Berpose Jempol, Anggota PPK Halmahera Barat Akan Polisikan 2 Organisasi

- Wartawan

Jumat, 19 Januari 2024 - 12:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Polda Maluku Utara. (Rakyatmu)

Kantor Polda Maluku Utara. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat Alfonsius Gisisi bakal melaporkan pengurus organisasi Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Fokus Strategis Pembangunan Sosial (Fores) ke Polda Maluku Utara.

Kedua organisasi tersebut bakal dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik, karena telah menyebar luaskan foto Alfonsius dan Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani di media sosial mengangkat jari jempol.

Postingan itu, dengan maksud untuk melaporkan dirinya dan Ketua Bawaslu Maluku Utara ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan Alfonsius dan Masita juga dinilai melanggar pasal 8 huruf e peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017, yakni tidak memakai, membawa, atau menggunakan simbol, lambang atau atribut yang secara jelas menunjukkan sikap partisan pada partai politik atau peserta Pemilu.

“Entah foto didapat dari mana tetapi yang jelas sudah dipolitisir, sehingga dalam waktu dekat ini saya akan membuat laporan ke Polda Maluku Utara soal pencemaran nama baik, terlepas dari kapasitas saya sebagai Ketua DPD GMNI Maluku Utara,” kata Alfonsius Gisisi lewat sambungan telepon pada Jumat (19/1/2024).

BACA JUGA :  Januari 2025, Polres Kepulauan Sula Terima 20 Laporan Polisi

Menurutnya, pernyataan kedua organisasi tersebut terkesan sepihak dan merugikan secara personal. Ia pun menjelaskan berpose jempol tidak dilarang dalam peraturan penyelenggaraan Pemilu dan merupakan hal biasa saja.

“Pernyataan kedua organisasi yang beredar di media sosial itu keliru, karena tanpa konfirmasi kepada kami dulu, jadi saya akan buat laporan. Simbol jempol tidak ada maksud apa-apa dan soal indikasi yang lalai. Hal ini pun sudah jadi tradisi yang memang sering kami lakukan,” ungkapnya.

Alfonsius mengaku, tidak tahu-menahu batasan larangan sebagai penyelenggara Pemilu 2024, karena foto itu diambil sebelum penetapan nomor urut capres-cawapres di tanggal 14 November 2023.

“Kami tidak tahu ada simpul-simpul yang dilarang karena memang foto itu diambil di tanggal 16 Oktober 2023 sebelum adanya penetapan nomor urut, makanya kami berpose angkat jari jempol itu Ibu Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani juga turut angkat, karena belum ada larangan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Polres Ternate Periksa Tiga Saksi Kasus Ayah Bakar Anak Kandung di Ternate

Alfonsius menjelaskan, foto berpose dilakukan ketika sedang bersilaturahmi di rumah Masita Nawawi Gani untuk meminta kesediaannya hadir di kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara.

“Kami ke rumah hanya untuk meminta Ibu Ketua Bawaslu Maluku Utara untuk hadir pada saat kegiatan Konferda DPD GMNI, sehingga foto yang beredar itu sebagai dokumentasi untuk melaporkan ke grup whatsApp internal,” paparnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani mengatakan, tidak mempermasalahkan foto yang beredar di media sosial belum lama ini. Ia katakan, foto tersebut dilakukan secara spontan dan tidak ada maksud apapun.

“Foto itu di rumah saya bersama adik-adik GMNI Maluku Utara yang datang silaturahmi pada bulan Oktober tahun 2023. Terkait jempol hanya sekedar gaya saja dan bagi saya tidak masalah,” tandasnya, saat dihubungi terpisah.(**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar
Skenario Licik PT NHM Hindari Tuntutan Pesangon Mantan Karyawan
Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah
Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?
Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD
Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIT

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:16 WIT

Skenario Licik PT NHM Hindari Tuntutan Pesangon Mantan Karyawan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIT

Abaikan Penekanan Presiden, Gubernur Sherly Malah Apresiasi Sekolah Rakyat Bermasalah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Berita Terbaru

Suasana Warga Membayar PBB di Pojok Pajak BP2RD Kota Ternate

Daerah

BP2RD Kota Ternate Buka Pojok Pajak di Kalumata

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:17 WIT