RAKYATMU.COM – Jurnalis dan Penggiat Lingkungan, Nurkholis Lamaau dalam tilisannya di RakyatMu.com menyebutkan kebakaran limbah ban bekas di area perusahaan tambang nikel PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah pada 31 Agustus 2026 memiliki kandungan partikel debu mikro PM2.5 dan PM10 (Particulate Matter).
Dampak kesehatannya menyebabkan iritasi serta peradangan hingga paru-paru (alveolus). Bahkan memicu berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti gangguan jantung dan asma.
Selain itu, terdapat juga senyawa Organik Volatile (VOC): gas kimia reaktif yang mencemari udara. Kemudian Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (PAH): senyawa kimia beracun bersifat karsinogenik yang dapat memicu resiko kanker.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas kejadian tersebut, PT IWIP dalam keterangan resmi yang diterima redaksi mengatakan, tim tanggap darurat IWIP hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman pada percikan api.
“Emergency Response Team (ERT) kami masih terus bekerja melakukan penanganan lanjutan di lokasi kejadian. Meski api utama sudah padam, perusahaan terus melakukan pemadaman pada percikan api,” ucap mereka dalam rilis, Rabu (2/9/2026).
Kemudian, melalui Weda Bay Medical Center, perusahaan juga memberikan berbagai obat-obatan, masker, dan tabung oksigen melalui Puskesmas setempat. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini”.
Menurut mereka, berdasarkan fakta dan data pihak perusahaan, bahwa peristiwa ini murni bersifat insidental dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan.
Tumpukan ban bekas yang disimpan di lokasi tersebut direncanakan untuk diolah kembali agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang relevan, jadi bukan merupakan limbah yang akan dimusnahkan.
Terkait dengan perkembangan investigasi terhadap peristiwa kebakaran yang terjadi, mereka berdalil dalam penelusuran awal menemukan fakta bahwa sebelum kejadian petugas keamanan perusahaan sempat mendapati beberapa orang tidak dikenal berada di area penampungan tersebut, dan segera mengarahkan mereka untuk keluar dari lokasi. Tidak lama setelah itu, api mulai terlihat muncul di area tersebut.
“Kami masih mendalami kronologi dan bukti-bukti yang ada secara menyeluruh bersama pihak berwenang, termasuk pihak kepolisian untuk mengidentifikasi penyebab dari kejadian ini. Kami akan menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut apabila ada informasi baru yang relevan,” kata mereka mengakhiri. (**)
Penulis : Iky
Editor : Diman














