Ancam Pasang Garis Polisi, Pemkab Halmahera Selatan Laporkan Pihak Imigrasi ke Menteri 

- Wartawan

Selasa, 22 Agustus 2023 - 18:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Istimewa)

Ilustrasi. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Maluku Utara bakal melayangkan surat keberatan kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia terkait dugaan pengancaman wisatawan asing di tiga penginapan oleh Imigrasi Kelas I TPI Ternate.

Masalah tersebut setelah tim pengawasan Imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap identitas orang asing yang tidak terdata, yakni PT Sali Bay Resort, PT Nabucco spice Island Resort dan Kusu Island Resort, sehingga akan dilakukan memasang garis polisi.

Surat perihal keberatan dengan nomor 180/2556/2023 tertanggal 18 Agustus 2023 itu, diteken langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik.

Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Pembangunan Halmahera Selatan M. Yunus Najar mengatakan, dugaan pihak Imigrasi yang akan memasang garis polisi di tiga penginapan tersebut berdampak pada investasi di bidang pariwisata.

“Saat kami minta keterangan pengelola penginapan, mereka bilang pihak Imigrasi meminta data dengan cara memaksa kepada tamu-tamu ketika jam makan siang, sehingga membuat para tamu merasa sangat terganggu,” katanya pada Selasa (22/9/2023).

Menurut dia, pihaknya mendukung tugas Imigrasi, tetapi permasalahan ini akan diproses lebih lanjut di Menteri Hukum dan HAM, agar Imigrasi jangan terkesan arogan pada saat meminta data wisatawan.

BACA JUGA :  Polda Maluku Utara Beri Penghargaan ke Bupati Taliabu, Pemda Hibah Tanah Bangun Pos Polairud

“Apalagi musim ramai kedatangan wisatawan, tentu ini menjadi peluang untuk mengkampanyekan pariwisata Halmahera Selatan yang terbuka bagi siapa saja,” tuturnya.

Dia menyebut, data kunjungan wisatawan bisa didapatkan dengan cara yang lebih detail melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan tanpa perluh ada dugaan ancaman.

“Kalau caranya seperti ini bisa mengganggu iklim investasi kepariwisataan, karena destinasi wisata merupakan salah satu investasi yang jadi pemasukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Miliki Sabu 33,4 Gram, Seorang Pria Diamankan Polisi
Puluhan Kantong Miras Kembali Diamankan Polsek Ternate Utara
Puluhan Kantong Miras Diamankan Polsek Ternate Utara, Pemilik Masih Misterius
Diduga Langgar Kode Etik, Oknum Polisi Resmi Dilaporkan ke Propam Polda Maluku Utara
Puluhan Pengendara Sepeda Motor di Kota Ternate Terjaring Razia
10 liter Miras Diamankan Polsek Ahmad Yani Ternate
Diam-diam Satreskrim Selidiki Kasus Mantan Bupati Kepulauan Sula
2 Pria Ditikam OTK Saat Pesta Joget di Kepulauan Sula, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:09 WIT

Miliki Sabu 33,4 Gram, Seorang Pria Diamankan Polisi

Minggu, 2 Juni 2024 - 21:31 WIT

Puluhan Kantong Miras Kembali Diamankan Polsek Ternate Utara

Jumat, 31 Mei 2024 - 14:59 WIT

Puluhan Kantong Miras Diamankan Polsek Ternate Utara, Pemilik Masih Misterius

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:07 WIT

Diduga Langgar Kode Etik, Oknum Polisi Resmi Dilaporkan ke Propam Polda Maluku Utara

Senin, 20 Mei 2024 - 17:20 WIT

Puluhan Pengendara Sepeda Motor di Kota Ternate Terjaring Razia

Senin, 20 Mei 2024 - 16:56 WIT

10 liter Miras Diamankan Polsek Ahmad Yani Ternate

Selasa, 7 Mei 2024 - 11:33 WIT

Diam-diam Satreskrim Selidiki Kasus Mantan Bupati Kepulauan Sula

Senin, 29 April 2024 - 13:12 WIT

2 Pria Ditikam OTK Saat Pesta Joget di Kepulauan Sula, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Hasil Survei Polmark Research Center. (PRC for Rakyatmu)

Ekopol

82 Persen Warga Ternate Apresiasi Kinerja Wali Kota

Rabu, 19 Jun 2024 - 18:50 WIT