Ombdudsman Menilai 4 OPD dan Dua Puskesmas Ternate Berada di Zona Kuning

- Wartawan

Senin, 6 Februari 2023 - 19:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Perwakilan Ombudsman Maluku Utara (Istimewah)

Kantor Perwakilan Ombudsman Maluku Utara (Istimewah)

RAKYATMU.COM – Ombudsman Perwakilan Maluku Utara melakukan penilaian pelayanan publik berdasarkan hasil survei bahwa terhadap dua Puskesman dan 4 OPD di Kota Ternate berada di zona kuning dengan nilai akhir 59,55 dan berada pada ketagori C atau opini kulitas sedang.

Berdasarkan hasil penilaian, Puskesmas Jambula 54,08, Puskesmas Kalumata 63,64, Dukcapil 67,93, Dinas Pendidikan 47,94, Dinas Sosial 46,75 dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 76, 97.

Kepala Asisten Pencegahan Ombudsman Maluku Utara Alfajri Titahelu menyampaikan, dengan adanya kegiatan penilaian yang telah dilakukan oleh Ombudsman diharapkan akan memberikan dorongan peningkatan kualitas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alfajri menjelaskan, metodeologi penilaian kepatahuan yang dilakukan secara nasional pada tahun 2022 dilaksanakan serentak, mulai Kementerian Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang didalamnya ada puskesmas.

“Jadi metodeologi yang digunakan dalam proses ini adalah dilakukan kegiatan wawancara terhadap responden, dalam hal ini beberapa yang kita pilih kurung lebih ada empat OPD, wawancara terhadap masyarakat sebagai pengguna layanan dan melakukan observasi secara ketampakan fisik yang berkaitan dengan standar pelayanan,” katanya, Senin (6/2/2023).

BACA JUGA :  DPRD Pulau Taliabu Desak Polisi Tangkap Pelaku Usaha Galian C

Selanjutnya, Alfajri menyebutkan, dilakukan observasi terhadap dokumen-dokumen pendukung yang disiapkan pada setiap variabel yang akan dinilai. Ada empat dimensi penilaian yakni:

  1. Dimensi input adalah terdiri dua variabel. Ada variabel kompoten pelaksana dan variabel sarpras.
  2. imensi proses adalah kaitannya dengan standar pelayan publik.
  3. Dimensi output adalah dimana kita akan berbicara bagaimana presepsi masyarakat terhadap pelayanan yang diterima sebagai pengguna layanan.
  4. Dimensi pengaduan adalah melakukan pengecekan bagaimana pengelolaan pengaduan didalam unit yang dijadikan lokus penilaian.

“Ada beberapa indikator pada masiang-masing dimensi yang kaitanya dengan soal penilaian kepatuhan. Dimensi input sendiri kurang lebih ada tiga belas indikator yang kita nilai, terus berkaitan dengan kompotensi penyelenggara itu ada lima, salah satunya petugas pengaduan bagaimana memahami atau tidak apa yang dimaksud dengan komponen standar pelayanan,”bebernya.

Alfajri katakan, dari bobot penilaian ini, dimensi proses yang paling tinggi 32 persen lebih dan sisanya diangka 21 sampai 24 persen. Pembagian klaster ada zona merah, hijau dan kuning.

Kemudian nilai Pemerintah Kota Ternate berada pada peringkat 90 dari 98 pemerintah daerah yang dinilai secara nasional dengan nilai akhir 59,55 dengan zona kuning, masuk kategori C dan opini pengawasan kualitas sedang.

BACA JUGA :  Wali Kota Ternate Tarawih Bersama Pers Liputan Kota: Beritakan Program Pemerintah

“Zonanisasi per OPD justeru DPMPTSP kalau masuk zona hijau nilainya 78,00 tetapi kurang dua angka untuk hijau. Puskesmas Jambula masih zona kuning, Puskesmas Kalumata masih zona kuning, Disdukcapil masuk zona merah,  Dinsos juga zona merah dan Dinas Pendidikan juga masih zona merah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, parameter penilaian yang dilakukan oleh Ombudsman Maluku Utara, yang awalnya Kota Ternate berada pada zona hijau namun berdasarkan survei penilaian pelayanan pada tahun 2022 menurun atau menjadi zona kuning.

“Saya pikir ini menjadi cambuk khususnya kepada pempinan OPD agar pelaksanaan pelayanan itu harus betul-betul check in ricek,” kata Wali Kota.

Wali Kota menyarankan kepada para OPD, bahwa disaat penerapan standar harus membumi artinya jangan melepaskan tanggungjawab kepada staf, kepala OPD harus turun melakukan pengecekan langsung.

“Kalau diinternal saja tidak memberikan pelayanan yang maksimal, saya yakin pasti masyarakat akan lebih dari itu, karena internal kita kurang bagus apalagi diluar internal,” tutupnya.

Berita Terkait

Ruang Kedatangan Kontingen Rakernas JKPI di Bandara Babullah​ Tematik ‘Ternate Kota Rempah’
Sukseskan Rakernas JKPI, Satpol PP Ternate Tertibkan Kawasan Publik
Karnaval JKPI Diikuti 1.300 Pelajar, Pemkot Ternate Minta Maaf Sejumlah Jalan Akan Ditutup
Warisan Budaya Taliabu Bakal Diusulkan jadi WBTB
Kota Ternate Siap Gelar Rakernas JKPI XII, Besok Delegasi Mulai Berdatangan
Warga Tanjung Una Pulau Taliabu Terima Al-Qur’an dan Iqra dari Anggota DPD RI Hasby Yusuf
Bupati Taliabu Serahkan Alsintan kepada Petani di Momen HUT RI
Bupati Taliabu Kukuhkan 71 Anggota Paskibraka

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:42 WIT

Ruang Kedatangan Kontingen Rakernas JKPI di Bandara Babullah​ Tematik ‘Ternate Kota Rempah’

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:33 WIT

Sukseskan Rakernas JKPI, Satpol PP Ternate Tertibkan Kawasan Publik

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:50 WIT

Karnaval JKPI Diikuti 1.300 Pelajar, Pemkot Ternate Minta Maaf Sejumlah Jalan Akan Ditutup

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:23 WIT

Warisan Budaya Taliabu Bakal Diusulkan jadi WBTB

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:58 WIT

Kota Ternate Siap Gelar Rakernas JKPI XII, Besok Delegasi Mulai Berdatangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:03 WIT

Warga Tanjung Una Pulau Taliabu Terima Al-Qur’an dan Iqra dari Anggota DPD RI Hasby Yusuf

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:48 WIT

Bupati Taliabu Serahkan Alsintan kepada Petani di Momen HUT RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:04 WIT

Bupati Taliabu Kukuhkan 71 Anggota Paskibraka

Berita Terbaru

Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Warisan Budaya Takbenda. (Ikhy)

Daerah

Warisan Budaya Taliabu Bakal Diusulkan jadi WBTB

Senin, 24 Agu 2026 - 09:23 WIT