Pemkot Dalami Penyebab Banjir di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate

- Wartawan

Minggu, 30 Maret 2025 - 11:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly. (Istimewa/Rakyatmu)

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly. (Istimewa/Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Hujan deras mengguyur Kota Ternate pada Minggu (30/3/2025) malam hingga Senin (31/3/2025) dini hari, menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kelurahan seperti Gambesi, Sasa, Jambula, Kastela, dan Kelurahan Rua.

Kejadian, puluhan warga terpaksa mengungsi malam itu hingga menyebabkan satu korban mengalami luka-luka. Korban berinisial A.R (38 tahun), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Chasan Boesoirie Ternate setelah tertimpa tembok pagar kos-kosan saat mencoba menolong warga lain yang terjebak banjir.

Banjir di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan ini bukanlah kejadian baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate,  kini mendalami penyebabnya terkait dugaan adanya pembukaan lahan yang melanggar Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa peristiwa pada malam itu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala BPBD, pihak Kelurahan, serta RT setempat, yang turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan.

Dari hasil pengamatan di lapangan ditemukan luapan air berasal dari area samping kos-kosan di RT 08 RW 04. Beberapa warga dan Lurah Gambesi juga melaporkan bahwa terdapat aktivitas pembukaan lahan di daerah ketinggian, sekitar kawasan kali mati menuju arah Kampus UMMU.

BACA JUGA :  Meski Harga Nikel Turun, Pendapatan Harita Naik 26 Persen di Q1 2024

“Setelah mengecek ke lapangan, kami mendapat informasi bahwa ada pembukaan lahan baru. Tapi ini masih perlu dicek lebih lanjut. Jika benar, maka ini melanggar aturan tata ruang dan alam sudah memberi isyarat. Kita tidak bisa main-main dengan kondisi seperti ini, karena risikonya semakin besar jika terus dibiarkan,” ujar Rizal dalam acara open house Lebaran di kediamannya, Senin malam (31/3/2025).

Ia menuturkan, warga setempat juga mengungkapkan banjir kali ini berbeda dari biasanya. Selain debit air lebih besar, material lumpur yang terbawa arus juga lebih pekat dan berwarna cokelat. Dugaan awal menyebutkan bahwa sedimen ini bukan berasal dari kali mati, melainkan akibat erosi tanah dari area pembukaan lahan di bagian hulu.

“Jika materialnya bukan karena patahan tanah berarti ini berasal dari aktivitas pembukaan lahan. Maka perlu investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,” tambah Rizal.

BACA JUGA :  Pantai Falajawa Diresmikan, Wali Kota Minta Jaga Fasilitas dan Kebersihan

Menurutnya, mitigasi bencana tidak bisa hanya berfokus pada wilayah hilir yang terdampak banjir tetapi juga harus memperhatikan faktor-faktor di hulu yang memicu banjir. Pendangkalan sungai, alih fungsi lahan, serta berkurangnya daerah resapan air menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Ternate akan membentuk tim penyelidik dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menelusuri penyebab banjir di Kelurahan Gambesi.

“Sebelum Perda RTRW disahkan, kami akan meninjau ulang regulasi terkait pemanfaatan ruang khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan pembangunan permukiman baru. Pengawasan perizinan harus diperketat,” tegas Rizal.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada lagi toleransi terhadap pelanggaran tata ruang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta untuk lebih selektif dalam mengeluarkan izin pembangunann terutama yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Dulu ketika permukiman masih jarang, mungkin dampaknya tidak terasa. Tapi sekarang, kita tidak bisa lagi menganggapnya sebagai hal biasa. Ini harus menjadi peringatan keras agar ada langkah preventif sebelum bencana lebih besar terjadi,” pungkasnya. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Di Pelantikan PD PGM Indonesia Kota Ternate, RM Tegaskan Bersinergi Itu Energi
Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang
Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS
Cold Storage Perdana Malut Rampung, Jadi Senjata Utama Lawan Inflasi
Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat
Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha
Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama
Banyaknya Kasus Bullying di Sekolah, Nining: Pemda Harus Hadir dengan Langkah Konkret

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:50 WIT

Di Pelantikan PD PGM Indonesia Kota Ternate, RM Tegaskan Bersinergi Itu Energi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:57 WIT

Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang

Senin, 12 Januari 2026 - 09:51 WIT

Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:56 WIT

Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:37 WIT

Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:09 WIT

Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:49 WIT

Banyaknya Kasus Bullying di Sekolah, Nining: Pemda Harus Hadir dengan Langkah Konkret

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:58 WIT

Wakil Bupati Pulau Taliabu Serahkan Bantuan di Desa Lohobuba dan Limbo

Berita Terbaru