174 Termasuk Napi Korupsi di Lapas Ternate Diusulkan Terima Remisi

- Wartawan

Rabu, 30 Juli 2025 - 19:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

RAKYATMU.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate, Provinsi Maluku Utara mengusulkan sebanyak 174 Warga Binaan (WBN) termasuk napi korupsi, untuk mendapat remisi di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 Tahun 2025.

Pengusulan remisi ini berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-PK.05.04-1040 tertanggal 30 Juni 2025 tentang Pelaksanaan Pemberian Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana Umum 17 Agustus Tahun 2025.

Kepala Lapas Kelas II Ternate, Faozul Ansori menyebut, dari total 241 WBN di Lapas Ternate yang diusulkan menerima remisi HUT RI sebanyak 174. Pemberian remisi tersebut bervariasi, dari satu bulan hingga enam bulan pemotongan masa tahanan.

“Narapidana yang diusulkan untuk remisi umum tahun 2025 berjumlah 174 dan yang tidak diusulkan 67 orang dari total 241  Napi di Lapas Ternate. 27 orang diusulkan dapat remisi 6 bulan, 26 orang 5 bulan, 39 orang 4 bulan, 54 orang 3 bulan, 19 orang 2 bulan dan 9 orang 1 bulan,” ucapnya.

Faozul mengatakan, dari 174 Napi yang diusulkan merupakan tindak pidana khusus  berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 99 seperti Narkotika di atas 5 tahun sebayak 50 orang, tindak pidana khusus berupa korupsi 11 orang dan juga Ilegal trafficking 1 orang.

BACA JUGA :  Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Sita Minuman Keras di Tempat Penitipan Barang

Ia juga mengungkapkan, untuk remisi tindak pidana umum yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 3 orang, penipuan 4 orang, perbankan 1 orang, pencurian 6 orang, penganiayaan 4 orang, kesusilaan 3 orang, narkotika di bawah 5 tahun 11 orang.

“Pembunuhan 4 orang, kekerasan seksual 1 orang, kesehatan 1 orang, senjata tajam 3 orang, perlindungan anak 71 orang dengan total 112 orang. Jadi usulan remisi di hari kemerdekaan tahun ini yang paling banyak adalah Napi dengan kasus narkotika di atas 5 tahun,” pungkasnya. (**)

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon
PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar
Skenario Licik PT NHM Hindari Tuntutan Pesangon Mantan Karyawan
Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah
Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?
Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIT

Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIT

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:16 WIT

Skenario Licik PT NHM Hindari Tuntutan Pesangon Mantan Karyawan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIT

Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Berita Terbaru