Dinas Pertanian Taliabu Kendalikan Hama Kelapa, Abrar: Belum Bisa Konsumsi

- Wartawan

Kamis, 5 November 2026 - 14:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Dinas Pertanian Pulau Taliabu Menginfus Batang Kelapa Terkena Hama. (RakyatMu)

Tim Dinas Pertanian Pulau Taliabu Menginfus Batang Kelapa Terkena Hama. (RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu melakukan pengendalian hama Sexasava sp yang menyerang tanaman kelapa milik masyarakat di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Pengendalian ini melalui metode injeksi batang kelapa.

Kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Pulau Taliabu, Abrar Silia, mengakatan metode injeksi batang atau infus batang kelapa membutuhkan perhatian khusus.

Karena, kata dia, masa kerja bahan kimia diperkirakan dapat mencapai enam bulan. Ia juga mengingatkan kepada warga bahwa hasil tanaman yang telah mendapatkan perlakuan tidak boleh dikonsumsi selama periode tersebut sesuai ketentuan label dan petunjuk keamanan produk.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelamatkan tanaman kelapa masyarakat yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga di Kabupaten Pulau Taliabu,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, menjelaskan bahwa salah satu metode pengendalian yang diperagakan kepada masyarakat adalah injeksi batang menggunakan alat bor.

Dalam demonstrasi tersebut, batang pohon kelapa terlebih dahulu dilubangi menggunakan bor dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Selanjutnya, insektisida dimasukkan melalui lubang tersebut agar dapat diserap dan diedarkan ke jaringan tanaman.

Salah satu insektisida yang digunakan berbahan aktif dimehipo, yang dikenal dengan nama dagang Spontan.

BACA JUGA :  Pergi Melaut, Kakek 60 Tahun Desa Suma Belum Pulang ke Kampung

Menurut Atma, selain metode injeksi batang, pengendalian hama juga dapat dilakukan melalui metode infus akar. Kedua metode tersebut merupakan pendekatan pengendalian menggunakan bahan kimia sistemik.

“Pengendalian ini dilakukan agar racun dapat masuk ke jaringan tanaman dan menyebar ke bagian dedaunan,” demikian penjelasan dalam demonstrasi pengendalian tersebut.

Atma menambahkan, upaya pengendalian serupa juga akan dilaksanakan di wilayah Taliabu bagian selatan, dengan menyasar tiga desa, yakni Desa Tabona, Pencado, dan Loseng.

Pengendalian ini direncanakan menyasar ribuan pohon kelapa milik masyarakat yang terdampak serangan hama. (**)

Penulis : Ikhy Umaternate

Editor : Diman

Berita Terkait

Kadishub Ternate Hadiri Rapat Tindak Lanjut Rencana Pemasangan ILS Bandara
Full Senyum, Aparat Desa Lohobubba Taliabu Terima Tunjangan dan Insentif
BP2RD Ternate Teken PKS dengan Kantah ATR/BPN
Sekda Kota Ternate Paparkan Draf Rencana Induk Aspiring Geopark di Bappenas
Jemput Bola Sukses, PBB Ternate Tembus Rekor 10 Tahun Terakhir
Target Rp8 M Terlewati, Penerimaan PBB Kota Ternate Tembus Rp8,78 Miliar
DPRD Puji Kinerja BP2RD Kota Ternate
Tingkatkan Kualitas Pelaporan Kinerja, Pemda Taliabu Gelar Bimtek LKj-IP

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:27 WIT

Dinas Pertanian Taliabu Kendalikan Hama Kelapa, Abrar: Belum Bisa Konsumsi

Selasa, 3 November 2026 - 14:56 WIT

Kadishub Ternate Hadiri Rapat Tindak Lanjut Rencana Pemasangan ILS Bandara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:55 WIT

Full Senyum, Aparat Desa Lohobubba Taliabu Terima Tunjangan dan Insentif

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:41 WIT

BP2RD Ternate Teken PKS dengan Kantah ATR/BPN

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:18 WIT

Sekda Kota Ternate Paparkan Draf Rencana Induk Aspiring Geopark di Bappenas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:25 WIT

Jemput Bola Sukses, PBB Ternate Tembus Rekor 10 Tahun Terakhir

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIT

Target Rp8 M Terlewati, Penerimaan PBB Kota Ternate Tembus Rp8,78 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:05 WIT

DPRD Puji Kinerja BP2RD Kota Ternate

Berita Terbaru