Operasi Zebra Kie Raha Selesai, 194 Pelanggaran di Kepulauan Sula Terjaring Razia

- Wartawan

Senin, 28 Oktober 2024 - 18:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatlantas Kepulauan Sula AKBP Walid Buamona. (Rakyatmu)

Kasatlantas Kepulauan Sula AKBP Walid Buamona. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COMOperasi Zebra Kie Raha Tahun 2024 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara selama empat belas hari mulai tanggal 14-27 Oktober 2024, tercatat kendaraan yang terjaring razia sebanyak 194 pelanggaran.

Kasatlantas Kepulauan Sula AKBP Walid Buamona mengatakan, kendaraan yang terjaring Operasi Zebra Kie Raha didominasi kendaraan roda dua.

“Kegiatan semua berjalan lancar, pelanggaran yang kami tindak sebanyak 194. Dari 194 ini itu didominasi oleh kendaraan roda dua,” kata Walid wawancara awak media di ruangan kerja, Senin (28/10/2024).

Untuk kendaraan roda empat, lanjut dia sebanyak 10 unit dan roda enam atau mobil truck 2 unit. Dia menjelaskan, operasi zebra yang dilaksanakan sejak tanggal 14-27 Oktober menggunakan sistem hunting atau operasi patroli.

“Karena sistem hunting, maka kita berjalan (operasi patroli) dan mendapatkan pelanggaran yang kasat mata, seperti pengendara tidak pakai helm, nomor plat sudah mati, pengendara dibawah umur,” jelas Walid.

Olehnya itu dia mengimbau kepada pengendara di Kabupaten Kepulauan Sula baik roda dua maupun roda empat harus patuh terhadap aturan lalu lintas.

BACA JUGA :  Kasus Penelantaran Ibu dan Anak di Kepulauan Sula, Polisi: Tersangka Sudah DPO

Imbauan tersebut harus dipatuhi karena dia menyebutkan pelanggaran mulai Bulan Januari hingga Oktober tercatat di Satlantas Polres Kepulauan Sula sebanyak 13 kasus kecelakaan lalu lintas yang didominasi pengendara roda dua.

“Di Sula ini banyak kejadian lakalantas terhitung dari Januari sampai Oktober, ini itu ada 13 kasus lakalantas dengan korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. Rata-rata pengendara tidak memakai helm,” ungkap Kasat Lantas. (**)

Penulis : Aryanto

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Apakah Limbah Ban Bekas Terbakar di PT IWIP Ada Unsur Kesengajaan?
PT IWIP Halmahera Tengah Diduga Sengaja Bakar Tumpukan Ban Bekas
AKBP Rona Buha Tua Tambunan Diangkat Jadi Kapolres Halmahera Timur
Mutasi di Polda Malut: Wakapolda, Dirreskrimsus hingga Kapores Haltim Berganti
Kejari dan Inspektorat Sula ‘Doyan’ Kasus Kecil di Desa Pohea: Warga Diperiksa dari Tahun 2021 hingga 2026
Polisi Geledah Kantor DPMD dan Inspektorat Taliabu Terkait Kasus Dugaan Korupsi DD
14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus
Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:51 WIT

Apakah Limbah Ban Bekas Terbakar di PT IWIP Ada Unsur Kesengajaan?

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:17 WIT

PT IWIP Halmahera Tengah Diduga Sengaja Bakar Tumpukan Ban Bekas

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:52 WIT

AKBP Rona Buha Tua Tambunan Diangkat Jadi Kapolres Halmahera Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:14 WIT

Mutasi di Polda Malut: Wakapolda, Dirreskrimsus hingga Kapores Haltim Berganti

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:43 WIT

Kejari dan Inspektorat Sula ‘Doyan’ Kasus Kecil di Desa Pohea: Warga Diperiksa dari Tahun 2021 hingga 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Polisi Geledah Kantor DPMD dan Inspektorat Taliabu Terkait Kasus Dugaan Korupsi DD

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:37 WIT

14 Kasus Dugaan Korupsi Kepulauan Sula Jalan  di Tempat, Kapolda Diminta Evaluasi Dirreskrimsus

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:40 WIT

Deretan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Sula Tak Kunjung Tuntas Ditangani Ditreskrimsus

Berita Terbaru