Pomal Ternate Tolak Hasil Visum Penganiayaan Jurnalis, Diduga Ada Ancaman Pembunuhan

- Wartawan

Selasa, 2 April 2024 - 22:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penganiayaan Seorang Jurnalis oleh Tiga TNI AL di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Ilustrasi Netizen/Rakyatmu)

Penganiayaan Seorang Jurnalis oleh Tiga TNI AL di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Ilustrasi Netizen/Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Polisi Militer TNI AL (Pomal) Ternate telah menerima laporan yang dimasukan pengacara korban penganiayaan oleh tiga oknum prajurit TNI AL di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Namun demikian, menolak hasil visum yang dikeluarkan RSUD Labuha.

“Hari ini kami telah memasukkan laporan di Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Ternate dan sudah diterima, namun hasil visum yang dilakukan pihak RSUD Labuha itu tidak bisa digunakan untuk membuat laporan,” kata pengacara korban, Bachtiar Husni usai membuat laporan di Pomal Ternate pada Selasa (2/4/2024).

Bachtiar menjelaskan, visum yang dikeluarkan RSUD Labuha merupakan bukti sah di mata hukum sehingga harus dipertimbangkan. Kalau Pomal bersikeras dilakukan visum ulang, maka akan berbeda dengan sebelumnya karena sudah lewat beberapa hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami kemarin berharap Danpomal sendiri menindaklanjuti karena ada pernyataannya, tapi ternyata hasil visum yang ada tidak bisa dipakai, sehingga kami sangat sesalkan. Jadi prinsipnya selaku kuasa hukum akan terus melakukan proses hukum terkait penganiayaan tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA :  Bandar Toto Gelap di Kota Ternate Diringkus Satgas Gakkum Polda Maluku Utara

Direktur YLBHI Maluku Utara ini mengungkapkan, dalam kajian yang dilakukan timnya bahwa bukan hanya penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI AL, tetapi ada dugaan penculikan dan pembunuhan kepada korban, Sukandi Ali.

“Karena korban di bawa tidak ada dasar hukumnya dan tanpa seizin keluarga, sehingga bukan saja penganiayaan atau pengeroyokan tapi ada dugaan percobaan pembunuhan karena ditodong dengan senjata di kepala yang sudah dikokang,” ungkapnya.

Bachtiar membeberkan penganiayaan oleh TNI AL terhadap korban bukan hanya dilakukan satu anggota, namun sebanyak tiga prajurit aktif yang bertugas di Pos Pengamat yang terletak di Penamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa ada tiga oknum anggota TNI AL yang melakukan penganiayaan, yakni Letda M, Peltu A dan I, jadi bukan satu orang. Pihak POM mau menghadirkan korban untuk memberikan laporan sekaligus keterangan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Mantan Gubernur, Bupati, Permaisuri hingga Petahana Rebut 3 Kursi DPR RI Dapil Maluku Utara

Sementara, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menegaskan agar oknum anggota TNI AL yang melakukan penganiayaan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia mengaku, setelah mendapatkan laporan tersebut langsung berkomunikasi dengan Kepala Staf TNI AL.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Kepala Staf AL untuk kepentingan perlindungan korban, jangan ada lagi intimidasi dan kekerasan lainnya kepada wartawan dan keluarganya,” katanya dalam konferensi pers pada Senin (1/4/2024).

Ninik mengatakan Dewan Pers memperoleh informasi bahwa pelaku penganiayaan ingin berdamai dengan cara-cara yang terkesan memaksa dengan menyodorkan dokumen yang sudah disiapkan untuk ditandatangani.

“Kami terima informasi ada indikasi oknum yang memaksa ingin berdamai dengan meminta pihak korban menandatangani dokumen perdamaian,” pungkasnya.

Sedangkan, Dandenpom Lanal Ternate Ternate Mayor Laut Kasno Setyawan tidak mau memberikan keterangan terkait laporan yang sudah dimasukkan pihak pengacara korban. (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

PA Ternate Diminta Eksekusi Lahan Milik Risman di Halmahera Barat
Kejari Sula Didesak Buka Aliran Dana Rp10 Miliar Kasus Korupsi BTT
Tiga Tersangka Kasus Korupsi BTT Kepulauan Sula Jalani Sidang Perdana di PN Ternate
Harmonisasi Ranperda, 89 Desa – Kelurahan di Tidore Raih Predikat Istimewa IRH
Kemenkum Malut Gelar Pembinaan Posbankum di Tidore, 89 Desa – Kelurahan Sudah Terbentuk
Rapor Merah Bupati Fifian di Taliabu, Kelebihan Belanja BOS Belasan Miliar Jadi Temuan BPK
Buronan Kasus Dugaan Korupsi BTT Sula Serahkan Diri ke Kejati
Wali Kota Tidore Teken PKS Pidana Kerja Sosial, Alternatif Hukuman Tipiring

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:50 WIT

Kejari Sula Didesak Buka Aliran Dana Rp10 Miliar Kasus Korupsi BTT

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:11 WIT

Tiga Tersangka Kasus Korupsi BTT Kepulauan Sula Jalani Sidang Perdana di PN Ternate

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:01 WIT

Harmonisasi Ranperda, 89 Desa – Kelurahan di Tidore Raih Predikat Istimewa IRH

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:54 WIT

Kemenkum Malut Gelar Pembinaan Posbankum di Tidore, 89 Desa – Kelurahan Sudah Terbentuk

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:39 WIT

Rapor Merah Bupati Fifian di Taliabu, Kelebihan Belanja BOS Belasan Miliar Jadi Temuan BPK

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:38 WIT

Buronan Kasus Dugaan Korupsi BTT Sula Serahkan Diri ke Kejati

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:10 WIT

Wali Kota Tidore Teken PKS Pidana Kerja Sosial, Alternatif Hukuman Tipiring

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:39 WIT

Kasus Dugaan Korupsi ISDA Taliabu Makin Terang setelah Om Dero Diperiksa 2 Kali

Berita Terbaru

Ritual Lufu Kie, atau keliling pulau menggunakan armada juanga dalam rangkaian Hari Jadi Tidore ke 918. (Istimewa)

Daerah

Ritual Lufu Kie Meriahkan Hari Jadi Tidore ke-918

Kamis, 9 Apr 2026 - 21:13 WIT