 3 September 2026 - 19:36 WIT

Pernyataan PT IWIP Soal Kebakaran Limbah Ban, Netizen: OTK Jadi Sihir Andalan

Kamis, 3 September 2026 - 11:43 WIT

Jangan Tergesa-gesa: Penyelidikan Kebakaran Limbah Ban di PT IWIP Harus Berbasis Bukti

Berita Terbaru