RAKYATMU.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu melakukan pengendalian hama Sexasava sp yang menyerang tanaman kelapa milik masyarakat di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Pengendalian ini melalui metode injeksi batang kelapa.
Kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Pulau Taliabu, Abrar Silia, mengakatan metode injeksi batang atau infus batang kelapa membutuhkan perhatian khusus.
Karena, kata dia, masa kerja bahan kimia diperkirakan dapat mencapai enam bulan. Ia juga mengingatkan kepada warga bahwa hasil tanaman yang telah mendapatkan perlakuan tidak boleh dikonsumsi selama periode tersebut sesuai ketentuan label dan petunjuk keamanan produk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelamatkan tanaman kelapa masyarakat yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga di Kabupaten Pulau Taliabu,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, menjelaskan bahwa salah satu metode pengendalian yang diperagakan kepada masyarakat adalah injeksi batang menggunakan alat bor.
Dalam demonstrasi tersebut, batang pohon kelapa terlebih dahulu dilubangi menggunakan bor dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Selanjutnya, insektisida dimasukkan melalui lubang tersebut agar dapat diserap dan diedarkan ke jaringan tanaman.
Salah satu insektisida yang digunakan berbahan aktif dimehipo, yang dikenal dengan nama dagang Spontan.
Menurut Atma, selain metode injeksi batang, pengendalian hama juga dapat dilakukan melalui metode infus akar. Kedua metode tersebut merupakan pendekatan pengendalian menggunakan bahan kimia sistemik.
“Pengendalian ini dilakukan agar racun dapat masuk ke jaringan tanaman dan menyebar ke bagian dedaunan,” demikian penjelasan dalam demonstrasi pengendalian tersebut.
Atma menambahkan, upaya pengendalian serupa juga akan dilaksanakan di wilayah Taliabu bagian selatan, dengan menyasar tiga desa, yakni Desa Tabona, Pencado, dan Loseng.
Pengendalian ini direncanakan menyasar ribuan pohon kelapa milik masyarakat yang terdampak serangan hama. (**)
Penulis : Ikhy Umaternate
Editor : Diman













