Gandeng UGM, Benteng Oranje Ternate Dirancang Jadi Pusat Kreatif Rempah

- Wartawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly Bersama Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., di Yogyakarta. (RakyatMu)

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly Bersama Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., di Yogyakarta. (RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota Ternate mulai melakukan kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka pengembangan Benteng Oranje sebagai pusat pendidikan berbasis sejarah, bisnis dan kebudayaan.

Kolaborasi tersebut melalui pertemuan antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly dan Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., di Yogyakarta, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat city branding Ternate sebagai Kota Rempah, yang memiliki jejak historis kuat dalam jalur perdagangan rempah dunia. Benteng Oranje, sebagai salah satu simbol penting era perdagangan diproyeksikan tidak hanya sebagai situs heritage, tetapi juga sebagai episentrum baru aktivitas edukasi, kreativitas, dan kolaborasi global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam diskusi, kedua pihak menghasilkan sejumlah gagasan kolaboratif untuk mengoptimalkan Benteng Oranje sebagai living laboratory atau laboratorium hidup lintas disiplin. Konsep ini mengintegrasikan nilai sejarah rempah, kewirausahaan berbasis komoditas kreatif, kepemimpinan, serta diplomasi budaya dalam satu ekosistem pembelajaran yang aplikatif.

Lebih jauh, Benteng Oranje dirancang sebagai Creative Hub Rempah, yaitu ruang kolaboratif yang mempertemukan pelajar, akademisi, pelaku industri kreatif, hingga komunitas lokal.

BACA JUGA :  Sambut HUT Kodam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah Pimpin Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan Banau 

Di dalamnya akan dikembangkan berbagai aktivitas seperti inkubasi bisnis berbasis rempah, pengembangan produk kuliner kreatif, pameran budaya, hingga forum inovasi yang mengangkat identitas Ternate sebagai pusat rempah dunia.

Salah satu inisiatif strategis yang diusulkan adalah program pertukaran pemuda dan pelajar internasional, khususnya dengan Belanda, mengingat keterkaitan sejarah kolonial dan perdagangan rempah yang erat.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya dan jejaring global generasi muda Ternate.

Selain itu, akan dikembangkan program youth training dan capacity building yang berfokus pada penguatan keterampilan bisnis, kepemimpinan, serta inovasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Sektor kuliner rempah akan menjadi salah satu fokus utama sebagai bentuk konkret penguatan identitas Kota Rempah dalam ekonomi modern.

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly juga menyampaikan undangan kepada Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. untuk menjadi narasumber dalam Seminar Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang.

BACA JUGA :  Empat Ikon Kota Ternate Bakal Direnovasi, Begini Anggarannya

Kehadiran Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan kota pusaka yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik, sekaligus menegaskan transformasi Benteng Oranje sebagai hub kreatif dan pusat pembelajaran berbasis sejarah rempah, yang akan memperkuat posisi Ternate di panggung nasional maupun internasional.

Dalam keterangannya, Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan, “Benteng Oranje akan dikembangkan sebagai living laboratory lintas disiplin sekaligus Creative Hub Rempah-ruang kolaborasi bagi pelajar, akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif”.

Fokus program meliputi pendidikan berbasis sejarah, inkubasi bisnis rempah, pengembangan kuliner lokal, serta pelatihan kepemimpinan generasi muda. Selain itu, direncanakan program pertukaran pelajar internasional, khususnya dengan Belanda, untuk memperkuat diplomasi budaya dan jejaring global.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mentransformasi Benteng Oranje menjadi pusat edukasi dan inovasi berbasis warisan sejarah, sekaligus memperkuat daya saing Ternate di tingkat global,” tandas Rizal. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemda Taliabu Ajak Warga Seho dan Kano Dukung Program TFCCA Semank Maluku Utara
Pemkot Ternate Akan Siapkan Pembayaran Pajak dan Retribusi Secara Digital
RM di PUPR Kota Ternate, Sekda Tekankan Bangun Budaya Disiplin untuk Masyarakat
Diskop UKM Kota Ternate Perkuat Pembinaan Melalui Program ‘Kamis Menyapa Koperasi’
Diskop UKM Kota Ternate Perkuat KKMP dan Program Prioritas Wali Kota
Genjot PAD, BP2RD Kota Ternate Bidik BUMN 
DPRD Halut Kunker ke BP2RD Kota Ternate Belajar Peningkatan PAD
DLH Kota Ternate Bersama PT Pelni Tanam Pohon di Kawasan TPA Buku Dero-dero

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:22 WIT

Pemda Taliabu Ajak Warga Seho dan Kano Dukung Program TFCCA Semank Maluku Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:05 WIT

Pemkot Ternate Akan Siapkan Pembayaran Pajak dan Retribusi Secara Digital

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:28 WIT

RM di PUPR Kota Ternate, Sekda Tekankan Bangun Budaya Disiplin untuk Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 13:33 WIT

Diskop UKM Kota Ternate Perkuat KKMP dan Program Prioritas Wali Kota

Senin, 8 Juni 2026 - 23:10 WIT

Genjot PAD, BP2RD Kota Ternate Bidik BUMN 

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:50 WIT

DPRD Halut Kunker ke BP2RD Kota Ternate Belajar Peningkatan PAD

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:32 WIT

DLH Kota Ternate Bersama PT Pelni Tanam Pohon di Kawasan TPA Buku Dero-dero

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:10 WIT

DPRD dan Pemkot Ternate Bahas DIM dalam Revisi RTRW

Berita Terbaru