RAKYATMU.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Action (TFCCA) yang diinisiasi Yayasan Studi Etnologi Masyarakat Nelayan Kecil (Semank) Maluku Utara.
Program tersebut dilaksanakan di Liang Haya Cofee, Kota Bobong, Selasa (23/6/2026) bertajuk “Penguatan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Seho dan Kano, Kabupaten Pulau Taliabu”.
Dalam sambutan Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus yang dibacakan Asisten I Setda, Sukrin La Sanya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah Pulau Seho dan Kano, berpartisipasi untuk mensukseskan program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Kabupaten Pulau Taliabu dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa pada sektor kelautan baik itu perikanan hingga terumbu karang.
“Potensi besar ini harus dijaga bersama agar dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas,” ujarny.
Guna mewujudkan hal tersebut, kata dia, diperlukan data dasar (baseline) yang valid melalui survei sosial-ekonomi-budaya serta survei biofisik perairan.
Ia juga menekankan, pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan Semank Maluku Utara sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, karena menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek.
Melalui momentum sosialisasi ini, ia berharap ada koordinasi antara pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sejak awal.
Ia mengungkapkan, keberhasilan pengelolaan sumber daya pesisir tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama yang kuat dari semua unsur.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan program ini,” ungkapnya
Pemda Taliabu secara khusus mengimbau para kepala desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga di Pulau Seho dan Kano agar bersikap terbuka serta membantu tim lapangan selama proses pengambilan data berlangsung.
“Keterbukaan informasi dari masyarakat dinilai sangat vital karena data primer yang dihimpun dalam survei baseline ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tandasnya
Senada dengan itu, Penanggung Jawab Program Semank Malut, Sri Endah Widiyanti, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi TFCCA merupakan tahapan awal yang sangat krusial.
Sri Endah Widiyanti menjelaskan, program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.
Upaya perlindungan dan pemanfaatan yang bijak ini diwujudkan melalui pendekatan berbasis data, data-driven, partisipasi aktif masyarakat secara luas, serta jalinan kolaborasi multipihak (multistakeholder).
“Kegiatan sosialisasi Program TFCCA ini merupakan tahapan awal yang penting untuk membangun pemahaman bersama, dukungan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program di Pulau Seho dan Kano,” jelasnya
Melalui kegiatan ini, dirinya berharap tercipta sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan tim pelaksana program
“Data primer yang dihasilkan dari kerja sama ini kelak akan menjadi instrumen vital guna mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya pesisir serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal di Pulau Taliabu,” pungkasnya. (**)
Penulis : Ikhy Umaternate
Editor : Diman












