Diskusi Moti Verbond Tak Direstui Camat Pulau Moti Kota Ternate, Sejarawan: Seperti Zaman Kolonial 

- Wartawan

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 19:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Moti. (Istimewa)

Pulau Moti. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Kegiatan diskusi yang diinisiasi Orang Moti (OTI) Production bertajuk “Moti Verbond: Antara Mitos dan Fakta” yang digelar pada tanggal 28 Agustus 2023 di pasar rakyat Kelurahan Moti Kota, Kota Ternate, Maluku Utara, mendapat larangan dari pihak Kecamatan setempat.

Respon larangan dari Camat Pulau Moti Ahmad Yasin itu lewat isi percakapan dalam whatsApp grup “Keluarga Besar Moti Kota”. Percakapan itu tersebar dibeberapa platform medsos dan mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan termaksud masyarakat Moti sendiri.

“Segala aktivitas yang menggunakan pasar itu harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat tidak boleh bikin kegiatan tanpa sepengetahuan pemerintah setempat,” tulis Camat Moti Kota Ahmad Yasin dalam whatsApp grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizki, Warga Pulau Moti mengatakan, kegiatan tersebut berbicara soal nilai jual Pulau Moti ke depan, karena lewat diskusi sejarah membuat generasi mudah paham tentang sejarahnya. Dirinya menyebut pemateri yang diundang secara gratis, kenapa bisa dibatasi hanya persoalan izin yang tidak perlu dipersoalkan.

“Buka mata buka telinga para pemangku kebijakan, Anda diberikan kepercayaan untuk memimpin karena ada rakyatnya. Harusnya ini menjadi progam pemerintah untuk mensosialisasikan nilai-nilai Sejarah. Ini sudah dibantu oleh orang lain, justru menjadi boomerang buat pemerintah setempat,” kata Rizki pada Sabtu (26/8/2023).

BACA JUGA :  Terseret Arus Sungai, Tim SAR Gabungan Cari Warga Halmahera Selatan

“Pasar itu milik semua orang, dibangun menggunakan dana APBD, yang bersumber dari uang pajak. Sangat aneh membatasi orang lain untuk berkreasi. Pemerintah harusnya membuka diri dan merangkul semua golongan, jangan membatasi orang untuk berekspresi apalagi sengaja menghasut,” tambahnya.

Dia prihatin dengan sikap Camat yang terkesan melarang adanya aktivitas diskusi tersebut. Dirinya menyarankan agar merawat dan merangkul semua orang tanpa melihat latar belakang.

“Ini terkait diskusi anak muda tentang Sejarah, apakah ada yang salah dari diskusi itu? Jangan mengucilkan diri harus bergaul dengan siapa saja, biar Anda tetap di hargai dan mendapat hormat,” tutupnya.

Sejarawan Maluku Utara Irfan Ahmad menjelaskan, cerita pasar rakyat itu sudah lama tidak terawat, sehingga dibersihkan, dicat, buat panggung diskusi dengan cara patungan. Kemudian selanjutnya menjadi sentral OTI Production.

“Kami berani bertindak bersihkan, karena ada izin sekalipun melalui lisan. Terus hari ini sudah ada larangan beraktivitas diskusi di pasar. Bisa dibuat dan menggunakan gedung itu kalau ada pemberitahuan dan izin pemerintah kecamatan. Padahal hanya aktivitas diskusi dan gratis untuk siapa saja,” ujar Irfan, yang jadi pemateri dalam diskusi tersebut.

BACA JUGA :  Dinas PTSP Halmahera Utara Gelar Sosialisasi dan Bimtek Izin Pelaku Usaha

Menurut dia, tujuan diskusi hanya bersedekah ilmu dengan transfer pengetahuan dan bersifat gratis. Bahkan biaya perjalanannya ditanggulangi sendiri tanpa bebankan terhadap pihak penyelenggara. Dirinya merasa puas secara batin bila ada tempat atau ruang untuk berbagi pengetahuan.

“Bisa dikroscek di sekian komunitas yang saya pernah sedekah ilmu. Apakah saya meminta bayaran. Tidak, itu gratis semua dan itu sudah menjadi kewajiban untuk saling transfer pengetahuan,” ungkapnya.

“Kita dikungkung seperti zaman kolonial yang kolot. Ini era disrupsi, sehingga pengetahuan dan inovasi itulah yang bisa mengubah berbagai sistem dari pola lama ke baru,” sambungnya.

Sementara itu, Camat Pulau Moti Ahmad Yasin mengatakan, salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, sehingga mau diberangkatkan ke Kota Tidore Kepulauan.

“Maaf saya baru buka whatsApp, adik sepupu maninggal sore menjelang magrib ini, sementara mau bawa jenazah ke Tidore,” ujarnya. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Mengelola Limpasan di Tengah Hujan Tropis, Tantangan Tambang Nikel di Pulau Obi
Sambut Pilkades 2026, APDESI Halmahera Tengah: Bersama Ciptakan Pilkades Aman dan Sejuk
Gandeng UGM, Benteng Oranje Ternate Dirancang Jadi Pusat Kreatif Rempah
Dorong PAD, BP2RD Ternate Perkuat Pengawasan Terhadap Objek Pajak Baru
BP2RD dan BPKAD Kota Ternate Bersinergi Wujudkan Satu Data Keuangan Daerah
Tingkatkan PAD melalui Kerja Sama Pemkot Ternate dan KPP Pratama
Puluhan Pejabat Kota Ternate Dilantik, M. Ismir Jadi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM
Masyarakat Bangun Jembatan Secara Swadaya, Pemda Taliabu Dinilai Abai

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:13 WIT

Mengelola Limpasan di Tengah Hujan Tropis, Tantangan Tambang Nikel di Pulau Obi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:52 WIT

Sambut Pilkades 2026, APDESI Halmahera Tengah: Bersama Ciptakan Pilkades Aman dan Sejuk

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:53 WIT

Gandeng UGM, Benteng Oranje Ternate Dirancang Jadi Pusat Kreatif Rempah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:11 WIT

Dorong PAD, BP2RD Ternate Perkuat Pengawasan Terhadap Objek Pajak Baru

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:05 WIT

BP2RD dan BPKAD Kota Ternate Bersinergi Wujudkan Satu Data Keuangan Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 17:22 WIT

Tingkatkan PAD melalui Kerja Sama Pemkot Ternate dan KPP Pratama

Selasa, 28 April 2026 - 18:02 WIT

Puluhan Pejabat Kota Ternate Dilantik, M. Ismir Jadi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM

Rabu, 22 April 2026 - 11:48 WIT

Masyarakat Bangun Jembatan Secara Swadaya, Pemda Taliabu Dinilai Abai

Berita Terbaru