Kamarudin Diduga Terlibat Korupsi, Kajari Sula Harap Terdakwa Terbuka di Persidangan

- Wartawan

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Sula, Juli Antoro dan Plt. Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi. (Istimewa)

Kajari Sula, Juli Antoro dan Plt. Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sula, Juli Antoro Hutapea buka suara terkait dugaan keterlibatan Plt. Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi dalam kasus korupsi Belanja Tak Terduga (BTT) untuk pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).

Pasalnya, keterlibatan Suami Bupati Sula itu terungkap dalam fakta persidangan pada saat sidang tiga terdakwa yakni, Andi Muhammad Khairul Akbar alias Puang Aso, oknum DPRD Kepulauan Sula, Lasidi Leko, dan Adi Maramis.

Juli mengatakan, perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) anggaran BTT BMHP masih tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Ternate. “Pemeriksaan para terdakwa yang kita harapkan nanti mau buka-bukaan dalam perkara ini dan menunjuk peran dari orang-orang yang diduga terlibat,” pinta Juli, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula untuk bersama-sama mengikuti dan mengawasi proses persidangan hingga tuntas. “Mari sama-sama kita pantau dan ikuti sidangnya,” ajaknya.

Terkait dugaan keterlibatan Kamarudin dalam kasus ini, kata dia, dirinya belum menerima laporan dari tim penyidik. “Hingga saat ini saya belum menerima laporan dari Tim Penyidikan mengenai bentuk keterlibatan dan peran yang bersangkutan dalam pengadaan BMHP,” terangnya.

BACA JUGA :  Bupati Taliabu dan Kapolres Musnahkan Makanan Kadaluarsa dan Miras

Sebelumnya, penasehat hukum Muhammad Bimbi, Abdulah Ismail meminta Kejari Sula segera memanggil dan memeriksa Kamarudin Mahdi terkait kasus dugaan korupsi anggaran BMHP. Sebab, keterlibatan Kamarudin juga terungkap dalam fakta persidangan.

Karena kata Abdulah, hasil review yang dikeluarkan oleh pihak Inspektorat Sula menjadi biang kerok dari persoalan dugaan korupsi ini. Seharusnya hasil review itu dikeluarkan sejak awal. “Sebab waktu itu, Plt Inspektorat Sula bukan saudara Idham Sanaba, melainkan saudara Kamarudin Mahdi,” ungkapnya.

Abdulah menyatakan, Idham Sanaba baru menjabat sebagai Plh Kepala Inspektorat Sula pada 8 Desember 2021. Sementara kalau merujuk pada kontrak pengadaan BMHP, alat kesehatan tersebut sudah berakhir pada 8 Desember. Seharusnya, pada tanggal tersebut BMHP sudah ada di Sula.

Fakta hukum ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Harus ditelusuri lebih jauh oleh Penyidik Kejari Sula. Mengapa hasil review ini sejak awal tidak dilakukan oleh Plt Kepala Inspektorat sebelumnya, yakni Kamaruddin Mahdi. Hal ini mengakibatkan kasus ini menjadi temuan.

BACA JUGA :  BMKG Imbau Warga Kepulauan Sula Waspada Gelombang Tinggi 

Hasil review yang dikeluarkan oleh Plh Idham Sanaba setelah dilantik dengan jelas menyebutkan bahwa tidak ditemukan keberadaan barang di lapangan. Barang BMHP yang diadakan sesuai kontrak tersebut belum ada satu pun di Kepulauan Sula.

“Pembayaran yang dilakukan pada 23 Desember 2021, ini jelas-jelas cacat hukum karena BMHP belum ada. Kami meminta agar Kamarudin Mahdi juga dipanggil untuk diperiksa karena yang bersangkutan mengetahui terkait hal ini,” tegasnya.

Abdulah berharap, kasus BMHP ini tidak berhenti disini, tetapi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pencairan uang senilai Rp5 miliar untuk pengadaan alat kesehatan itu harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Tidak hanya aktor utama yang sekarang menjalani persidangan, tapi semua pihak yang terlibat harus diproses agar asas equality before the law (kesamaan di hadapan hukum) dapat tercapai dalam penanganan kasus BMHP ini. Itu harapan besar dari kami,” pungkasnya. (**)

Penulis : Setiawan Umamit

Editor : Diman

Berita Terkait

Polisi Geledah Kantor DPMD dan Inspektorat Taliabu Terkait Kasus Dugaan Korupsi DD
14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus
Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus
Ditreskrimsus Polda Malut Diduga Senyapkan Kasus Ratusan Miliar di Kepulauan Sula
Panik Dugaan Korupsi KMP Sula Bahagia Rp10,4 Miliar Terbongkar, Kadishub Kepsul Asal Berdalil
KMP Sula Bahagia Tak Terurus, Diduga ada Anggaran ‘Goib’ 10,4 Miliar
Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula
Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Polisi Geledah Kantor DPMD dan Inspektorat Taliabu Terkait Kasus Dugaan Korupsi DD

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:37 WIT

14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:40 WIT

Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:18 WIT

Ditreskrimsus Polda Malut Diduga Senyapkan Kasus Ratusan Miliar di Kepulauan Sula

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:49 WIT

Panik Dugaan Korupsi KMP Sula Bahagia Rp10,4 Miliar Terbongkar, Kadishub Kepsul Asal Berdalil

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:14 WIT

KMP Sula Bahagia Tak Terurus, Diduga ada Anggaran ‘Goib’ 10,4 Miliar

Senin, 6 Juli 2026 - 22:45 WIT

Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu

Berita Terbaru