Pajak, Kemerdekaan dan Harga Sebuah Kota

- Wartawan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Mochtar Hasim, SP, M.Si
Kepala BP2RD Kota Ternate

Bulan Agustus selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Ternate. Nuansa Merah Putih terasa begitu kuat, tidak hanya di jalan-jalan utama, tetapi juga di lingkungan permukiman, kantor pemerintahan, sekolah hingga berbagai ruang publik lainnya.

Bendera Merah Putih yang berkibar di setiap sudut kota menjadi simbol nyata semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa melalui perjuangan panjang, penuh pengorbanan, serta tidak jarang dibayar dengan air mata dan darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, semangat kemerdekaan sejatinya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan atau perayaan yang bersifat simbolik semata.

Kemerdekaan pada hakikatnya juga berbicara tentang kemampuan sebuah bangsa, termasuk daerah, untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri. Di tingkat daerah, cita-cita tersebut tercermin dalam kemandirian fiskal, yakni kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan melalui sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerahnya sendiri.

Karena itu, setiap kontribusi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesungguhnya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat fondasi pembangunan, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan dari luar daerah, serta memastikan bahwa kemajuan Kota Ternate dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Lebih dari itu, kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif untuk terus mengisi dan mempertahankan hasil perjuangan tersebut melalui kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk kontribusi yang paling konkret dan berdampak langsung terhadap keberlanjutan pembangunan daerah adalah kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Bagi sebagian masyarakat, pajak masih sering dipandang sebatas kewajiban administratif yang harus dipenuhi karena aturan. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, pajak memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang keberlangsungan pembangunan, khususnya di tingkat daerah. Setiap rupiah yang disetorkan oleh masyarakat dan pelaku usaha sesungguhnya akan kembali dalam bentuk berbagai layanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA :  Rinai Kerinduan

Pajak daerah merupakan salah satu komponen utama dalam struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui PAD, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, penataan kawasan perkotaan, pengelolaan lingkungan hidup, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Sebagai daerah yang terus bertumbuh dan berkembang, Kota Ternate menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam memperkuat kapasitas fiskalnya. Kemandirian fiskal menjadi isu yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan daerah membiayai kebutuhan pembangunannya sendiri. Semakin kuat kemandirian fiskal suatu daerah, semakin besar pula ruang gerak pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan.

Dalam konteks inilah, upaya membangun budaya patuh pajak menjadi sangat krusial dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus memperbaiki sistem pelayanan perpajakan agar semakin mudah diakses, cepat, transparan dalam pengelolaan, serta akuntabel dalam pelaporan. Di sisi lain, masyarakat dan pelaku usaha juga diharapkan semakin sadar dan disiplin dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

BP2RD Kota Ternate terus berkomitmen melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak. Transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis yang terus didorong melalui pengembangan sistem pembayaran pajak secara elektronik, integrasi data perpajakan, serta penyediaan layanan berbasis teknologi sehingga masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan melakukan pembayaran. Selain itu, penyederhanaan prosedur layanan, penguatan sistem pengawasan, serta intensifikasi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Kisah Cinta Tak Terucap

Kami meyakini bahwa kepatuhan pajak tidak semata-mata dibangun melalui pendekatan regulasi dan penegakan aturan, tetapi juga melalui kepercayaan publik. Ketika masyarakat yakin bahwa pajak yang mereka bayarkan dikelola secara transparan, digunakan secara tepat sasaran, dan benar-benar kembali dalam bentuk pembangunan yang nyata, maka kesadaran untuk patuh akan tumbuh dengan sendirinya. Kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam membangun sistem perpajakan yang sehat, kuat, dan berkelanjutan.

Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa bukanlah tanggung jawab satu pihak semata. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dan masyarakat pun tidak akan menikmati hasil pembangunan secara optimal tanpa adanya peran aktif dalam mendukungnya. Setiap warga negara memiliki peran yang setara dalam mengisi kemerdekaan, salah satunya melalui kepatuhan dalam membayar pajak.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Ternate menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi positif untuk memperkuat komitmen membangun daerah. Mari menjadikan kepatuhan membayar pajak sebagai bagian dari budaya gotong royong modern yang mencerminkan solidaritas dan tanggung jawab bersama. Setiap kontribusi melalui pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan investasi kolektif bagi masa depan Kota Ternate yang lebih baik.

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Tugas kita sekarang adalah menjaga, mengisi, dan melanjutkan perjuangan tersebut dalam bentuk yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu melalui kerja nyata, integritas, dan partisipasi aktif dalam pembangunan. Dengan dukungan masyarakat yang patuh pajak serta pemerintah yang amanah dan transparan, saya optimistis Kota Ternate akan semakin mandiri secara fiskal, semakin maju pembangunannya, dan semakin sejahtera masyarakatnya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Pajak Kuat Ternate Maju Beserta Mandiri dan Berkeadilan. (**)

Berita Terkait

Waris Pundak, Waris Tanah
Menatap Langit dari Pundak Papa
DPRD Kuat, Rakyat Berdaulat
Memudarnya Kharismatik di Era Postrush
Dugaan Keterlibatan Oknum Plt. Kepala Dinas Kepulauan Sula dalam Korupsi BTT Sula
Citra Kejari Sula Dipertaruhkan dalam Kasus Korupsi BTT
Proyek Strategis, Derita Sistematis
Akar Kemiskinan Nelayan Postradisional

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:44 WIT

Pajak, Kemerdekaan dan Harga Sebuah Kota

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:06 WIT

Waris Pundak, Waris Tanah

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:10 WIT

Menatap Langit dari Pundak Papa

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:17 WIT

DPRD Kuat, Rakyat Berdaulat

Rabu, 26 November 2025 - 13:12 WIT

Memudarnya Kharismatik di Era Postrush

Kamis, 6 November 2025 - 18:52 WIT

Dugaan Keterlibatan Oknum Plt. Kepala Dinas Kepulauan Sula dalam Korupsi BTT Sula

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:52 WIT

Citra Kejari Sula Dipertaruhkan dalam Kasus Korupsi BTT

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 15:27 WIT

Proyek Strategis, Derita Sistematis

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Taliabu Kukuhkan 71 Anggota Paskibraka

Minggu, 16 Agu 2026 - 12:04 WIT

Ruang Menulis

Pajak, Kemerdekaan dan Harga Sebuah Kota

Minggu, 16 Agu 2026 - 11:44 WIT