RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus mendorong program nasional yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Program prioritas dari Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) ini, untuk menurunkan angka stunting di Indonesia termasuk Kota Ternate.
Kepala DPPKB Kota Ternate, Rajman Makka mengatakan, fokus utama pendampingan ini difokuskan pada anak dibawah dua tahun karena usia tersebut sangat rentan stunting. “Kita dampingi dan penuhi nutrisinya agar anak tidak jadi stunting,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program tersebut, DPPKB berupaya untuk mencarikan orang tua asuh bagi anak-anak di bawah umur dua tahun yang berisiko stunting. Orang tua asuh ini bisa berupa perorangan maupun instansi negeri hingga swasta yang berkenan serta mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak berisiko stunting.
Rajman mengatakan bahwa berdasarkan hasil pendataan keluarga di Juli hingga Oktober 2025, di Kota Ternate terdapat 332 anak di bawah umur dua tahun (Baduta) berada pada keluarga berisiko stunting.
“Kita berusaha mencarikan atau mengadvokasi ke beberapa instansi atau lembaga pemerintah maupun swasta untuk bisa terlibat langsung mengambil bagian di program ini yang pada dasarnya merupakan gotong royong,” ungkapnya, Senin (15/11/2025).
Gerakan cegah stunting, lanjut dia, pihaknya telah melakukan safari di beberapa instransi baik pemerintahan maupun swasta. “Kami sudah berdiskusi dengan Kepala BI, GM Hotel Bella hingga Kepala Pengadilan Agama,” ujarnya.
“Kami target seluruh lembaga ini kami sambangi untuk menyampaikan program GENTING ini, dengan harapan direspon baik dan dapat mengambil bagian. Karena makin banyak gotong royong antar pihak, makin ringan upaya pencegahan stunting di Ternate,” terang Rajman.
Uniknya, Rajman menjelaskan bahwa menjadi orang tua asuh ini tidak serta-merta sebagai pemberi materi saja, tapi pihaknya ingin ada ikatan emosional yang terjalin.
Melalui perhitungan yang sudah ditaksir, orang tua asuh akan memberi Rp400 ribu per bulan untuk pemenuhan gizi anak berisiko stunting sekaligus memantau tumbuh kembang anak tersebut.
“Konsep sebenarnya dari adanya GENTING ini adalah kami ingin ada ikatan emosional antara orang tua asuh dan keluarga anak berisiko stunting. Jangan hanya memberi uang tunai”.
“Kami ingin ada interaksi antara orang tua asuh dengan keluarga anak berisiko stunting. Kami hanya memfasilitasi, mencarikan orang tua asuh, serta mempertemukan dengan keluarga berisiko stunting,” jelas Rajman. (**)
Editor : Redaksi













