Anggota TNI AL Aniaya Jurnalis di Halmahera Selatan Bakal Diproses Hukum Militer

- Wartawan

Jumat, 29 Maret 2024 - 09:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Bagian Belakang Korban yang Diduga Dianiaya Anggota TNI AL di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Tangkapan Layar/Rakyatmu)

Kondisi Bagian Belakang Korban yang Diduga Dianiaya Anggota TNI AL di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Tangkapan Layar/Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Aksi dua anggota TNI AL diduga menganiaya secara kejam kepada jurnalis bernama Sugandi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapat sorotan dari komandan Danlanal. Keduanya akan diproses sesuai hukum yang berlaku di dalam internal kemiliteran.

“Mengambil tindakan kepada anggota itu sudah pasti ada, karena kami punya aturan hukum yang mengatur tentang pelanggaran tersebut tapi semua akan dipelajari terlebih dahulu,” kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ternate, Letkol Ridwan Aziz saat dikonfirmasi Rakyatmu.com pada Jumat (29/3/2024).

Ridwan tidak menampik bahwa anggotanya telah melakukan penganiayaan terhadap salah satu jurnalis di Pos Pengamat TNI AL Bacan pada Kamis (28/3/2024) pukul 13.00 WIT. Ia lalu menduga kedua oknum anggota tersebut saat melakukan aksinya sedang tersulut emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iyah, akibat tidak bisa kendalikan emosi,” ujarnya.

BACA JUGA :  DLH Akui Bongkar Muat Kapal di Pantai Daulasi Tidak Kantongi Izin Lingkungan

Sebelumnya, Sugandi menceritakan bahwa awalnya mula dijemput seorang Babinsa dan dua anggota TNI AL di rumahnya untuk dibawa ke Pos Pengamat TNI AL Bacan, namun sesampainya di lokasi kedua anggota tersebut langsung melakukan penganiayaan secara membabi buta.

“Ada tiga orang, dua anggota TNI AL dan satunya lagi Babinsa Babang yang cuma sekedar kasih tunjuk rumah saya. Tadi sekitar pukul 13.00 WIT mereka bawa dan sesampainya di pos langsung pukul saya dengan alasan pemberitaan awal itu tidak dilakukan konfirmasi,” katanya usai melaporkan ke Polres Halmahera Selatan pada Kamis (28/3/2024).

Menurutnya, bersama dua rekan wartawan lainnya sudah melakukan konfirmasi sebelum menerbitkan di media masing-masing. Hanya saja, kedua anggota TNI itu bersikukuh bahwa berita yang ditayangkan tidak melalui wawancara terlebih dahulu.

“Padahal sudah ada konfirmasi bersama dua wartawan, jadi ada rekamannya. Berita yang naik juga berdasarkan konfirmasi, cuma TNI AL ini bilang jangan dinaikkan menjadi berita, tapi untuk berita naik harus melalu wawancara,” paparnya.

BACA JUGA :  Kapolres Pulau Taliabu Usulkan Alat Penerbitan SIM di Tahun 2026

Sugandi mengungkapkan akibat penganiayaan itu, beberapa organ tubuhnya mengalami cedera karena dihantam sangat keras. Ia pun mengaku bagian belakangnya dipukul menggunakan selang sehingga terdapat lebam dan luka.

“Paling banyak tendang di kepala sampai telinga saya keluar darah, gigi bagian depan juga patah dan belakang saya dipukul pakai selang air dan bahkan tendang berulang kali,” tandasnya.

Diketahui, penganiayaan itu, karena pemberitaan kapal tanker yang memuat BBM jenis dexlite sebanyak 20.400 kilo liter yang diamankan oleh Pos Pengamat TNI AL Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan pada (20/3/2024) lalu. Kapal tersebut dari Kota Ternate tujuan Pulau Obi. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula
Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak
Polisi Didesak Tangkap Febby Atas Dugaan Penyelundupan BBM dan Diskriminasi Warga Sula
Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak
Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa
SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton
Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar
Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIT

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:19 WIT

Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:46 WIT

Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:50 WIT

Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:05 WIT

SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:36 WIT

Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIT

Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIT

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar

Berita Terbaru