RAKYATMU.COM – Swalayan Dua Sekawan Kota Ternate, Maluku Utara telah mengembalikan telepon genggam milik Intan, yang dinyatakan hilang pada saat berbelanja.
Telepon genggam tersebut diambil oleh salah satu karyawan Swalayan Dua Sekawan. Hal itu diketahui ketika pihak pengelola mengecek rekaman CCTV, dari hasil kamera pengintai ditemukan bahwa pelaku sengaja mengambilnya saat korban lengah.
“Ternyata setelah kami cek di rekaman CCTV, korban masuk di Swalayan Dua Sekawan terlihat memegang telepon genggam-nya,” kata Operation Marketing Swalayan Dua Sekawan Ratnady Ghaneza pada Minggu (8/10/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratnady menjelaskan, korban nampak meletakkannya di suatu tempat di dalam Swalayan, namun mungkin terburu-buru korban lupa mengambil kembali.
“Namun diikutin lewat CCTV, korban menaruh telepon genggam-nya itu suatu tempat, dari situlah pelaku memanfaatkan situasi untuk menyembunyikannya,” ungkapnya.
Ratnady menyebutkan, hari itu korban juga bertemu dengan karyawan yang notabene pelaku untuk menyampaikan jika barangnya sudah ditemukan tolong diinformasikan.
“Usai diambil pelaku, korban juga bertemu dengan karyawan (pelaku) untuk memberikan kalau telepon genggam-nya ditemukan tolong secepatnya dikabarin. Kami panggil orangnya lalu diintrogasi dan bersangkutan mengakui bahwa memang dia yang ambil,” jelasnya.
Ratnady menuturkan, sudah mempertemukan kedua belah pihak bertempat di Swalayan Dua Sekawan. Dia mengatakan korban memaafkan pelaku tanpa memproses lebih lanjut.
“Akhirnya kami pertemukan dengan suami korban, sehingga sudah dikembalikan. Pihak korban memaafkan tapi berpesan kepada pelaku jangan diulangi lagi,” katanya.
“Jadi sebenarnya CCTV-nya tidak rusak, tapi aturannya secara personal tidak bisa melihatnya kecuali ada penyelidikan dari kepolisian,” tambahnya.
Sebelumnya, kejadian itu bermula ketika pada Jumat (6/10/2023) pukul 10.45 WIT, korban berbelanja di Swalayan Dua Sekawan, namun karena tergesa-gesa korban lengah dan kehilangan telepon genggam merek iPhone 11 Pro Max 256 GB.
Merasa kehilangan, korban lalu menanyakan juru parkir di lokasi kejadian. Hanya saja, mereka beralasan tidak melihat barang yang dicari korban. Tak menyerah korban meminta untuk melihat rekaman CCTV, namun petugas swalayan beralasan bahwa CCTV-nya tidak berfungsi. (**)
Penulis : Haerudin Muhammad
Editor : Diman Umanailo