RAKYATMU.COM – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bergerak cepat memantau aktivitas masyarakat usai gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang beberapa wilayah di Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
Wali Kota Muhammad Sinen turun langsung bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Ade Kama, BPBD, dan OPD terkait. Meski status peringatan dini tsunami dari BMKG telah berakhir, Muhammad Sinen mengimbau warga tetap waspada, khususnya di kawasan pesisir.
“Waspada itu penting, tapi jangan panik. Bayi, ibu hamil, dan lansia harus segera dievakuasi ke tempat aman,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh isu hoaks. Aparat BPBD, Satpol PP, hingga TNI/Polri disiapkan untuk membantu proses evakuasi jika diperlukan.
“Petugas sudah siaga di lapangan, mari tetap tenang namun responsif,” imbuhnya.
Pemkot juga menginstruksikan Dinas Sosial menyiapkan logistik makanan instan dan air bersih, serta Dinas Kesehatan mengarahkan puskesmas untuk memantau warga yang dievakuasi. Lansia dan bayi menjadi prioritas pelayanan kesehatan.
Kepala BPBD Tidore, Muhammad Abubakar, menyebut sejauh ini belum ada laporan kerusakan parah maupun korban jiwa. Sebanyak 72 warga pesisir Rum Balibunga sempat mengungsi ke Kelurahan Fobaharu.
“Status peringatan dini tsunami sudah berakhir, warga akan diimbau kembali ke rumah dengan tetap memantau informasi,” jelasnya.
Muhammad Sinen juga meminta camat, lurah, dan kepala desa mengidentifikasi kerusakan rumah warga serta kebutuhan pengungsi, sambil fokus memantau kondisi alam tiga hari ke depan.
Sumber Berita : Rilis













