Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

- Wartawan

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Propam. (Istimewa)

Logo Propam. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku Utara didesak untuk segera memeriksa oknum penyidik Polsek Malifut dan Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu menyusul dugaan rekayasa kasus hukum dan kriminalisasi terhadap mantan karyawan PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), Septian Sam.

Kasus ini mencuat ke publik setelah penetapan status tersangka atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) tahun 2020-2023 lalu, dinilai sarat kejanggalan dan bermuatan upaya menghindari pembayaran hak pesangon senilai Rp1,8 miliar.

Pasalnya, terduga korban mengaku tidak dilecehkan. Bahkan mantan Manajer Industrial Relations PT NHM, Safruddin AR Adam yang menangani kasus tersebut dalam investigasi internal perusahaan sebelumnya, juga mengaku tidak pernah dipanggil oleh penyidik.

Sementara Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu dikonfirmasi tak lama ini mengaku bahwa semua saksi sudah diperiksa termasuk korban dan saksi bernama Safruddin AR Adam.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan Tambang (Pelta), Maruf Majid mendesak Propam Polda Maluku Utara memeriksa oknum penyidik Polsek Malifut dan Kapolres. Ia menilai pernyataan Kapolres dalam kasus TPKS ini sangat bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.

Yang paling mencolok, lanjutnya, pernyataan Kapolres Halmahera Utara bahwa semua saksi termasuk mantan Manajer Departemen Industrial Relations PT NHM, Safruddin AR Adam sebagai saksi sudah diperiksa dalam kasus TPKS.

Keterangan Kapolres ini langsung dibantah Safruddin AR Adam karena tidak pernah mendapatkan panggilan dari penyidik untuk dimintai keterangan atas kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

BACA JUGA :  Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar, PT NHM Penjarakan Mantan Karyawan

Maruf menduga adanya upaya Kapolres untuk membentengi citra perusahaan. Ia juga menduga Kapolres memberikan pernyataan publik yang tidak sesuai dengan fakta pemeriksaan saksi di lapangan demi mengamankan jalannya proses penahanan Septian.

“Kalau keterangan Kapolres berbeda dengan keterangan dari mantan Pak Safruddin, maka publik akan menduga, jangan-jangan keterangan Kapolres ada dugaan rekayasa keterangan,” cecar Maruf.

Pelta Malut mendesak keras Kapolda Maluku Utara turun tangan. Jangan sampai publik menerima dua keterangan berbeda tanpa mendapatkan penjelasan yang terang.

“Pelta Malut percaya, penegakan hukum di tangan Kapolda Maluku Utara pasti akan terselesaikan dengan cepat terkait polemik ini,” pungkasnya. (**)

Penulis : Diman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD
Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara
Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor
Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore
Polda Maluku Utara Didesak Periksa Kapolres Halut dan Kuasa Hukum PT NHM
Persekongkolan Jahat PT NHM dan Polisi Terbongkar: Korban Mengaku Tak Alami Pelecehan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIT

Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIT

Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor

Kamis, 24 September 2026 - 00:32 WIT

Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Rabu, 23 September 2026 - 13:25 WIT

Polda Maluku Utara Didesak Periksa Kapolres Halut dan Kuasa Hukum PT NHM

Berita Terbaru