Ditreskrimsus Polda Maluku Utara Dinilai Tebang Pilih dalam Tangani Kasus

- Wartawan

Kamis, 4 September 2025 - 14:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahtiar Husni. (Rakyatmu)

Bahtiar Husni. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) dinilai tebang pilih dalam melakukan penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan pria berinisial RH alias Randy terhadap mantan kekasihnya berinisial ZCZP alias Sisil.

Sebagaimana diketahui, kasus yang berujung saling lapor ini bermula saat Sisil melakukan pengaduan mantan pacarnya Randy ke Polda Malut pada Senin 9 Juni 2025 atas dugaan pelecehan seksual.

Atas hal itu, Randy melalui kuasa hukumnya kembali melapor balik Sisil ke Ditreskrimsus sejak 12 Juni 2025 lantaran tidak terima difitnah. Meskipun begitu, Randy belum juga dipanggil untuk dimintai keterangan, sementara Sisil sudah dipanggil, padahal laporan kedua bela pihak tidak berselang lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahtiar Husni, kuasa hukum Randy saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini penyidik belum melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap klien mereka sebagai pelapor, sehingga pihaknya menilai kalau penyidik tidak profesional dalam melakukan penyelidikan.

“Perkara ini terkesan saling lapor, sehingga seharusnya pihak penyidik lebih profesional dalam melakukan penyelidikan lebih jauh, karena mereka sama-sama telah melakukan pelaporan, maka penyidik harusnya melakukan proses hukum secara bersama-sama,” tegasnya, Rabu (03/09/2025).

Tidak harus, lanjut Bahtiar, melihat bahwa proses hukum yang satunya didahulukan dan kemudian satunya ditahan. Ini yang pihaknya menilai ada proses hukum yang terkesan tebang pilih. Padahal perkara ini subjek dan objek yang sama, kronologisnya juga sama.

BACA JUGA :  Polres Ternate Jadwalkan Pemeriksaan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Polisi

“Kami berharap ada sikap profesional yang harus ditunjukkan oleh penyidik sehingga masyarakat tidak menilai kalau pemeriksaan terkesan tidak tebang pilih dalam melakukan proses hukum, karena ketika kita koordinasi penyidik beralasan kalau belum dilakukan disposisi oleh Dirkrimsus,” sesalnya.

Sekadar informasi, kasus ini bermula saat Sisil bersama temannya melakukan siaran langsung di Aplikasi TikTok pada 26 Mei 2025. Dalam live itu, Sisil menyampaikan beberapa narasi yang diduga bermuatan fitnah, seperti menyebut Randy pengangguran dan tidak punya penghasilan.

Tidak hanya itu, Randy juga disebut-sebut hanya memiliki Mokondo. Lantaran merasa disudutkan dengan adanya penyampaian di live tersebut, Randy lantas mencoba untuk mengklarifikasi, namun akun Tiktok miliknya rupanya dibisukan sehingga tidak bisa berkomentar.

Dari kejadian itu, Sisil tiba-tiba menerima sebuah pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal yang diduga berisikan ancaman, sehingga mantan kekasih pelantun lagu candu tersebut lantas membuat laporan resmi ke Polda Maluku Utara yang juga didampingi kuasa hukumnya.

Menanggapi laporan itu, Randy melalui tim hukum saat menggelar konferensi pers mengatakan, apa yang dituduhkan kepada kliennya tidak memiliki dasar dan tentu salah sasaran. Mana mungkin orang yang mengirim pesan secara pribadi dianggap pencemaran nama baik sementara hal itu tidak dikonsumsi publik.

BACA JUGA :  Hasil Survei: M. Tauhid Soleman Unggul Jauh dari 19 Nama Ini di Pilwako Ternate

“Jadi laporan kepada klien kami ini jelas salah alamat. Karena itu kami melakukan perlawan secara hukum dengan melapor balik mantan kekasih klein kami ke Ditreskrimsus Polda Maluku Utara atas tindakan pencemaran nama baik yang sudah dilakukan kepada klien kami,” tegasnya.

Kata Bahtiar, yang jelas pihaknya akan kooperatif memenuhi semua proses hukum yang sudah dilaporkan oleh mantan kekasih Randy. Meskipun begitu, pihaknya tidak tinggal diam, karena itu pihaknya juga melakukan upaya hukum. Entah nanti prosesnya terbukti atau tidak mereka tetap melanjutkan proses hukum sehingga ada efek jera.

Sementara itu, Randy secara tegas membantah terkait tudingan ancaman melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada sang mantan kekasih bahwa pesan-pesan tersebut bukan berasal dari dirinya, melainkan pihak lain.

Selain itu, Randy juga membantah atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya terkait dengan penyebaran video tanpa izin yang membuat korban merasa malu hingga enggan kembali melakukan aktivitas di kampus tempat Sisil berkuliah.

“Kami sudah melapor balik, biar semuanya jelas. Hari ini (red) laporan kami sudah dilayangkan ke Polda, jelas saya tidak terima dengan tuduhan yang dialamatkan kepada saya, hal itu tentu sangat mengganggu bagi saya dan juga keluarga,” pungkasnya. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?
Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD
Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut
Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara
Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor
Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIT

Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIT

Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor

Kamis, 24 September 2026 - 00:32 WIT

Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Berita Terbaru

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasyim

Daerah

BP2RD Kota Ternate Hapus Denda PBB Sebanyak 20 Ribu WP

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:26 WIT