RDP Bahas Perencanaan Pembangunan Bandara Dufo Taliabu, Budiman: Belum ada Lahan Bersertifikat

- Wartawan

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMU.COM – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu menggelar Rapat kerja Bersama Dinas Perkim dan Dinas Perhubungan pada Rabu (11/3/ 2026).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD  Taliabu itu, dalam rangka membahas masalah bandara Dufo yang telah direncanakan sejak 2016 namun belum juga terlaksana hingga saat ini.

Ketua Komisi III, DPRD Taliabu, Budiman L. Mayabubun, kepada wartawan usai rapat mengatakan, setelah pembahasan dalam rapat, terungkap bahwa hingga saat ini Pemerintah Daerah belum memiliki satu pun lahan yang bersertifikat untuk kebutuhan pembangunan bandara. Padahal kebutuhan lahan total mencapai sekitar 80 hektar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai hari ini belum ada satupun lahan yang bersertifikat atas nama Pemerintah Daerah. Dari kebutuhan 80 hektar itu, baru sekitar 20 hektar lebih yang tersedia, itupun tanah negara. Ini yang menjadi kendala utama,” ungkapnya.

Pihaknya bahkan mengusulkan agar lahan seluas 20 hektar tersebut dapat dimanfaatkan terlebih dahulu untuk pesawat perintis. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena lahan tersebut belum memiliki legalitas penuh.

BACA JUGA :  Disperindagkop dan PT. Sanana Lestari Diduga Gelapkan Minyak Tanah

“Kami sampaikan kenapa tidak dimanfaatkan saja 20 hektar ini untuk pesawat perintis. Namun mereka sampaikan belum bisa karena harus ada sertifikat. Meskipun tanah negara, tetap harus bersertifikat. Nah, ini yang menghambat,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Perkim serta Bupati Pulau Taliabu agar segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Menurutnya, keberadaan bandara sangat penting bagi daerah, terutama karena setiap kunjungan kerja pihaknya selalu ditanya soal akses transportasi udara.

“Kita sudah seharusnya punya bandara sendiri. Apalagi sudah ada 20 hektar lahan, ini harus segera disertifikatkan menjadi milik daerah,” bebernya.

Selain sertifikasi lahan, lanjut Budiman, kendala lain adalah ketersediaan anggaran untuk penerbitan sertifikat dan pembersihan lahan. Tahun ini Pemkab tidak memiliki anggaran untuk proses sertifikasi. Ia berharap perubahan anggaran dapat mengakomodir kebutuhan tersebut.

“Sekarang untuk menerbitkan sertifikat, anggarannya tidak ada. Saya berharap dalam perubahan anggaran nanti bisa diplot untuk penerbitan sertifikat lahan bandara,” katanya.

BACA JUGA :  Pelabuhan Mudaffar Sjah Kota Ternate Jadi Basecamp KM Fajar Mulia, Ini Rutenya 

Selain itu, Ia juga meroroti belum adanya pembersihan lahan di wilayah Talo, meskipun sebelumnya telah ada alokasi anggaran inklaring. Menurutnya, hal ini juga harus segera dianggarkan.

Lebih lanjut, Budian menyampaikan bahwa jika lahan 20 hektar itu telah bersertifikat dan dibersihkan, maka pembangunan dapat dimulai pada 2027. Adapun kebutuhan lahan untuk sisi udara (runway dan fasilitas pendukung) sekitar 50 hektar, dan sisi darat sekitar 30 hektar. Karena itu, 20 hektare lahan saat ini belum cukup untuk runway.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 dan 2024 sebenarnya telah dianggarkan masing-masing Rp15 miliar untuk pembangunan bandara. Namun anggaran tersebut tidak bisa direalisasikan karena meski tercantum dalam DPA, tidak ada ketersediaan uang.

“Di 2023 dianggarkan Rp15 miliar dan 2024 juga Rp15 miliar, tapi tidak bisa direalisasikan karena uangnya tidak ada. Ke depan saya berharap kalau diplot dalam APBD, maka anggarannya harus benar-benar siap,” pungkasnya. (**)

Penulis : Ikhy Umaternate

Editor : Diman

Berita Terkait

Pupuk Organik 346,6 Ton Tiba di Pulau Taliabu
Koordinator Penggalangan Dana Taliabu Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Kebakaran
Pemkot Ternate dan Kemenhub Bahas Tahap Akhir Hibah Tiga Pelabuhan
Sekda Rizal Marsaoly Pantau Pra TKA di SMA Negeri 8 Ternate
BP2RD Kota Ternate Hapus Denda PBB Sebanyak 20 Ribu WP
Silaturahmi Kepala Diskop UKM Ternate Bersama Pegawai dan Warga
Pemkab Taliabu Bersama Polres Percepat Pemanfaatan IKD Bagi Anggota dan Keluarga
IRC Sambut Penyerahan IJD: Berkat Aspirasi Masyarakat Taliabu ke Irine Yusiana Roba

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:09 WIT

Pupuk Organik 346,6 Ton Tiba di Pulau Taliabu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:58 WIT

Koordinator Penggalangan Dana Taliabu Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Kebakaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:05 WIT

Pemkot Ternate dan Kemenhub Bahas Tahap Akhir Hibah Tiga Pelabuhan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIT

Sekda Rizal Marsaoly Pantau Pra TKA di SMA Negeri 8 Ternate

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:14 WIT

Silaturahmi Kepala Diskop UKM Ternate Bersama Pegawai dan Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24 WIT

Pemkab Taliabu Bersama Polres Percepat Pemanfaatan IKD Bagi Anggota dan Keluarga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:08 WIT

IRC Sambut Penyerahan IJD: Berkat Aspirasi Masyarakat Taliabu ke Irine Yusiana Roba

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:41 WIT

Camat di Pulau Taliabu Dilimpahkan Sebagian Kewenangan Bupati

Berita Terbaru

pupuk organik dari Kementerian Pertanian tiba di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu. (RakyatMu)

Daerah

Pupuk Organik 346,6 Ton Tiba di Pulau Taliabu

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:09 WIT