Kebun Hortikultura Jadi Ruang Kemandirian Perempuan di Pulau Obi 

- Wartawan

Senin, 1 Juni 2026 - 21:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Kebun Kelompok Wanita Tani Binaan Harita Nickel (Dokumentasi: Istimewa)

Hasil Kebun Kelompok Wanita Tani Binaan Harita Nickel (Dokumentasi: Istimewa)

RAKYATMU.COM – Di tengah berbagai perdebatan mengenai industri nikel di Pulau Obi yang kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas masyarakat di desa-desa lingkar kawasan industri tetap berjalan seperti biasa.

Di Desa Soligi dan Kawasi, misalnya, puluhan perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) masih rutin mengelola kebun hortikultura yang dalam beberapa tahun terakhir mulai menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga.

Di atas lereng-lereng perbukitan desa, kangkung, cabai, kacang panjang, timun, hingga bayam tumbuh di atas bedeng-bedeng tanah yang dikelola secara bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa tahun lalu, sebagian besar perempuan di kedua desa tersebut belum mengenal budidaya hortikultura secara teratur. Pertanian lebih banyak dilakukan secara tradisional dan bergantung pada pola kebun turun-temurun. Kini, sebagian hasil panen mulai dipasarkan ke kebutuhan lokal dan Kawasan Industri Obi yang dikelola Harita Nickel.

“Kami tanam sayur, cabai, kacang panjang. Sayur dikirim ke perusahaan dua kali seminggu,” ujar Ketua KWT Soligi, Jahariya.

Pendampingan melalui program Sekolah Ladang mulai dilakukan beberapa tahun terakhir untuk membantu kelompok perempuan desa mempelajari teknik budidaya hortikultura secara lebih teratur, mulai dari penyemaian bibit, pengelolaan lahan, hingga pengendalian hama.

BACA JUGA :  Wawali Buka Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Kota Ternate: Lolos Administrasi 233

Community Development Supervisor Harita Nickel, Albertus Darukumara, mengatakan sebagian besar anggota kelompok merupakan ibu rumah tangga yang ingin membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Karena banyak laki-laki bekerja di perusahaan atau melaut, ibu-ibu ingin ikut membantu ekonomi keluarga melalui pertanian,” ujarnya.

Menurut Albertus, pendekatan yang dilakukan di lapangan tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga membantu kelompok perempuan desa membangun pola pertanian yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai keterlibatan perempuan dalam aktivitas produktif di tingkat desa memiliki dampak sosial yang cukup penting bagi masyarakat.

Menurutnya, ruang partisipasi yang tumbuh melalui aktivitas ekonomi produktif dapat memperkuat hubungan sosial, rasa percaya diri, serta posisi perempuan dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Ketika perempuan mulai memiliki ruang untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi produktif, dampaknya bukan hanya pada tambahan penghasilan, tetapi juga tumbuhnya kemampuan mengambil peran dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya,” ujar Syaiful.

BACA JUGA :  Sekda Kota Ternate Apresiasi Kegiatan Jumat Bersih di Kecamatan

Ia menilai pendekatan pemberdayaan masyarakat yang disertai pendampingan dan ruang belajar yang berkelanjutan dapat membantu masyarakat mengembangkan kapasitas serta potensi ekonomi lokal secara lebih mandiri.

Saat ini kelompok perempuan di Soligi dan Kawasi mulai membudidayakan berbagai jenis sayuran dengan kualitas panen yang lebih baik dan pasokan yang lebih stabil. Ketua KWT Kawasi, Thofiya, mengaku hasil panen dari lahan mereka di Akelamo membantu kebutuhan pendidikan keluarga. “Kami bersyukur dari hasil panen bisa bantu biaya sekolah cucu sampai lulus SMA di Bacan,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Soligi, Abu Jaya, menilai keberadaan kelompok perempuan tani mulai membawa perubahan di tengah masyarakat desa. “Sekarang ibu-ibu sudah mulai punya kegiatan tetap. Mereka juga mulai belajar mengelola kebun secara kelompok,” ujarnya.

Di tengah berbagai diskusi mengenai industri nikel di Pulau Obi, aktivitas kelompok wanita tani di Soligi dan Kawasi menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat di desa tetap berjalan dan berkembang dalam bentuk yang tidak selalu terlihat dari perdebatan yang muncul di ruang publik. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dari Lahan ke Tanah Suci: Cerita Warga Soligi di Balik Pembangunan Bandara
Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang lewat Safari Ramadan
Sekda Kota Ternate Jemput Nur Ainun Ratu Azzahra Juara 2 Grand Model Miss Toddler Indonesia 
PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera di Maluku Utara lewat Mekaar
Perkuat Harmoni Kehidupan Berjemaat, Wabup Halsel Resmikan Kompleks Gereja GPM Kawasi
Naik Status Jadi Bank Maluku-Malut Cabang Bobong: Dorong Pembangunan Ekonomi
Dinsos Kota Ternate Hadirkan Fasilitas Lewat Halaman Resmi, Cek Disini
Kota Ternate Raih Penghargaan Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik Tingkat Nasional

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:36 WIT

Kebun Hortikultura Jadi Ruang Kemandirian Perempuan di Pulau Obi 

Jumat, 24 April 2026 - 16:47 WIT

Dari Lahan ke Tanah Suci: Cerita Warga Soligi di Balik Pembangunan Bandara

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:07 WIT

Harita Nickel Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Lingkar Tambang lewat Safari Ramadan

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:12 WIT

Sekda Kota Ternate Jemput Nur Ainun Ratu Azzahra Juara 2 Grand Model Miss Toddler Indonesia 

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:00 WIT

PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera di Maluku Utara lewat Mekaar

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:53 WIT

Perkuat Harmoni Kehidupan Berjemaat, Wabup Halsel Resmikan Kompleks Gereja GPM Kawasi

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:47 WIT

Naik Status Jadi Bank Maluku-Malut Cabang Bobong: Dorong Pembangunan Ekonomi

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:44 WIT

Dinsos Kota Ternate Hadirkan Fasilitas Lewat Halaman Resmi, Cek Disini

Berita Terbaru