RAKYATMU.COM – Upaya memperluas akses keuangan bagi perempuan prasejahtera terus dilakukan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM). Programnya pun menjangkau wilayah terluar Indonesia.
Di Maluku Utara, empat unit baru Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) resmi dibuka di Kabupaten Pulau Morotai, Kota Tidore Kepulauan Tidore. Kemudian Kecamatan Weda di Halmahera Tengah, hingga Sofifi.
“Keempat wilayah itu selama ini dikenal memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan keuangan formal,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary dalam keterangan tertulis kepada Rakyatmu.com, Kamis (22/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian empat unit Mekaar itu berlangsung pada Rabu (21/1/2026). Acara tersebut disaksikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menandai dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap penguatan ekonomi masyarakat subsisten, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.
Dodot menjelaskan, ekspansi ke Maluku Utara merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PNM. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dari akses keuangan formal.
“PNM berkomitmen hadir hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk perempuan prasejahtera di wilayah kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses keuangan yang aman, legal, dan disertai pendampingan,” ujar Dodot.
Menurutnya, kehadiran PNM Mekaar bukan semata membuka unit layanan. Tapi membangun ekosistem pemberdayaan yang memberi rasa aman bagi nasabah dalam mengembangkan usaha mereka.
Dengan akses pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan berkelanjutan, lanjut Dodot, perempuan prasejahtera diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat subsisten melalui pendekatan pemberdayaan,” katanya.
Bagi Dodot, di wilayah kepulauan seperti Morotai hingga Weda, keberadaan layanan keuangan yang dekat dan terpercaya menjadi faktor penting untuk mendorong usaha kecil tumbuh dan bertahan.
Pembukaan empat unit Mekaar tersebut menjadi penanda, bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti di pusat-pusat ekonomi. Tapi terus bergerak hingga ke pulau-pulau terluar.
“Di mana harapan sering kali tumbuh dari usaha yang dijalankan dengan ketekunan dan keberanian,” jelasnya.
Karena program Mekaar tidak hanya menghadirkan pembiayaan usaha, tapi juga pendampingan rutin dan penguatan kapasitas. Mulai dari pengelolaan keuangan sederhana hingga membangun disiplin usaha.
“Pola ini sangat relevan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini mengandalkan usaha kecil berbasis rumah tangga, sebagai penopang ekonomi keluarga,” pungkasnya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjelaskan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah akses modal. Menurutnya, para ibu-ibu kerap bingung harus menjual produk apa, termasuk pelatihan hingga pemasaran.
“Tugas kami di sini memastikan ibu-ibu naik kelas dan literasi keuangan bukan hanya menjadi pr (pekerjaan rumah) PNM, tapi juga Pemprov Maluku Utara,” ungkap Sherly.
Sherly berharap kehadiran PNM Mekaar di empat titik menjadi pintu masuk bagi perempuan prasejahtera untuk membangun usaha yang lebih berkelanjutan, sekaligus keluar dari ketergantungan pada praktik pembiayaan informal yang berisiko.
Penulis : Tim
Editor : Olis
Sumber Berita : ADV













