Sekda Kota Ternate Hadiri Pertemuan TPID dan Satuan Tugas P2DD Provinsi Maluku Utara

- Wartawan

Jumat, 21 Maret 2025 - 12:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Provinsi Maluku Utara. (Humas for Rakyatmu)

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Provinsi Maluku Utara. (Humas for Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Sekretaris Daerah Kota Ternate sekaligus Ketua TPID Dr. Rizal Marsaoly, menghadiri High Level Meeting atau pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Provinsi Maluku Utara dengan agenda “Penguatan Kemandirian Pangan untuk Stabilitas Harga dan Ketahanan Ekonomi Daerah” bertempat di Hotel Bela Ternate, Jumat (21/3/2025).

Pertemuan tersebut Dipimpin Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos Tjoanda, dan diikuti Sekretaris Daerah Maluku Utara Drs. H. Samsudin Abdul Kader, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara Dwi Putra Indrawan dan para Perwakilan Daerah Kabupaten/Kota Maluku Utara.

Dalam pertemuan, Gubernur dalam arahannya mengatakan bahwa, inti dari Rapat ini adalah pengendalian inflasi daerah dan percepatan jenis digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah seperti yang sudah jelaskan oleh Kepala perwakilan Bank Indonesia, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gubernur, inflasi Maluku Utara sangat bergantung kepada pasokan pangan dari luar dan empat indikator dari inflasi di Maluku Utara adalah Ikan, Beras, Barito, Ayam dan Sapi.

BACA JUGA :  Anak di Bawah Umur Terjaring Razia Operasi Patuh Kie Raha Polres Kepulauan Sula

Gubernur merumuskan untuk jangka panjangnya satu-satunya solusi untuk mengontrol harga bahan baku yang tinggi adalah dengan Swa-Sembada Pangan.

“Maluku Utara harus memiliki ketahanan pangan sendiri dan haruslah Swasembada. Untuk itu kita harus punya roadmap yang jelas untuk 5 tahun ke depan yang Rencananya akan saya bahas secara detail di Rakor bersama 10 kepala daerah nantinya, kebetulan ada meeting seperti ini akan saya berikan poin-poinnya dan kemudian harapannya akan dibahas di musrenbang masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkan Gubernur, di akhir bulan April nanti Pak Mendagri akan melaksanakan Rakor bersama dengan 10 Kabupaten/Kota di Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyinggung soal mengimplementasi makanan bergizi gratis sesuai dengan arahan dari presiden dan sesuai budget, maka supply dan harga bahan baku di Maluku Utara ini harus lebih murah dan satu-satunya cara lebih murah adalah dengan Swasembada itu sendiri.

“Untuk melakukan Swasembada pangan di Maluku Utara kita punya lahan yang luas kita punya lahan yang subur kita punya sumber daya manusia yang tenaganya masih ekonomis untuk itu diperlukan kerjasama dari 10 Kabupaten Kota untuk efisiensi ekonomis, untuk itu diperlukan kerjasama dari 10 Kabupaten Kota untuk mementaskan masing-masing area di mana mereka mau melakukan atau menyediakan lahan untuk peternakan, lahan untuk pertanian, dan lahan untuk pengembangan.” Jelasnya.

BACA JUGA :  Pekerja PT IWIP Berpotensi Tak Bisa Coblos di Pilkada Maluku Utara

Selanjutnya dalam mendukung program Swasembada ini sebagai langkah awal, Gubernur memilih Halut dan Halbar sebagai percontohan untuk program Swasembada, karena berdasarkan dari mapping hutan produksi dan lahan kosong yang dimiliki Halbar dan Halut memiliki luas yang cukup banyak serta potensinya besar untuk bisa dilakukan Swasembada peternakan, pertanian dan perkebunan.

Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengendalian inflasi serta mendorong akselerasi digitalisasi pemerintah daerah. Gubernur Malut berharap semua bisa berkolaborasi untuk membentuk karya yang lebih baik. (**)

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Sekda Kota Ternate Rabu Menyapa di Kelurahan, Pastikan Pelayanan Tetap Optimal
JKPI 2026 Dijadwalkan, Tema ‘Ternate Epicentrum Rempah Dunia’ dalam Proses Finalisasi
Beri Kuliah Umum di Universitas Terbuka, Rizal Marsaoly: Jadilah Mahasiswa Unggul dan Berkarakter
DPRD Desak Pemda Taliabu Terbitkan Perbup Tentang Pajak Konsumsi Listrik
Pemkot Ternate Terima Penghargaan Kinerja APBD Terbaik Tahun 2025
Rizal Marsaoly Dikukuhkan Jadi Anggota Kehormatan Gemusba, Perkuat Agenda Strategis Generasi Muda
Sekda Kota Ternate Jemput Nur Ainun Ratu Azzahra Juara 2 Grand Model Miss Toddler Indonesia 
Tahun 2026, Dishub Pulau Taliabu Target Retribusi Masuk Pelabuhan Rp50 Juta

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:18 WIT

Sekda Kota Ternate Rabu Menyapa di Kelurahan, Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

Senin, 23 Februari 2026 - 20:57 WIT

JKPI 2026 Dijadwalkan, Tema ‘Ternate Epicentrum Rempah Dunia’ dalam Proses Finalisasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:53 WIT

Beri Kuliah Umum di Universitas Terbuka, Rizal Marsaoly: Jadilah Mahasiswa Unggul dan Berkarakter

Senin, 16 Februari 2026 - 19:01 WIT

DPRD Desak Pemda Taliabu Terbitkan Perbup Tentang Pajak Konsumsi Listrik

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:07 WIT

Pemkot Ternate Terima Penghargaan Kinerja APBD Terbaik Tahun 2025

Senin, 9 Februari 2026 - 23:43 WIT

Rizal Marsaoly Dikukuhkan Jadi Anggota Kehormatan Gemusba, Perkuat Agenda Strategis Generasi Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:12 WIT

Sekda Kota Ternate Jemput Nur Ainun Ratu Azzahra Juara 2 Grand Model Miss Toddler Indonesia 

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:19 WIT

Tahun 2026, Dishub Pulau Taliabu Target Retribusi Masuk Pelabuhan Rp50 Juta

Berita Terbaru