“Main” Minyak Tanah di Maluku Utara, Edy Mangun: Masyarakat Lapor Polisi dan Pemerintah

- Wartawan

Selasa, 18 April 2023 - 22:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku, Edy Mangun. (Rakyatmu)

Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku, Edy Mangun. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Baru – baru ini, masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara keluhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah mengalami kelangkaan.

Padahal, menurut Pertamina Patra Niaga, bahwa minyak tanah tidak terjadi kelangkaan dan ketahanan stok masih aman.

Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku, Edy Mangun mengatakan, mendengar informasi, ada beberapa daerah di Maluku Utara keluhkan terkait kelangkaan minyak tanah, sedangkan stoknya masih aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia khawatir, ada oknum-oknum yang memainkan minyak tanah, karena melihat ketahanan stok masih cukup. Maka hal ini perlu dilakukan pengawasan dari masyarakat di setiap pangkalan di Kabupaten dan Kota, Maluku Utara.

BACA JUGA :  Wali Kota Ternate Kagum dengan Hasil Panen Tomat Poktan Makmur Jaya II

“Jangan sampai ada oknum yang bermain di pangkalan, drop 5 drom tetapi 3 drom hilang, itu yang memunculkan kelangkaan minyak tanah,” ucap Edy pada Selasa (18/4/2023).

Jika ada temuan seperti itu, ia meminta kepada masyarakat segera lapor ke polisi atau pertamina dan pemerintah. Sebab, lanjut dia, minyak tanah ini diprioritaskan untuk rumah tangga.

“Kalau betul isu kelangkaan itu muncul, maka kita akan menambahkan stok, tapi kami menambahkan suplai juga harus hati-hati karena ini barang Pemerintah bukan Pertamina,” ujarnya.

BACA JUGA :  2 Nelayan Halmahera Tengah Ditemukan

Masalah ini, kata dia,  harus diawasi oleh masyarakat, aparat keamanan dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan Undang Undang Migas.

“Banyak kasus yang kita berikan sanksi tapi bukan pangkalan tapi agen-nya. Maka saya meminta masyarakat sekitar harus mengawasi agar tidak terjadi kelangkaan,” ajaknya.

Ia juga menambahkan, minyak tanah ini diprioritaskan untuk rumah tangga. Hanya saja, Maluku Utara adalah daerah kepulauan, sehingga banyak transportasi laut menggunakan BBM jenis tersebut. (man)

Penulis : Man

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah
Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa
Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga
Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung
Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate
PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:32 WIT

Tuduhan OTK Bakar Tumpukan Ban Bekas, Muhlis: Tetap PT IWIP Bersalah

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIT

Pemkot Ternate dan Probolinggo Kolaborasi Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIT

Hati-hati Asap Pembakaran Limbah Ban Beracun, PT IWIP Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Rakernas JKPI XII di Kota Rempah Sukses Digelar, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:02 WIT

Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:27 WIT

Wali Kota Ternate Serahkan Pataka JKPI 2027 ke Kota Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:17 WIT

Rakernas JKPI XII, Delegasi dari Berbagai Daerah Kenakan Tenun Khas Ternate

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIT

PT NHM Diduga Tunggak Gaji Karyawan Selama 35 Bulan

Berita Terbaru