Pilkades Serentak di Pulau Taliabu Terancam Gagal

- Wartawan

Jumat, 4 September 2026 - 13:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Pulau Taliabu, Karnudin La Kudu. (RakyatMu)

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Pulau Taliabu, Karnudin La Kudu. (RakyatMu)

RAKYATMU.COM – Rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pulau Taliabu kembali menuai sorotan. Memasuki September 2026, kepastian pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut justru masih dibayangi persoalan mendasar, mulai dari payung hukum hingga kesiapan anggaran, Jumat (4/9/2026)

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Pulau Taliabu, Karnudin La Kudu menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan administratif biasa. Menurutnya, Pilkades merupakan agenda konstitusional di tingkat desa yang menyangkut legitimasi pemerintahan dan kepentingan langsung masyarakat.

“Kalau sampai masuk September tetapi Perda Pilkades belum juga selesai dan tahapan belum berjalan, masyarakat wajar mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah. Jangan sampai Pilkades hanya menjadi janji politik, tetapi pada akhirnya gagal dilaksanakan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan, Pemkab bersama DPRD sebenarnya telah membahas persiapan Pilkades serentak sejak Februari 2026. Dalam pembahasan tersebut, kesiapan regulasi, anggaran dan tahapan teknis sudah menjadi bagian penting yang harus dipastikan.

Namun, kata Karnudin, perkembangan terakhir justru menunjukkan tahapan belum dapat dimulai. Kepala DPMD Pulau Taliabu pada Agustus lalu menyebut pelaksanaan Pilkades masih menunggu Perda tentang Pilkades yang saat itu sedang memasuki proses harmonisasi. Bahkan waktu dimulainya tahapan belum dapat dipastikan.

“Pertanyaannya, sejak Februari sudah dibahas, sekarang sudah September. Apa yang sebenarnya menghambat? Kalau regulasi memang menjadi syarat utama, mengapa sekarang kita masih menunggu?” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkot Ternate Anggarkan Ambulance Laut untuk Melayani Masyarakat BAHIM

Menurut tokoh Pemuda Taliabu Barat Laut tersebut, pemerintah daerah harus terbuka kepada publik mengenai roadmap Pilkades, termasuk kapan Perda ditetapkan, kapan tahapan dimulai, kapan pembentukan panitia dilakukan, kapan pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon, kampanye hingga pemungutan suara.

“Jangan masyarakat hanya disuguhi pernyataan bahwa sedang berproses. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian tanggal dan tahapan. Pemerintah harus berani menyampaikan kepada masyarakat kapan dimulai dan kapan selesai,” katanya.

Persoalan lain yang juga disoroti adalah kesiapan anggaran. Karnudin menyebutkan, Pemkab sebelumnya disebut telah menyiapkan sekitar Rp2 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkades serentak.

Namun, menurut Ketua Persatuan Alumni GMNI pulau Taliabu ini, publik perlu mendapatkan penjelasan yang lebih konkret mengenai sumber, pos anggaran, mekanisme penggunaan serta kecukupannya untuk seluruh tahapan Pilkades.

“Kalau anggaran sudah disiapkan, harus jelas di mana posnya, berapa kebutuhan riilnya dan apakah sudah bisa digunakan. Jangan sampai anggarannya ada dalam perencanaan, tetapi ketika tahapan dimulai ternyata belum siap secara administrasi,”cecarnya.

Ia meminta DPRD, khususnya Bappemperda dan Komisi yang membidangi pemerintahan, ikut mengawasi persoalan tersebut agar Pilkades tidak kembali tertunda dengan alasan anggaran.

“Ini bukan hanya urusan DPMD. Ini agenda pemerintah daerah. Bupati, Sekda, TAPD, DPMD dan DPRD harus duduk bersama memastikan semuanya siap,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bawaslu Pulau Taliabu Minta Warga Tidak Terprovokasi Isu Negatif Jelang PSU 9 TPS

Karnudin juga menilai persoalan Pilkades tidak bisa dilepaskan dari kondisi pemerintahan desa yang membutuhkan kepemimpinan definitif.

Menurutnya, semakin lama Pilkades ditunda, semakin lama pula masyarakat desa harus menunggu pemimpin yang memperoleh legitimasi langsung melalui pemilihan.

“Desa membutuhkan kepastian kepemimpinan. Penjabat kepala desa memang memiliki kewenangan dalam menjalankan pemerintahan, tetapi masyarakat tentu menginginkan kepala desa definitif yang dipilih secara demokratis,” ungkapnya.

Ia meminta Pemkab tidak mencari alasan baru apabila seluruh prasyarat Pilkades sebenarnya sudah dapat diselesaikan.

“Kalau Perda selesai, anggaran siap, lalu apa lagi masalahnya? Jangan sampai setelah Perda selesai kemudian muncul alasan lain. Pemerintah harus punya target yang jelas,” ujarnya.

Karnudin menegaskan, kegagalan melaksanakan Pilkades serentak bukan hanya persoalan tertundanya sebuah agenda pemerintahan.

“Kalau pemerintah sudah menyatakan Pilkades akan dilaksanakan tahun ini, maka itu menjadi komitmen kepada masyarakat. Kalau kemudian tidak terlaksana karena pemerintah tidak menyiapkan regulasi dan anggaran sejak awal, yang dipertanyakan bukan masyarakat, tetapi kemampuan pemerintah mengelola agenda pemerintahan,” tegasnya.

Ia meminta Bupati Pulau Taliabu segera memberikan penjelasan terbuka mengenai kesiapan Pilkades serentak, termasuk memastikan Perda, anggaran dan seluruh tahapan teknis dapat diselesaikan dalam waktu yang tersisa.

“Jangan sampai masyarakat nanti bertanya, Pilkades ini benar-benar mau dilaksanakan atau hanya sekadar wacana? Karena waktunya sudah semakin sempit,” pungkasnya. (**)

Penulis : Ikhy Umaternate

Editor : Diman

Berita Terkait

P3K Paru Waktu di Pulau Taliabu Belum Ada Kepastian Perpanjang Kontrak
Pemkot Gandeng Pemkab Blitar Jaga Harga dan Ketersediaan Telur di Kota Ternate
Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah
Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa
Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga
Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:05 WIT

P3K Paru Waktu di Pulau Taliabu Belum Ada Kepastian Perpanjang Kontrak

Jumat, 4 September 2026 - 13:56 WIT

Pilkades Serentak di Pulau Taliabu Terancam Gagal

Kamis, 3 September 2026 - 13:57 WIT

Pemkot Gandeng Pemkab Blitar Jaga Harga dan Ketersediaan Telur di Kota Ternate

Rabu, 2 September 2026 - 16:32 WIT

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIT

Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIT

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Pulau Taliabu, Karnudin La Kudu. (RakyatMu)

Daerah

Pilkades Serentak di Pulau Taliabu Terancam Gagal

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:56 WIT