Pemkot Tidore Pantau Warga Usai Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara

- Wartawan

Kamis, 2 April 2026 - 09:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Tidore Muhammad Sinen bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Ade Kama, BPBD, dan OPD terkait turun memantau situasi di lapangan usai gempa Magnitudo 7,6. (Istimewa)

Wali Kota Tidore Muhammad Sinen bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Ade Kama, BPBD, dan OPD terkait turun memantau situasi di lapangan usai gempa Magnitudo 7,6. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bergerak cepat memantau aktivitas masyarakat usai gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang beberapa wilayah di Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Wali Kota Muhammad Sinen turun langsung bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Ade Kama, BPBD, dan OPD terkait. Meski status peringatan dini tsunami dari BMKG telah berakhir, Muhammad Sinen mengimbau warga tetap waspada, khususnya di kawasan pesisir.

“Waspada itu penting, tapi jangan panik. Bayi, ibu hamil, dan lansia harus segera dievakuasi ke tempat aman,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh isu hoaks. Aparat BPBD, Satpol PP, hingga TNI/Polri disiapkan untuk membantu proses evakuasi jika diperlukan.

“Petugas sudah siaga di lapangan, mari tetap tenang namun responsif,” imbuhnya.

Pemkot juga menginstruksikan Dinas Sosial menyiapkan logistik makanan instan dan air bersih, serta Dinas Kesehatan mengarahkan puskesmas untuk memantau warga yang dievakuasi. Lansia dan bayi menjadi prioritas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA :  Long Boat Bawa 2 Penumpang Tenggelam di Perairan Tidore-Ternate

Kepala BPBD Tidore, Muhammad Abubakar, menyebut sejauh ini belum ada laporan kerusakan parah maupun korban jiwa. Sebanyak 72 warga pesisir Rum Balibunga sempat mengungsi ke Kelurahan Fobaharu.

“Status peringatan dini tsunami sudah berakhir, warga akan diimbau kembali ke rumah dengan tetap memantau informasi,” jelasnya.

Muhammad Sinen juga meminta camat, lurah, dan kepala desa mengidentifikasi kerusakan rumah warga serta kebutuhan pengungsi, sambil fokus memantau kondisi alam tiga hari ke depan.

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah
Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa
Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga
Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung
Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate
PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:32 WIT

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIT

Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIT

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:27 WIT

Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:17 WIT

Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIT

PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Berita Terbaru