Mengelola Limpasan di Tengah Hujan Tropis, Tantangan Tambang Nikel di Pulau Obi

- Wartawan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas kolam penampung sedimen Tuguraci 2 yang digunakan untuk mengendapkan partikel padatan yang ada dalam air limpasan sebelum dialirkan ke lingkungan. (Dokumentasi: Istimewa)

Fasilitas kolam penampung sedimen Tuguraci 2 yang digunakan untuk mengendapkan partikel padatan yang ada dalam air limpasan sebelum dialirkan ke lingkungan. (Dokumentasi: Istimewa)

RAKYATMU.COM – Di Pulau Obi, hujan turun hampir sepanjang tahun. Dalam kondisi dengan curah hujan yang dapat mencapai 4600 mm pada tahun 2022, persoalan lingkungan seringkali berkaitan dengan aliran air. Hujan yang mengalir dari area terbuka berpotensi membawa partikel tanah menuju badan air di sekitarnya jika tidak dikelola dengan baik.

Apalagi, area operasional perusahaan berbatasan langsung dengan wilayah perairan, yang menjadi tempat hidup berbagai biota laut serta menjadi sumber mata pencaharian nelayan lokal.

Di kawasan operasional Harita Nickel di Pulau Obi, sedikitnya 52 kolam penampung sedimen dibangun untuk menahan aliran air sebelum dialirkan kembali ke lingkungan. Salah satu yang terbesar adalah kolam Tuguraci 2 dengan luas sekitar 43 hektar dan kapasitas mencapai 924.000 meter kubik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Observasi Perkumpulan Telapak menelusuri area pengendalian limpasan di kawasan tambang tersebut. Dari atas area kolam Tuguraci 2, aliran air berwarna kecokelatan terlihat perlahan memasuki area penampungan sebelum melalui proses pengolahan lebih lanjut. Tim observasi juga melihat sedimen yang mengendap di dasar kolam dikeruk secara berkala untuk dimanfaatkan kembali dalam kegiatan reklamasi lahan bekas tambang.

BACA JUGA :  Aksi Palang Kantor karena Pungli, Direktur PDAM Kepulauan Sula Bilang Pegawai Ngawur

“Kolam ini sangat efektif menangkap aliran air di area perusahaan,” ujar Dickson Aritonang dari Tim Observasi Perkumpulan Telapak.

Air limpasan dari kawasan tambang diolah melalui instalasi pengolahan air limbah menggunakan teknologi koagulan dan flokulan untuk mengurangi partikel tersuspensi sebelum dilepas ke lingkungan. Lumpur hasil pengolahan juga dimanfaatkan kembali sebagai media tanam untuk reklamasi.

Bagi sejumlah peneliti lingkungan, tata kelola air menjadi salah satu indikator penting dalam melihat bagaimana aktivitas pertambangan dijalankan di wilayah tropis dengan bentang alam sensitif seperti Obi.

Dalam kerangka planetary boundaries yang diperkenalkan ilmuwan sistem bumi Will Steffen dan tim Stockholm Resilience Centre, kualitas air dan stabilitas ekosistem perairan menjadi bagian penting dari upaya menjaga aktivitas manusia tetap berada dalam batas aman lingkungan.

Dickson menilai area sekitar kolam sedimentasi masih dapat diperkuat melalui pendekatan vegetatif. Menurutnya, penanaman pohon berakar kuat di sekitar kolam penting untuk membantu memperkuat struktur tanah sekaligus berfungsi sebagai filter alami.

Selain membangun kolam sedimentasi, pengelola kawasan juga menerapkan zona penyangga di sekitar badan air dan teknologi aerasi untuk menjaga kadar oksigen dan sirkulasi air. Pendekatan berbasis vegetasi dan sistem alami seperti ini semakin banyak digunakan dalam praktik pengelolaan lingkungan modern sebagai bagian dari nature-based solutions.

Peneliti Institut Teknologi Bandung, Sonny Abfertiawan, mengatakan pengelolaan lingkungan di wilayah tropis basah membutuhkan pendekatan yang terus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

BACA JUGA :  Nelayan Halmahera Selatan Ditemukan Hanya Sebagian Anggota Tubuh, Diduga Dimakan Buaya

“Harita Nickel adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan prinsip good mining practice dengan serius, meski penerapan di lapangan akan selalu menghadapi tantangan karena kondisi alam yang dinamis,” ujarnya.

Menurut Sonny, Pulau Obi memiliki sumber air bernilai seperti Sungai Akelamo dan Danau Karo yang perlu dijaga kualitasnya karena memiliki potensi pemanfaatan luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya intensitas hujan dan perubahan kondisi cuaca membuat sistem pengendalian limpasan perlu dirancang secara adaptif dan tangguh agar tetap memenuhi baku mutu, termasuk saat cuaca ekstrem.

Di wilayah tropis seperti Pulau Obi, pengendalian limpasan pada akhirnya menjadi proses yang terus berkembang mengikuti dinamika alam. Di tengah perubahan cuaca dan bentang pesisir yang sensitif, kemampuan sistem untuk terus beradaptasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan tambang. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkot Gandeng Pemkab Blitar Jaga Harga dan Ketersediaan Telur di Kota Ternate
Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah
Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa
Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga
Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung
Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:57 WIT

Pemkot Gandeng Pemkab Blitar Jaga Harga dan Ketersediaan Telur di Kota Ternate

Rabu, 2 September 2026 - 16:32 WIT

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIT

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:27 WIT

Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:17 WIT

Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIT

PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Berita Terbaru