Lagi! Oknum Polisi di Polres Halteng Dilaporkan ke Polda Maluku Utara

- Wartawan

Jumat, 14 Maret 2025 - 18:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

RAKYATMU.COM – Oknum anggota polisi yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Tengah dilaporkan ke Propam Polda Maluku Utara atas dugaan kasus penggelapan satu unit mobil pick up milik perusahaan SMS Finance Cabang Gorontalo.

Masalah Ini bermula pada tahun 2024 lalu Risnawati R Nusi membeli mobil pick up dengan nomor polisi DB 8543 JB tersebut secara kredit, mobil itu lalu dikirim oleh Risnawati kepada saudaranya yang saat ini berada di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.

Namun berjalannya waktu, mereka sudah tidak lagi mampu untuk menyetor pembayarannya sehingga mengalami tunggakan sejak September 2024. Alhasil mobil tersebut harus dikembalikan kepada SMS Finance Gorontalo sebagai pemiliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat mobil tersebut dinaikkan ke kapal Ferry dan hendak dibawa ke Gorontalo, tiba-tiba ada oknum anggota polisi yang diketahui bertugas di Polres Halmahera Tengah itu meminta agar diturunkan tanpa alasan yang jelas.

Sehingga, pihak Finance kembali mengirim tim dengan surat kuasa resmi untuk kembali menarik mobil pada Maret 2025. Begitu tim tiba, mobil itu rupanya sudah tidak ada di halaman kantor Polres Halmahera Tengah sampai saat ini.

BACA JUGA :  JATAM Minta KPK Usut 54 IUP di Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba Diduga Jadi Pelaku

Bahkan, anggota Reskrim menyampaikan bahwa pihaknya akan memasukkan sendiri mobil itu ke gudang SMS Finance. Rupanya, mobil itu sudah diserahkan ke pihak leasing eksternal yang tidak mendapatkan surat kuasa dari kantor.

Padahal, pihak kantor tidak pernah memerintahkan orang lain untuk menarik mobil tanpa surat kuasa. Atas hal itu, pihak leasing mendatangi kantor Polda Maluku Utara guna membuat laporan pengaduan secara resmi pada Kamis (13/3/2025).

Efendi Umar, seorang leasing mengatakan, pihaknya sudah lelah dipermainkan, sebab mereka yang diutus langsung dengan surat kuasa tidak diberikan tetapi justru mobil itu diberikan kepada pihak yang tidak punya surat kuasa tugas.

“Kami sudah buat laporan atas dugaan penggelapan satu unit mobil yang diduga dilakukan oknum anggota tersebut dengan pihak lain, karena sampai saat ini mobil itu belum ada, dan tidak tahu dimana keberadaannya,” katanya.

BACA JUGA :  Ayah di Ternate yang Bakar Anaknya Terancam Pidana 6 Tahun 5 Bulan

Sementara, Aziz Umasugi, rekan lainnya mengaku, sebelum berangkat dari Gorontalo, ia sempat meminta kepada temannya untuk memfoto mobil pick up tersebut di halaman Polres Halteng, tetapi saat mereka tiba mobil sudah tidak ada.

“Kita hanya minta agar mobil tersebut dikembalikan agar masalah ini bisa selesai, mobil itu bukan hasil curian tetapi resmi dan mempunyai surat-surat yang lengkap. Kami minta agar dikembalikan sehingga bisa dibawa ke gudang,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah, IPTU Bondan Manikutomo saat dikonfirmasi mengaku, persoalan ini secara detail dirinya belum tahu pasti karena baru bertugas di Polres Halmahera Tengah, tetapi ia sempat melihat mobil itu terparkir di halaman Polres.

“Setelah saya koordinasi ke anggota ternyata sudah ditarik leasing eksternal. Makanya saat ini saya meminta anggota untuk koordinasi ulang dengan pihak yang sudah menarik mobil itu untuk segera dikembalikan,” tandasnya. (**)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sejauh Ini JPU Belum Tetapkan Pejabat Sula Diduga Terlibat Korupsi BTT Sebagai Tersangka
Kamarudin Diduga Terlibat Korupsi, Kajari Sula Harap Terdakwa Terbuka di Persidangan
Gegara Sebut Suami Bupati Sula Terlibat Korupsi, Istri Bimbi Langsung Dimutasi
Suami Bupati Sula Diduga Terlibat dalam Kasus Korupsi BMHP
PT WKM di Halmahera Timur Diduga Larang Pemilik Lahan Pergi ke Kebun
Kasus PT WKM, Polda Maluku Utara Periksa 10 Saksi Soal Dugaan Penyerobotan Lahan Warga
Jaksa Didesak Tetapkan Sekda Sula jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Normalisasi Kali
Musnahkan 13 Barang Bukti, Kajari Komitmen Tindak Kejahatan di Pulau Taliabu

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:28 WIT

Sejauh Ini JPU Belum Tetapkan Pejabat Sula Diduga Terlibat Korupsi BTT Sebagai Tersangka

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:16 WIT

Kamarudin Diduga Terlibat Korupsi, Kajari Sula Harap Terdakwa Terbuka di Persidangan

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:25 WIT

Gegara Sebut Suami Bupati Sula Terlibat Korupsi, Istri Bimbi Langsung Dimutasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:16 WIT

Suami Bupati Sula Diduga Terlibat dalam Kasus Korupsi BMHP

Senin, 11 Mei 2026 - 01:33 WIT

PT WKM di Halmahera Timur Diduga Larang Pemilik Lahan Pergi ke Kebun

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:47 WIT

Kasus PT WKM, Polda Maluku Utara Periksa 10 Saksi Soal Dugaan Penyerobotan Lahan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:12 WIT

Jaksa Didesak Tetapkan Sekda Sula jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Normalisasi Kali

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:58 WIT

Musnahkan 13 Barang Bukti, Kajari Komitmen Tindak Kejahatan di Pulau Taliabu

Berita Terbaru