Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan

- Wartawan

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Kota Probolinggo. (Humas Pemkot Ternate for RakyatMu)

Agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Kota Probolinggo. (Humas Pemkot Ternate for RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota Ternate resmi menjalin sinergi dan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam upaya memperkuat stabilitas harga komoditas pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Langkah konkret ini ditandai dengan pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang berlangsung di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut dihadiri jajaran pejabat tinggi kedua daerah, antara lain Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Ternate Dr. Rizal Marsaoly, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Abidin Abdul Haris, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Handi Susila.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan latar belakang krusial di balik jalinan kerja sama ini. Sebagai daerah kepulauan dengan luas daratan terbatas (162,17 km²) dan populasi sekitar 218.000 jiwa, Kota Ternate sangat mengandalkan sektor jasa dan perdagangan.

“Kota Ternate tidak memiliki lahan pertanian yang cukup dan bukan daerah penghasil pangan. Sekitar 80 persen pasokan kebutuhan pangan kami mendatangkan dari luar Maluku Utara, terutama dari Jawa Timur,” ungkap Rizal.

BACA JUGA :  Rehabilitasi Jembatan Residen Kota Ternate Capai 40 Persen

Ketergantungan pasokan yang tinggi dari luar daerah ini kerap memicu lonjakan inflasi di Kota Ternate, seperti yang pernah mencapai rekor tertinggi melampaui rata-rata inflasi nasional pada tahun 2015.

Selain masalah pasokan, lanjut Rizal, tingginya permintaan bahan pangan dari sektor industri ekstraktif dan perusahaan tambang skala besar di Maluku Utara (seperti Harita dan IWIP) turut memengaruhi ketersediaan serta stabilitas harga pangan di pasar lokal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, TPID Kota Ternate berkolaborasi intensif dengan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara melalui rapat rutin bulanan guna memantau pasokan serta memitigasi risiko inflasi.

Salah satu bentuk konkret dari sinergi ini adalah pembukaan jalur pasokan langsung dari daerah produsen utama seperti Kota Probolinggo.

Sebagai langkah nyata pasca penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kunjungan lapangan dan Sharing Session bersama Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kota Probolinggo.

BACA JUGA :  Wali Kota Ternate Sampaikan Aspek Keuangan dan Realisasi Program Kegiatan 2022

Komoditas bawang merah diidentifikasi sebagai salah satu penyumbang utama inflasi di Kota Ternate akibat seringnya terjadi kelangkaan pasokan di pasar domestik. Oleh karena itu, Pemkot Ternate memboyong lima pengusaha/pedagang besar komoditas Barito (Bawang, Rica/Cabai, dan Tomat) dari Forum Komunikasi Pengusaha Pemasok Pangan Kota Ternate.

“Kami mengajak langsung para pelaku usaha pedagang dari Ternate agar usai kunjungan ini terjadi kesepakatan Business-to-Business (B2B) secara komersial dengan Asosiasi Bawang Merah di Kota Probolinggo,” tegas Rizal.

Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berjanji akan terus mengawasi dan memfasilitasi proses kerja sama bisnis ini secara transparan dan akuntabel.

Hal ini dilakukan guna memastikan distribusi rantai pasok berjalan lancar, aman, serta memberikan keuantungan yang berimbang bagi petani di Probolinggo maupun pedagang dan konsumen di Ternate.

Sekda Kota Ternate juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Probolinggo beserta jajaran dan Bank Indonesia Maluku Utara atas fasilitasi dan dukungan penuh demi terwujudnya ketahanan pangan regional yang mantap. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa
Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga
Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung
Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate
PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan
JKPI 2026, Wali Kota Ternate: Revitalisasi Cagar Budaya Penggerak PAD dan Investasi
Tempat Hiburan Malam di Pulau Taliabu Bakal Dipindahkan, Pemda Berikan Waktu 90 Hari

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIT

Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIT

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:27 WIT

Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:17 WIT

Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIT

PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:24 WIT

JKPI 2026, Wali Kota Ternate: Revitalisasi Cagar Budaya Penggerak PAD dan Investasi

Berita Terbaru