RAKYATMU.COM – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Sosial menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) bagi operator desa se-Kabupaten Pulau Taliabu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Bobong, pada Selasa (28/7/2026), dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan Pulau Taliabu, para kepala desa, serta operator desa dari seluruh wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.
Bimtek dan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data kesejahteraan sosial agar lebih akurat, terpadu, dan tepat sasaran dalam mendukung berbagai program perlindungan sosial pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Bupati Pulau Taliabu yang dibacakan Asisten I Setda, Sukrin La Sanya, ditegaskan bahwa penguatan kapasitas operator SIKS-NG merupakan langkah strategis untuk memastikan data kesejahteraan sosial sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Operator SIKS-NG memiliki peran yang sangat strategis. Mereka bukan sekadar menginput data, tetapi menjadi garda terdepan dalam pendataan, verifikasi, validasi, hingga pemutakhiran data masyarakat sehingga seluruh program perlindungan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Sukrin.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang mengelola data kesejahteraan sosial.
Menurutnya, selain memperoleh materi mengenai pengelolaan SIKS-NG, para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait penggunaan aplikasi PASTI JKN dari BPJS Kesehatan guna mendukung pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami berharap seluruh operator semakin memahami mekanisme pendataan, verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data sesuai ketentuan yang berlaku. Data yang berkualitas akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan sosial secara merata dan tepat sasaran,” kata Kuraisia.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem data kesejahteraan sosial yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
“Melalui bimtek ini, kami berharap seluruh operator SIKS-NG mampu menghasilkan data sosial yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sehingga setiap kebijakan dan program perlindungan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (**)
Penulis : Ikhy
Editor : Redaksi












