RAKYATMU.COM – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII Tahun 2026 bertajuk “Ternate Episentrum Rempah Dunia”, sebanyak 64 relawan pilihan resmi mengikuti sesi orientasi dan pembekalan.
Gerakan komunitas relawan tersebut disiapkan untuk mendukung suksesnya agenda nasional yang akan berlangsung di Kota Ternate pada 26–30 Agustus 2026. Kegiatan orientasi dipusatkan di Auditorium Serbaguna Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak 64 relawan yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang dan dibagi ke dalam 10 tim kerja. Masing-masing tim memiliki fokus tugas yang terstruktur, mulai dari penguatan pengalaman peserta, efektivitas komunikasi, hingga pendataan dampak kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pembekalan tersebut ditegaskan bahwa relawan bukan pengganti ataupun pengambil alih fungsi teknis Panitia Lokal. Jika panitia lokal berfokus pada operasional dan teknis acara seperti panggung, tata suara, serta pencahayaan, relawan hadir sebagai support layer yang bertugas menjaga pengalaman para tamu, delegasi, pemateri, seniman, hingga pelaku UMKM.
Para relawan juga dibekali prinsip utama untuk mematuhi sistem kerja yang telah disiapkan panitia pusat dan panitia lokal. Mereka diingatkan agar tidak membuat sistem kerja sendiri, tetapi mampu bersikap peka, komunikatif, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran relawan sebagai garda terdepan dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Keberhasilan event nasional tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh keramahan, kesiapan, dan kemampuan relawan dalam memberikan pelayanan kepada para tamu dan peserta,” ujar Rizal, Jumat (14/8/2026).
Untuk memastikan seluruh aspek pendukung terintegrasi, 64 relawan dibagi ke dalam 10 tim kerja, yakni: Program dan Event Experience (9 orang), berfokus pada pendampingan pemateri, performer, area festival, dan UMKM.
Event dan Stage Support (6 orang), mendukung kebutuhan backstage dan pergerakan talent tanpa mengintervensi tugas Stage Manager.
Venue, Field dan Decoration Support (7 orang), memastikan kesiapan area, dekorasi ringan, dan kerapian venue.

Participant Service dan Information (6 orang), menjadi lini terdepan dalam memberikan informasi dan mengarahkan alur pengunjung maupun peserta.
Media dan Documentation (6 orang), merekam berbagai momen, interaksi, dan suasana di balik layar. Heritage dan Cultural Experience (6 orang), mengenalkan nilai sejarah, narasi rempah, serta budaya Ternate kepada pengunjung.
Communication dan Creative Content (6 orang), mengolah dinamika lapangan menjadi konten media sosial dan cerita human interest.
Administration, Finance dan LPJ (5 orang), mengelola persuratan, pencatatan keuangan, serta pengarsipan laporan pertanggungjawaban.
Volunteer Care dan Logistics (6 orang), memastikan kesejahteraan, jadwal shift, dan konsumsi internal relawan.
Data, KPI dan Outcome Monitoring (7 orang), mengumpulkan data riil terkait jumlah pengunjung, transaksi UMKM, serta dampak sosial dan ekonomi kegiatan.
Selain menjalankan tugas di lapangan, setiap relawan diwajibkan menyusun Project Pribadi (My JKPI Project) dengan pola Observe, Solve, Document dan Share.
Proyek tersebut dirancang untuk melatih kepekaan analisis relawan dalam mengidentifikasi persoalan di lapangan, menghadirkan solusi, serta mendokumentasikan prosesnya sebagai portofolio profesional setelah pelaksanaan JKPI.
“Panitia juga menyiapkan apresiasi melalui Volunteer Awards dengan sejumlah kategori, di antaranya Best Volunteer, Best Project, Best Heritage Story, dan Best Problem Solver,” aku Rizal.
Melalui orientasi ini, para relawan diharapkan tidak sekadar mengisi posisi teknis, tetapi mampu menjalankan peran sebagai Host, Connector, dan Storyteller yang turut membawa nama baik Kota Ternate.
“Rakernas ini memang hanya berlangsung beberapa hari. Namun, kesempatan untuk menunjukkan bahwa anak muda Ternate mampu bekerja secara serius, terorganisir, dan kolaboratif jauh lebih besar daripada durasi acara,” tegas Rizal.(**)
Editor : Redaksi














