Praktisi Desak Penegak Hukum Tuntaskan Peredaran Rokok Ilegal di Maluku Utara

- Wartawan

Rabu, 6 Desember 2023 - 17:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rokok Ilegal. (Istimewa)

Ilustrasi Rokok Ilegal. (Istimewa)

RAKYATMU.COM – Bea Cukai Ternate dan Polda Maluku Utara diminta serius melakukan pemberantasan rokok Ilegal yang beredar luas di warung–warung pulau halmahera. Hal tersebut diketahui, peredarannya sudah lama tetapi masih dibiarkan eksis hingga saat ini.

Praktisi Hukum Agus Salim Tampilang mendesak, penegak hukum baik dari Polda dan Bea Cukai segera menindak rokok ilegal yang sudah marak tersebar. Ia juga menegaskan, bagi siapapun yang terlibat dalam bisnis terlarang ini harus diberikan efek jera sesuai aturan yang berlaku.

Apalagi, kata dia, berdasarkan keterangan Bea Cukai yang telah diberitakan media ini, bahwa peredaran rokok ilegal sudah lama. Hanya saja, tidak ditindaklanjuti dengan menelusuri jejak masuk lewat jalur mana dan siapa pelaku dibalik bisnis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maka jangan sampai terkesan melindungi pelaku, karena ini sudah merugikan negara dan mengancam kesehatan masyarakat,” kata Agus kepada Rakyatmu.com pada Rabu (6/12/2023).

Rokok Ilegal yang Beredar di Warung–warung Kabupaten Halmahera Utara. (Rakyatmu)

“Siapapun yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal ini, agar Bapak Kapolda Maluku Utara mengambil langkah tegas, apakah dia pejabat Polri atau instansi pemerintah mohon untuk segera ditindak biar ada efek jeranya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Jadwal Kedatangan Capres Anies Baswedan di Ternate Ditunda Sampai Pekan Depan 

Agus pun menduga bisnis yang berjalan mulus itu pasti ada bekingan dari pihak tertentu, karena sudah beroperasi bertahun–tahun dan wilayah edarannya bukan hanya di Kabupaten Halmahera Utara namun jangkauannya sampai di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

“Apabila benar ada bekingan oleh oknum–oknum tertentu maka kami meminta kepada Kapolda agar segera menelusuri dan membuka masalah ini menjadi terang di mata masyarakat, sebab oknum–oknum itu bagian dari konspirasi untuk melindungi peredaran rokok Ilegal,” tegasnya.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa Bea Cukai Ternate bisa menggunakan kewenangannya melakukan penyelidikan yang berhubungan dengan pelanggaran, sebagaimana diatur dalam pasal 35 ayat (1) undang–undang nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai, menyatakan bahwa pejabat bea cukai berwenang melakukan pemeriksaan.

Selanjutnya, pasal 112 undang–undang nomor 10 tahun 1995, menegaskan pejabat negeri sipil di lingkup Ditjen Bea Cukai diberikan kewenangan khusus sebagai penyidik dalam melakukan penyelidikan.

BACA JUGA :  Putar Balik Fakta Persidangan Kasus Korupsi BTT Sula, Hakim: Strategi Kalian Salah

“Jadi melakukan penyelidikan adalah tugas bea cukai. Saya bisa katakan bea cukai tidak terbuka kepada publik. Dan kalau mengalami kendala saat penyelidikan maka ada KUHAP yang mengatur adanya hubungan koordinasi fungsional di dalam penyidikan antara penyidik Bea Cukai dengan Polri,” ungkapnya.

“Jangan terlalu kaku, jika ini benar segera dituntaskan. Jangan seperti main petak umpet, tidak ada alasan bea cukai mengatakan tidak benar peredaran rokok Ilegal, jadi yang menyampaikan informasi itu dicopot saja atau mengundurkan diri,” imbuhnya.

Perlu diketahui, tiga merek rokok ilegal yang beredar di warung–warung yakni Omni Bold, Rastel Bold dan Prasasti Bold. Kemasan rokok menggunakan pita Sigaret Kretek Tangan (SKT). Harga yang tertera di pita per bungkus dibanderol Rp 7.275 tetapi dijual kepada konsumen dengan harga Rp 15.000-an.

Sementara jumlah batangan rokok yang tertulis di pita 12 batang tetapi isinya 20 batang per bungkus. Kemudian kemasan rokok yang diproduksi oleh pabrik menggunakan SKT bukan pita Sigaret Kretek Mesin (SKM). (**)

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Tiga Tersangka Kasus Korupsi BTT Kepulauan Sula Jalani Sidang Perdana di PN Ternate
Rapor Merah Bupati Fifian di Taliabu, Kelebihan Belanja BOS Belasan Miliar Jadi Temuan BPK
Buronan Kasus Dugaan Korupsi BTT Sula Serahkan Diri ke Kejati
Kasus Dugaan Korupsi ISDA Taliabu Makin Terang setelah Om Dero Diperiksa 2 Kali
Dugaan Tambang Ilegal PT Position Mulai Diselidiki, KATAM Apresiasi Respons Polda Malut
Jangan Jadi Pengecut! Kejati Maluku Utara Didesak Jemput Paksa Aliong Mus
Kasus Dugaan Korupsi Pinjaman Daerah Taliabu, Kejati Didesak Periksa Aliong, Dero dan Syamsudin
Om Dero Diperiksa Kasus Korupsi ISDA Taliabu, Apakah Ada Tersangka Baru?

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:11 WIT

Tiga Tersangka Kasus Korupsi BTT Kepulauan Sula Jalani Sidang Perdana di PN Ternate

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:38 WIT

Buronan Kasus Dugaan Korupsi BTT Sula Serahkan Diri ke Kejati

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:39 WIT

Kasus Dugaan Korupsi ISDA Taliabu Makin Terang setelah Om Dero Diperiksa 2 Kali

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:31 WIT

Dugaan Tambang Ilegal PT Position Mulai Diselidiki, KATAM Apresiasi Respons Polda Malut

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:12 WIT

Jangan Jadi Pengecut! Kejati Maluku Utara Didesak Jemput Paksa Aliong Mus

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:24 WIT

Kasus Dugaan Korupsi Pinjaman Daerah Taliabu, Kejati Didesak Periksa Aliong, Dero dan Syamsudin

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:56 WIT

Om Dero Diperiksa Kasus Korupsi ISDA Taliabu, Apakah Ada Tersangka Baru?

Senin, 26 Januari 2026 - 11:31 WIT

DPO Korupsi BTT Lasidi Leko Serahkan diri ke Kejati Maluku Utara

Berita Terbaru