Praktisi Hukum: Ketua PAN Kota Tidore Juga Terlibat dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

- Wartawan

Rabu, 11 Oktober 2023 - 20:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi Hukum Provinsi Maluku Utara, Iskandar Joisangadji. (Istimewa/Rakyatmu)

Praktisi Hukum Provinsi Maluku Utara, Iskandar Joisangadji. (Istimewa/Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Setelah admin DPD PAN Kota Tidore Kepulauan berinisial IAF alias Ibnu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pemalsuan dokumen Bacaleg. 

Kini, Praktisi Hukum Provinsi Maluku Utara, Iskandar Joisangadji menilai bahwa masalah tersebut awalnya sudah diketahui oleh Ketua DPD PAN Umar Ismail. Artinya Umar juga terlibat dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Karena, lanjut dia, berdasarkan keterangan Ketua DPD saat diperiksa sebagai saksi oleh Gakkumdu, Umar mengakui bahwa Siti Hardiyanti awalnya tidak bersedia untuk dicalonkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam konteks ini, saya memandang Umar juga mempunyai niat yang tidak baik apalagi posisinya sebagai seorang ketua dan tidak mungkin apa yang dilakukan oleh IAF alias Ibnu tidak berkoordinasi dengan Umar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hadiri YCC di Surabaya, Sekda Kota Ternate Serap Ide Inspiratif

Sambung Iskandar, apalagi Umar mengakui mencantumkan nama dan foto orang lain karena saat itu, waktu pendaftaran juga sudah semakin mepet, sehingga IAF sebagai admin memalsukan berkas Siti Hardiyanti untuk dimasukan dalam Daftar Calon Sementara (DCS), dengan pertimbangan untuk memenuhi kuota pencalonan di dapil III. 

“Nanti, pada saat memasuki tahapan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), baru yang bersangkutan akan digugurkan, karena Siti Hardiyanti dianggap tidak bersedia,” ucapnya.

“Kalau yang disasar hanyalah IAF (admin PAN) sementara IAF dalam melaksanakan tugasnya selalu berkoordinasi dengan Umar, maka dalam hukum, penyertaan Umar juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pemkot – Kodim 1505/Tidore Kompak Dukung Groundbreaking Jembatan Garuda Merah Putih

Selain itu, kata Iskandar, tidak menuntut kemungkinan kalau berkas yang digunakan atas nama Siti Hardiyanti diduga palsu maka ada kemungkinan Bacaleg lainnya juga mengalami hal yang sama. 

Maka untuk menjawab ini, Iskandar meminta agar Bawaslu Kota Tidore dapat melakukan pemeriksaan atas dokumen para Bacaleg lain dari DPD PAN Kota Tidore. 

“Karena jangan sampai ada juga dokumen yang sama seperti dokumen Siti Hardiyanti,” pungkasnya. (**)

Penulis : Aidar Salasa

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula
Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak
Polisi Didesak Tangkap Febby Atas Dugaan Penyelundupan BBM dan Diskriminasi Warga Sula
Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak
Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa
SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton
Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar
Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIT

Komitmen Kapolri Berantas Mafia BBM, Polisi Didesak Tangkap Febby di Sula

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:19 WIT

Klarifikasi Dugaan Penyelundupan BBM Bersubsidi di SPBU Kompak Sula Benar-benar Kocak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:46 WIT

Resahkan Warga, Rambo Dilaporkan ke Polsek Gane Barat Dugaan Pengancaman Istri dan Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:50 WIT

Tertangkap Penyelundupan, Pemilik SPBU Kompak di Sula Kriminalisasi Warga Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:05 WIT

SPBU Kompak di Kepulauan Sula Selundupkan BBM Subsidi 1,3 Ton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:36 WIT

Proyek Normalisasi di Halmahera Timur Dipersoalkan, Hak Pemilik Lahan Belum Dibayar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIT

Begini Cara PT NHM Kriminalisasi Mantan Pekerja Tuntut Pesangon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIT

PT NHM Lagi-lagi Kriminalisasi Eks Karyawan, Tuntut Pesangon Rp14,7 Miliar

Berita Terbaru