Kukuhkan Perangkat Adat Kesangajian Bicoli, Sultan Tidore Sesalkan Sikap Pejabat Haltim

- Wartawan

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Tidore Husain Sjah saat mengukuhkan perangkat adat Kesangajian Bicoli di Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur. (Rakyatmu.com)

Sultan Tidore Husain Sjah saat mengukuhkan perangkat adat Kesangajian Bicoli di Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur. (Rakyatmu.com)

RAKYATMU.COM – Sultan Tidore Husain Sjah menyesali sikap pejabat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara. Pengukuhan perangkat adat Kesangajian Bicoli tak satu pun dihadiri pejabat.

“Sepertinya adat ini tidak diperlukan oleh pemerintah, nanti pada saat terjadi huru-hara baru diperdulikan. Tapi ketika situasi normal, pemerintah tidak terlalu perduli dengan perangkat adat,” sesal Sultan Husain, Rabu (21/1/2026).

Kekecewaan Sultan Husain terlontar saat mengukuhkan delapan perangkat adat melalui Forum Adat II Kesangajian Bicoli di Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, Rabu (21/1). Husain pun menegaskan, bahwa dirinya tidak butuh dihargai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak minta untuk dihargai, yang harus dihargai adalah adat istiadatnya. Karena yang merawat ini semua adalah masyarakat adat. Adat itu seperti mata rantai yang saling berkesinambungan,” tuturnya.

Husain pun mengenang konflik tapal batas antara Halmahera Timur dan Halmahera Tengah di masa kepemimpinan Rudi Erawan. Ia juga membandingkan sikap pejabat pemerintahan sebelumnya dan saat ini.

“Beliau (Rudi Erawan) bukan putra daerah, tapi beliau masih mau peduli. Tapi ini (bupati dan wakil bupati sebagai) putra daerah sampai camat juga tidak hadir,” sesalnya.

BACA JUGA :  Jatam Bongkar Kejahatan PT IWIP Halmahera Tengah, Ribuan Warga Mengungsi

Husain kemudian menyentil insiden di Kalimantan Timur. Saat itu, Presiden Prabowo melihat tempat duduk Sultan Kutai Kartanegara ing Martadiputra, Aji Muhammad Arifin berada di barisan belakang. Sontak presiden kemudian meminta sang sultan mengambil tempat di depan.

“Saya tidak minta dihormati, tapi saya mau mengingatkan supaya putra daerah yang ada di Kesultanan Tidore ini kenal dong pe (mereka punya) jati diri. Jangan sampai rahmat itu dia hilang dari negeri ini,” ujarnya.

“Dudukkanlah sesuatu pada tempatnya. Ini negeri yang punya adat, negeri yang menjaga adat dan aturan. Kita semua ini hamba-hamba Allah yang punya kedudukan yang sama,” tambah Husain.

Husain berharap para perangkat adat Kesangajian Bicoli yang baru dilantik tidak kecewa, dan tetap menjaga amanah. “Saya harap perangkat adat yang baru dilantik ini jangan berkecil hati. Jaga amanah ini dengan baik,” ucapnya.

“Jadikan adat ini sebagai lahan pengabdian kepada Allah SWT. Sumpah tadi sangat berat, jaga dan rawat baik-baik. Jangan khianati negeri ini, jangan khianati Allah dan Rasulnya,” pesan Husain.

BACA JUGA :  Kondisi Terkini Anak yang Dibakar Ayahnya di Ternate Usai Operasi, Ini Kata Keluarga Korban 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Yusuf Talib mengatakan pengukuhan perangkat adat Kesangajian Bicoli bukan hajatan pemda. Menurutnya, acara tersebut hanya hajatan adat.

“Itu bukan hajatan pemda, itu sifatnya hajatan saja, hajatan adat,” kata Yusuf kepada Rakyatmu.com.

Ia mengaku panitia telah menyerahkan undangan ke pemda. Tapi undangannya ditujukan ke bagian umum. “Saya sudah cek dan undanganya hanya bagian umum, tidak ada bupati. Jadi tanya langsung ke pihak panitia. Karena pak bupati sebenarnya mau sekali hadiri kegiatan itu,” tutur Yusuf.

Namun, Ketua Panitia Forum Adat II Kesangajian Bicoli, Ahmad Djafar membantah keterangan Yusuf. Menurutnya, dua undangan tersebut ditujukan ke Bupati Ubaid Yakub dan Wakil Bupati Anjas Taher.

Bahkan ia bersama Sangaji Bicoli Samaun Seba dan Executive Director Fala Lamo Jefferson Tasik, yang mengantar langsung undangan tersebut ke kantor bupati. Undangan kemudian diterima oleh pegawai di bagian umum.

“Undangan ke bupati dan wakil bupati diantar pada hari Kamis, tanggal 15 Januari 2026 atau lima hari sebelum acara dimulai,” jelas Ahmad.

Penulis : Tim

Editor : Olis

Berita Terkait

Rabu Menyapa, Sekda Kota Ternate Tekankan Kolaborasi Wujudkan Ternate Andalan Jilid 2
Di Pelantikan PD PGM Indonesia Kota Ternate, RM Tegaskan Bersinergi Itu Energi
Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang
Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS
Cold Storage Perdana Malut Rampung, Jadi Senjata Utama Lawan Inflasi
Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat
Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha
Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:28 WIT

Kukuhkan Perangkat Adat Kesangajian Bicoli, Sultan Tidore Sesalkan Sikap Pejabat Haltim

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:30 WIT

Rabu Menyapa, Sekda Kota Ternate Tekankan Kolaborasi Wujudkan Ternate Andalan Jilid 2

Senin, 12 Januari 2026 - 18:57 WIT

Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang

Senin, 12 Januari 2026 - 09:51 WIT

Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:28 WIT

Cold Storage Perdana Malut Rampung, Jadi Senjata Utama Lawan Inflasi

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:56 WIT

Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:37 WIT

Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:09 WIT

Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru