JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi 2 Terdakwa Dalam Kasus OTT Gubernur Maluku Utara

- Wartawan

Kamis, 21 Maret 2024 - 11:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JPU KPK meminta terhormat majelis hakim untuk menolak eksepsi dua terdakwa kasus OTT Gubernur Maluku Utara Nonaktif Abdul Gani Kasuba. (Rakyatmu)

JPU KPK meminta terhormat majelis hakim untuk menolak eksepsi dua terdakwa kasus OTT Gubernur Maluku Utara Nonaktif Abdul Gani Kasuba. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI meminta majelis hakim menolak eksepsi atau keberatan yang diajukan terdakwa Kristian Wuisan dan Daud Ismail melalui kuasa hukumnya terkait kasus OTT Gubernur Maluku Utara nonaktif Abdul Gani Kasuba.

Selain itu, JPU KPK juga menyatakan surat dakwaan nomor 35/TUT.01.03/24/02/2024 dan tanggal 26 Februari 2024 dan 36/TUT.01.03/24/02/2024 dengan nomor perkara 1/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte dan 3/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte tersebut sah menurut hukum dan telah disusun sesuai dengan dakwaan.

Sidang sudah digelar ketiga kalinya yang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate itu, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun meminta majelis hakim untuk melanjutkan sidang pada tahapan pembuktian kepada empat dari tujuh terdakwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta dengan hormat kepada majelis hakim agar memeriksa dan mengadili perkara ini, dengan menolak seluruh eksepsi dari penasehat hukum terdakwa Daud Ismail dan Kristian Wuisan, sehingga menyatakan sidang tetap dilanjutkan,” kata JPU KPK saat sidang tanggapan pada Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA :  Sekda Kota Ternate Ikuti Adhyaksa Fun Run Malut 2025

Kemudian atas tanggapan itu, majelis hakim yang dipimpin Rommel Franciskus Tampubolon didampingi 4 hakim anggota bermusyawarah memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Senin 25 Maret 2024 dengan agenda putusan sela atau sementara.

“Pihak terdakwa mengajukan keberatan tapi diberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat, sehingga selanjutnya majelis akan menjatuhkan putusan sementara, maka untuk menyiapkannya sidang ditunda hingga pekan depan,” ujar Rommel.

Selain sidang kedua terdakwa, yakni Daud Ismail dan Kristian Wuisan. Di hari yang sama juga sidang dilanjutkan dengan terdakwa Stevi Thomas dan Adnan Hasanudin. Kembali, JPU KPK menghadirkan saksi eks Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara Muhaimin Syarif untuk kaitannya dengan penerbitan izin tambang.

Adapun, saksi dari Dinas PUPR Maluku Utara yang menjabat Kepala Seksi BPJN Ferdinan Siagian, Sekretaris Disperkim Maluku Utara yang juga Plt Kadis Yeri Pasilia maupun Kasi Pembangunan Bina Marga Moh Rizal Usman soal suap perizinan pembangunan infrastruktur yang menyeret Kadis PUPR Maluku Utara Daud Ismail.

BACA JUGA :  Proyek Jalan Kalumata Kota Ternate Diduga Ada Praktik Korupsi

Sementara, eks Kepala Disperkim Maluku Utara Adnan Hasanudin ditangkap kasus OTT Abdul Gani Kasuba karena diduga suap lelang jabatan. Sehingga untuk menguatkan pembuktian, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir dijadikan saksi dalam persidangan.

Dua eks Kepala BKD Maluku Utara Idrus Assagaf dan Muhammad Miftah Baay juga dihadirkan. Kepala Inspektorat Maluku Utara Nirwan MT Ali dan Kepala Bidang Mutasi BKD Maluku Utara Idwan Asbur Bahar pun ikut dipanggil untuk kepentingan pembuktian.

Sedangkan, sejak tahun 2020-2023 Dirut Birinda Perkasa Jaya Kristian Wuisan menyuap Abdul Gani Kasuba sebesar Rp 3,5 miliar sebagai pelicin sejumlah lelang proyek infrastruktur dan jalan. Stevi Thomas merupakan Direktur PT Trimegah Bangun Persada yang jadi terdakwa karena menyuap Gubernur untuk pembangunan jalan lokasi tambang.

Baca Halaman Selanjutnya…

Penulis : Haerudin Muhammad

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?
Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol
Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa
Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD
Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut
Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara
Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor
Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus di PT NHM, Akankah Masuk Atensi Kapolri?

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIT

Korupsi ISDA Aliong Mus Hadir di Kejati Malut Tanpa Diborgol

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIT

Polda Malut Kembali Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi DD Pulau Taliabu ke Jaksa

Senin, 28 September 2026 - 15:36 WIT

Terpidana Korupsi BTT Sula Lasidi Leko Masih Terima Gaji DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 13:41 WIT

Dugaan Rekayasa Kasus, Propam Polda Malut Didesak Periksa Penyidik Polsek Malifut

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIT

Dikriminalisasi PT NHM, Anak dan Keluarga Septian Sam Minta Perhatian Kapolda Maluku Utara

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIT

Rekayasa Kasus TPKS Terbongkar, Humas PT NHM dan Kapolres Halut Kompak Blokir Nomor

Kamis, 24 September 2026 - 00:32 WIT

Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp16 Miliar Gerus Kepercayaan Publik Terhadap Kejari Tidore

Berita Terbaru

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasyim

Daerah

BP2RD Kota Ternate Hapus Denda PBB Sebanyak 20 Ribu WP

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:26 WIT