Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula

- Wartawan

Senin, 6 Juli 2026 - 22:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Muhammad Khairul Akbar alias Puang Aso (Kanan), Lasidi Leko (Tengah) dan Andi Maramis. (RakyatMu)

Andi Muhammad Khairul Akbar alias Puang Aso (Kanan), Lasidi Leko (Tengah) dan Andi Maramis. (RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate diminta objektif dan menjatuhkan hukuman setimpal terhadap tiga terdakwa kasus korupsi anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) di Kepulauan Sula berdasarkan fakta persidangan.

Pasalnya, tiga terdakwa yang terseret dalam kasus korupsi BTT untuk pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) senilai Rp5 miliar itu hanya dituntut 1 tahun kurungan penjara oleh Jaksa Kepulauan Sula.

Mereka di antaranya, Andi Muhammad Khairul Akbar alias Puang Aso, oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula, Lasidi Leko, dan Andi Maramis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdulah Ismail, penasehat hukum Muhammad Bimbi saat diwawancarai mengatakan, pekan depan kasus korupsi BMHP ini akan dilakukan sidang putusan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula.

Olehnya itu, pihaknya berharap majelis hakim yang menangani perkara tersebut dapat mempertimbangkan fakta persidangan kasus tersebut sehingga bisa memutuskan dengan seadil-adilnya.

BACA JUGA :  Masih P19 Kasus Sodomi, Penyidik Polres Kepulauan Sula Bakal Periksa Lagi Tersangka

“Kami berharap majelis hakim bisa bersikap objektif dan independen dalam menjatuhkan putusan terhadap tiga terdakwa dalam kasus korupsi ini,” kata Abdulah, Sabtu (04/07/26).

Abdulah menyatakan, dari tuntutan yang dijatuhkan oleh jaksa terhadap tiga terdakwa ini dinilai tidak murni, karena JPU telah mengantongi semua fakta persidangan, sehingga tidak bisa dipungkiri lagi.

“Bagaimana bisa terdakwa yang bersikap berbelit-belit dalam persidangan tapi diberikan pengampunan. Berkaca dari sidang Yusril kemarin dia begitu berbelit-belit sehingga dituntut tinggi. Kenapa tiga terdakwa ini beda,” sesalnya.

Abdulah menambahkan, pihaknya berkeyakinan bahwa majelis hakim sendiri juga sudah mengetahui persis terkait fakta hukum yang sudah terungkap dalam persidangan sebelum-sebelumnya.

“Sekalipun kerugian negara sudah dipulihkan, tetapi ada penilaian lain yang menjadi dasar hukum bagi majelis hakim untuk menjatuhkan putusan. Yang pastinya tiga terdakwa harus divonis di atas 1 tahun,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Mantan Camat Taliabu Jadi Camat lagi di Kepulauan Sula

Terpisah, Amirudin Yakseb, penasehat hukum tiga terdakwa mengatakan, pihaknya tetap bersikukuh memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ternate agar terdakwa ini bisa dinyatakan bebas karena tidak terbukti bersalah di persidangan.

“Di dalam pleidoi kemarin harapan kita agar tiga terdakwa ini bebas, berbeda dengan tuntutan jaksa, karena mereka didakwakan berdasarkan fakta sidang atas dasar tuduhan, tetapi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat menikmati hasil korupsi uang BMHP,” ucapnya.

Sementara, JPU Kejari Kepulauan Sula, Azizi mengatakan, wajar saja kalau penasehat hukum terdakwa mengatakan seperti itu, mereka juga mau mencari prestasi, tetapi faktanya di persidangan pihaknya telah membuktikan semua.

“Terserah mereka mau meminta bebas atau sebagainya, tetapi fakta dan buktinya telah kita pegang semuanya pada saat di persidangan. Silakan mereka berasumsi seperti itu, nanti kita lihat putusnya kaya gimana,” ucapnya. (**)

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus
Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus
Ditreskrimsus Polda Malut Diduga Senyapkan Kasus Ratusan Miliar di Kepulauan Sula
Panik Dugaan Korupsi KMP Sula Bahagia Rp10,4 Miliar Terbongkar, Kadishub Kepsul Asal Berdalil
KMP Sula Bahagia Tak Terurus, Diduga ada Anggaran ‘Goib’ 10,4 Miliar
Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu
Fakta Persidangan: Aliong Mus Terima Rp7,5 Miliar dalam Kasus Korupsi Isda Taliabu
Korupsi BMHP Miliaran Rupiah di Kepulauan Sula Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:37 WIT

14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:40 WIT

Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:18 WIT

Ditreskrimsus Polda Malut Diduga Senyapkan Kasus Ratusan Miliar di Kepulauan Sula

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:49 WIT

Panik Dugaan Korupsi KMP Sula Bahagia Rp10,4 Miliar Terbongkar, Kadishub Kepsul Asal Berdalil

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:14 WIT

KMP Sula Bahagia Tak Terurus, Diduga ada Anggaran ‘Goib’ 10,4 Miliar

Senin, 6 Juli 2026 - 22:45 WIT

Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:14 WIT

Fakta Persidangan: Aliong Mus Terima Rp7,5 Miliar dalam Kasus Korupsi Isda Taliabu

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Taliabu Kukuhkan 71 Anggota Paskibraka

Minggu, 16 Agu 2026 - 12:04 WIT