RAKYATMU.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara sepertinya panik dengan kasus dugaan korupsi Kapal Motor Penumpang (KMP) Sula Bahagia yang dihibahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Pasalnya, kapal bantuan Kemenhub tersebut dilakukan pengadaan kembali oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2023 melalui Dinas Perhubungan dengan nama paket “Pengadaan Bus Air Roro”.
Proyek pengadaan dengan kode lelang 3643715 ini memiliki nilai pagu sebesar Rp10.476.500.000,00 atau Rp10,4 Miliar. Selain pengadaan dengan satu kegiatan yang sama, kondisi KMP. Sula Bahagia mengalami kerusakan dan tidak terurus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun kapal KMP Sula Bahagia tidak terurus, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepsul, Abdul Kadir Nur Ali berdalil bahwa kapal tersebut yang rencananya melayani rute pelayaran Sanana–Pulau Mangoli itu belum bisa beroperasi lantaran efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Pernyataan Kadishub (Abdul Kadir Nur Ali) di salah satu media online lokal, beralasan bahwa KMP Sula Bahagia belum beroperasi karena efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, jika beroperasi pendapat pun tidak sebanding dengan operasional,” ucap Direktur LBH Bela Yai Maluku Utara, Rasman Buamona kepada RakyatMu, Jumat (24/7/2026).
Rasman yang akrab disapa Bung Ato ini menyebutkan, jika pihak Dinas beralasan biaya operasional kapal sangat tinggi, sementara belum beroperasi semenjak Kemenhub memberikan bantuan kapal tersebut.
“Padahal tahun 2025, mantan Kadishub memberikan komentar di media massa bahwa KMP Sula Bahagia akan beroperasi di tahun 2026 ini, dengan anggaran yang direncanakan Rp600 Juta, kalau misalnya usulan anggaran itu terealisasi bisa merujuk pada tindak pidana korupsi,” tandasnya.
Sedangkan kondisi KMP Sula Bahagia, lanjut dia, tidak terurus bahkan sebagian kapal rusak seperti baling-baling mesin terlepas dan pintu kapal. Dikatakan lagi, kapal tersebut seharusnya berlabuh di Pelabuhan ferry Waikalopa bukan di Desa Bajo.

“Saya rasa pernyataan Kadishub ini bisa dikatakan orang lagi panik, masa KMP Sula Bahagia belum beroperasi tapi sudah menyebutkan tarif tidak sesuai dengan biaya operasional. Ini biasanya orang lagi panik,” terangnya.
Terkait dengan pengadaan dengan satu kegiatan yang sama pada tahun 2023, ia meminta kepada mantan Kadishub Kepsul, Chairullah Mahdi maupun Kepala Dishub aktif saat ini harus memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Sementara redaksi rakyatmu konfirmasi mantan Kadishub Kepsul, Chairullah Mahdi melalui pesan WhatsApp maupun telepon belum direspon hingga berita ini ditayang. (**)
Penulis : Diman
Editor : Redaksi












