Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah

- Wartawan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat Melakukan Kunjungan ke Sekolah Rakyat di Halmahera Barat. (Istimewa)

Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat Melakukan Kunjungan ke Sekolah Rakyat di Halmahera Barat. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda mengabaikan penekanan Presiden RI, Prabowo Subianto terkait sinergi dan tanggung jawab untuk mendukung serta mengawasi kelancaran program Sekolah Rakyat khususnya di Desa Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat.

Pasalnya, beberapa aktivitas pekerjaan di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Halmahera Barat dihentikan sementara. Karena ada dugaan penggelapan anggaran dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Dugaan penggelapan dana ini melibatkan manajemen PT. Putra Rato Mahkota. Perusahaan ini merupakan Sub Kontraktor yang ditunjuk langsung oleh PT. Hutama Karya selaku pemenang tender utama PSN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun bermasalah hingga pekerjaan dihentikan sementara, Gubernur Sherly malah mengapresiasi pihak PT Hutama Karya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas kinerja mereka. Apresiasi istri mendiang Benny Laos itu saat melakukan peninjauan ke lokasi proyek Sekolah Rakyat di Halbar, pada tanggal 1 Juli 2026.

Tidak seriusnya Gubernur mengawasi Sekolah Rakyat di Halmahera Barat, sehingga terjadi dugaan penggelapan dana sebesar Rp700 juta pada pencairan uang muka percepatan senilai Rp1,242 miliar.

BACA JUGA :  Sosialisasi di Sekolah, Kasat Lantas Polres Kepsul Ingatkan Usia Mengemudi dan Etika Lalu Lintas

Kasus ini diketahui setelah Pelaksana Lapangan PT. Putra Rato Mahkota, Thresia B. Diana Alfa Leba, membeberkan masalah di lapangan hingga beberapa item kegiatan mandek seperti pematangan lahan, pembangunan pagar, dan pembuatan saluran air.

Thresia B. Diana Alfa Leba biasa disapa Diana itu mengungkapkan pencairan uang muka percepatan senilai Rp1,242 miliar yang dikirim PT Hutama Karya ke PT Putra Rato Mahkota pada 15 April 2026.

Uang tersebut, Diana mengaku hanya menerima Rp600 juta, yang terdiri dari transferan senilai Rp500 juta dan kasbon upah pekerja sebesar Rp100 juta. Sedangkan sisa sekitar Rp742 juta diduga ditahan oleh Direktur Cabang berinisial W dan bagian keuangan berinisial V.

“Saya menduga anggaran tersebut dialihfungsikan, karena saat saya tagih mereka mengaku uangnya sudah habis,” kata Diana, Rabu (7/10/2026).

Mandeknya program presiden di Halmahera Barat itu, membuat Ketua DPD Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara, Mudasir Ishak, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan penggelapan anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat.

BACA JUGA :  Mengenal Opo, Anak Muda yang Dipercaya Jadi Jubir Benny Laos

Mudasir menegaskan, tindakan oknum subkontraktor yang diduga menyalahgunakan atau menggelapkan uang muka proyek merupakan bentuk tindak pidana murni yang tidak bisa ditoleransi.

“Kami meminta APH untuk bergerak cepat memanggil dan memeriksa Direktur PT Putra Rato Mahkota serta bagian keuangannya. Ini menyangkut hak pekerja dan uang negara,” tegasnya.

Mudasir menambahkan, program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pelosok.

Oleh karena itu, lanjutnya, segala bentuk tindakan yang menghambat jalannya proyek, terutama yang mengarah pada indikasi korupsi atau penggelapan, harus ditindak tanpa pandang bulu, karena sangat merugikan masyarakat Halmahera Barat.

Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ke meja hijau agar proyek pendidikan bagi masyarakat adat dan anak-anak di Desa Rioribati tidak terlantar.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berupaya konfirmasi Direktur PT Putra Rato Mahkota berinisial W maupun bagian keuangan berinisial V. (**)

Penulis : Diman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?
Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD
Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut
Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara
Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor
Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIT

Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIT

Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIT

Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor

Berita Terbaru

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasyim

Daerah

BP2RD Kota Ternate Hapus Denda PBB Sebanyak 20 Ribu WP

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:26 WIT