Mahasiswa Desak Gubernur Cabut 10 IUP di Pulau Mangoli, Konsesi Masuk Kebun Warga

- Wartawan

Kamis, 19 Oktober 2023 - 12:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Front Bumi Loko Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kota Ternate. (Rakyatmu)

Front Bumi Loko Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kota Ternate. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Perampasan ruang hidup di Provinsi Maluku Utara semakin marak, mau itu, hutan Halmahera dan Kabupaten Pulau Taliabu. Kini, peta konsesi pertambangan di Kabupaten Kepulauan Sula masuk perkebunan warga hingga dasar laut.

Hal ini disampaikan Mahasiswa Sula saat menggelar aksi di Kota Ternate pada Kamis (19/10/2023).

Mahasiswa yang tergabung dalam Front Bumi Loko ini mendesak Gubernur Abdul Gani Kasuba cabut 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aksi Apriadi Buton menyampaikan, Pulau Mangoli sudah masuk dalam lingkaran merah areal pertambangan, dan akan menjadi ancaman bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, sepuluh IUP yang dikeluarkan sejak Tahun 2018, salah satunya PT. Indomineral. Perusahaan itu, telah melakukan survei dan memasang patok masuk di kebun Warga Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, tanpa sepengetahuan pemilik kebun dan Pemerintah Desa.

BACA JUGA :  Ada 135 Usulan di Musrenbang Kecamatan Pulau Hiri

“Aktivitas yang dilakukan PT. Indomineral dengan tujuan untuk mengetahui titik yang akan digarap,” ujar Apriadi.

Desa yang terletak dibagian Timur Pulau Mangoli, lanjut dia, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani kelapa, cengkeh, kakao dan pala.

Artinya, masyarakat setempat mengandalkan hasil kebun untuk mempertahankan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak.

“Kami takutkan jangan sampai perkebunan masyarakat dihancurkan oleh pertambangan,” ucapnya.

Sebagai anak daerah, ia tidak lagi menginginkan kerusakan lingkungan terjadi kembali pasca aktivitas PT. Barito Pasifik Timber Group (perusahaan logging). Sebab, kerusakan itu berdampak pada perkebunan dan rumah warga saat terjadi banjir.

“Desa Kou dan desa tetangga sering mengalami banjir yang menghanyutkan pohon kelapa dan beberapa tanaman lain, juga merendam rumah-rumah warga,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Wujudkan Kota Peduli HAM, Dukcapil Kota Ternate Buka Pelayanan di Lapas Anak

“Apalagi jika ada perusahaan pertambangan yang beroperasi, dipastikan membuat kebun dan rumah warga akan hanyut terbawa banjir,” sambungnya mengingatkan.

Apriadi juga menyampaikan dampak pertambangan terhadap lingkungan, dimana bisa menurunkan produktivitas lahan, terjadinya erosi dan sedimentasi. Kemudian terjadi pergerakan tanah atau longsor, terganggunya hewan, tumbuhan, dan kesehatan masyarakat.

“Dampak pertambangan sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim secara Global atau Global Warming (Pemanasan Global),” katanya.

Maka dari itu, Front Bumi Loko melakukan aksi dan meminta kepada Gubernur Maluku Utara, Dinas Kehutanan dan Instansi terkait cabut 10 IUP di Pulau Mangoli dan Kementerian ESDM segera mengevaluasi IUP di Pulau Mangoli. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Di Pelantikan PD PGM Indonesia Kota Ternate, RM Tegaskan Bersinergi Itu Energi
Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang
Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS
Cold Storage Perdana Malut Rampung, Jadi Senjata Utama Lawan Inflasi
Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat
Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha
Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama
Banyaknya Kasus Bullying di Sekolah, Nining: Pemda Harus Hadir dengan Langkah Konkret

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:50 WIT

Di Pelantikan PD PGM Indonesia Kota Ternate, RM Tegaskan Bersinergi Itu Energi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:57 WIT

Mulai Jalan, Bappelitangda Kota Ternate Ubah Pola Pelaksanaan Musrenbang

Senin, 12 Januari 2026 - 09:51 WIT

Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:56 WIT

Wali Kota Tidore Ingatkan Pakta Integritas usai Lantik 104 Pejabat

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:37 WIT

Ternate Peduli UMKM, Sekda Rizal Marsaoly Serahkan Bantuan ke 29 Pelaku Usaha

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:09 WIT

Budiman Serap Aspirasi di Taliabu Utara, Jalan Tanjung Una–Jorjoga Jadi Fokus Utama

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:49 WIT

Banyaknya Kasus Bullying di Sekolah, Nining: Pemda Harus Hadir dengan Langkah Konkret

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:58 WIT

Wakil Bupati Pulau Taliabu Serahkan Bantuan di Desa Lohobuba dan Limbo

Berita Terbaru